
Angga meraih kedua pipi Istrinya .
"Bisa kamu mengulangnya lagi , aku ingin mey!kinkan diri ku , kalau aku tidak salah dengar dengan apa yang kamu ungkapkan tadi ." ucap Angga masih tetap menatap ke arah istrinya .
"Kamu sudah mendengarnya tadi , jadi , aku tidak mau mengulanginya lagi ." Nisa bukan nya tidak mau mengulangi nya lagi tapi ia.hanya malu.
Angga mengerti kalau istrinya malu untuk mengulangi ungkapan perasaan nya itu . Maka biarkanlah dirinya yang akan mengucapkan nya dengan lantang .
"Arfira khoirun Nisa , Aku juga mencintai mu , sangaaattt mencintaimu ." ucap Angga dan langsung ******* bibir istrinya . Memberikan ciuman yang panas dan dalam .
Nisa juga membalas ciuman dari suaminya tidak kalah panas nya . Karena itu adalah ciuman ungkapan perasaan cinta mereka . Angga menggiring tubuh istrinya untuk berbaring di ranjang nya .
Angga menarik lepas baju istrinya dan melanjutkan ciuman nya kembali . Percintaan mereka kali ini sangat berbeda dan terasa istimewa . Angga memperlakukan istfinya sangat lembut , begitu juga Nisa yang selama ini hanya menerima cumbuan dari Angga , kali ini ia juga bergerak berusaha memuaskan pria yang sangat di cintaindan mencintai dirinya itu.
* * *
Angga memeluk erat tubuh istrinya sambil mengusap lembut punggung istrinya yang masih terbuka .
"Terimakasih sayang , sudah sudi mencintai aku ." ucap Angga sambil mengecup kening istrinya . Keduanya masih bergelung di dalam selimut tebalnya setelah bercinta hebat di pagi itu .
"selama aku di bali kamu tinggal bersama mama atau bunda saja ya ." ucap Angga . Setelah lama mereka diam menikmati sisa sisa kebahagiaan yang baru saja mereka dapatkan. Mereka masih dalam posisi berpelukan .
"Bagaimana kalau aku ikut saja ." tiba tiba ide itu muncul di kepala Nisa .
"Ngak bisa sayang . Kamu kan lagi hamil muda , Dokter juga menyaran kan kamu untuk istirahat yang cukup ."ucap Angga .
__ADS_1
"kenapa tidak Andrean saja yang pergi ." ucap Nisa yang masih belum rela di tinggal oleh Angga . Entah mengapa ada rasa yang mengganjal di hatinya . Apa lagi akhir akhir ini banyak berita tentang pesawat yang jatuh .
"Andrean kan cuma Asisten aku , tanda tangan juga tanda tangan aku . Jadi kalau andrean yang oergi juga tidak ada gunanya ." Nisa akhirnya mengangguk ia menyerah untuk menghalangi suaminya agar tidak pergi .
"Ngomong ngomong apa Andrean akan menikah ." tanya Nisa .ia ingat sat andrean datang ke butiknya dengan seorang wanita yang cantik bagi Nisa di banding dengan bodynya yang saat ini .
"Kamu tau dari mana ." tanya Angga sambil turun dari ranjang dan memakai pakaian nya . Hari sudah siang , mereka butuh makan siang .
" Dia datang ke butik aku beberapa hari yang lalu dengan seorang wanita . Untuk memesan gaun pengantin .kamu tau wanita nya sangat cantik sekali , dan Anggun .postur tubuhnya juga ideal , itu membuat aku iri , sekarang tubuhku lebih berisi ." ucap Nisa sedih . Sambil mengamati bentuk tubuhnya , dan perutnya yang mulai membuncit . Dada dan lengan nya juga ikut membengkak .
"Kamu juga cantik lo sayang . Iya ,memang kamu lebih berisi sekarang . Tapi , kan kam..
"Jadi menurutmu aku jadi gendut dan jelek sekarang , begitu ." ucap Nisa memotong ucapan Angga .
"Aku tidak bilang kamu jelek lo yang ,cum..
"Kamu wanita yang paling menarik di mata aku , sayang ..Dan mengenai kamu lebih berisi itu , karena kamu mengandung , jadi kalau gendut itu sudah wajar ."ucap Angga .
"Jadi wajar kalau aku gendut ." potong Nisa . Angga hanya bisa mengaruk telinga nya yang tidak gatal , dengan bingung . Ia ingin bicara apa adanya , ia tidak mau berbohong hanya untuk menyenangkan istrinya untuk sesaat saja .
"Pergi ke bali sana saja , kalau perlu tidak usah kembali ." ucap Nisa dengan kesal . Dan bangun dari tempat tidurnya sambil meraih bajunya yang baru di ambil angga dari lemari . Nisa segera masuk ke dalam kamar mandi dengan masih bersungut sungut tidak jelas .
"Sayang kamu mandi dulu ya , aku keluar pesan makanan dari restoran saja . Kalau sud!h selesai mandi segera turun ya ." ucap Angga di dwpan pintu kamar mandi .
Setelah selesai mandi Nisa keluar dari kamar mandi sudah tidak menemukan suaminya . Nisa berdiri di depan cermin besar .kemudian pergi menimbang berat badan nya . Nisa mendesah dalam tiga minggu ia mampu naik lima kilo gram .
__ADS_1
Nisa segera keluar dari kamar dengan handuk yang masih melilit di kepalanya . Nisa menuruni anak tangga dengan pelan , Angga yang melihat istrinya segera menyambutnya di anak tangga paling bawah .
"Ayo sini duduk ."ucap Angga menuntun istrinya dan menarik kan kursi untuk Nisa . Dan Angga sendiri duduk di samping Nisa .
"Bi sarijem kemana ." tanya Nisa yang melihat banyak makanan di meja makan nya . Ia butuh bi sarijem untuk membantunya makan makanan yang di beli suaminya , ia takut kalap dan berat badan nya akan naik lagi . Menginggat berat badan nya naik lima kilo Nisa takut untuk makan .ia akan minta bantuan bi sarijem untuk membantunya makan.
"Bi sarijem pergi keluar , tadi bilang mau beli peralatan untuk bersihin kamar mandi ." jawab Angga .
"ini sisihkan sebagian untuk bibi ya ." ucap Nisa .sambil menyingkirkan sebagian makanan itu dari hadapan nya .
"kamu jangan coba coba untuk diet ya , sayang ." ucap Angga memperingatkan istrinya , yang seakan tau apa yang di pikirkan oleh istrinya .
"Aku ngak diet kok ." sangkal Nisa .
"o iya , terus kenapa kamu singkirkan stick sapi lada hitam kesukaan kamu , dan hanya menyisakan sayur sayuran . Di piring kamu ." ucap Angga .
"Kan aku bilang itu buat bi sarijem ." ucap Nisa
"bibik udah aku belikan juga sayang ," ucap Angga menunjuk kotak kecil di atas meja dapur .
"Aku ngak mau makan banyak nanti bera t badanku naik lagi ." ucap Nisa akhirnya . Angga meletak kan sendoknya dan menatap istrinya dengan lekat .
"Kamu sedang mengandung sayang . Bukan kamu saja yang butuh makan , tapi anak kita juga butuh nutrisi yang sangat banyak . Apa bisa cukup bila kamu hanya makan sedikit ." tanya Angga Nisa menggeleng .
"jadi , apa yang harus kamu lakukan sayang ." tanya Angga . Tanpa memberi jawaban Nisa menarik kembali lauk yang ia pinggirkan tadi kembali ia ambil dan memakan nya . Angga tersenyum puas melihat istrinya yang mau menurut .Angga mengelus kepala istrinya dengan lembut .
__ADS_1
Pagi pagi sekali Nisa sudah bangun lebih dulu sebelum suaminya bangun . Pagi ini Angga akan pergi ke Bali . Jadi sebagai seorang istri Nisa mempersiapkan sarapan dan bekal untuk suaminya . Kali ini bukan lagi omlet yang di buat oleh Nisa tapi Nisa telah mempelajari resep lain .