Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
119


__ADS_3

Rangga terkejut dengan tindak kan George mahardika , di sini mahardika juga menangis .


"Tuan ." panggil Rangga .


"Panggil papa, aku papa angkat kamu., sahabat karip papamu , Abang angkat papamu ."George geleng kepala tidak percaya bisa menemukan Rangga kembali .


" Rangga tiga puluh tahun yang lalu kamu masih aku timang seperti ini . Jantung Ayahmu masih berdetak di sini ." George menepuk dadanya .


"Lihat dan rasakan ." George menarik tangan Rangga dan membawanya ke dadanya .


"Papa bagaimana bisa , orang yang merawat Bang moge adalah keluarga kita sendiri ." tanya Andrean .


"Ceritanya panjang , dulu nenek menemukan Ayah Dimas di tepi jalanan , karena papa terlahir tak sempurna , sejak kecil jantung papa sudah bermasalah . Nenek dan kakek mengangkat Ayah Dimas sebagai anaknya . Tragedi datang saat istri Ayahmu mengetahui bila Ayah Dimas bukan lah Ahli waris keluarga mahardika . Mereka bertengkar hebat dan Ayah kalian jatuh dari tangga , pembuluh otak pecah ,pendarahan tidak bisa berhenti .papa shock mendengar kabar itu , kalian tau apa yang yang terjadi ."


Rangga mengelus dada George , ia tau papa Angkatnya merasakan sesak di dadanya .Andrean hanya bisa menghapus air matanya sendiri .


"Saat papa bangun dan sadar Ayah kalian telah tiada di dunia ini .hanya jantung dia yang ada di sini , sebelum meninggal Ayah kalian telah mendonorkan jantung untuk papa , bila suatu saat nanti terjadi sesuatu padanya . Dan saat papa sadar , mamamu telah membawamu pergi entah kemana ." ucap George .


"Ayah , Abang ." keharuan mereka di buyarkan oleh suara dari ruangan moge .


"Papa Abang siuman . Bang Rangga Abang tau kamu datang dia siuman ." teriak Andrean yang mendengar alat monitor pendeteksi jantung berbunyi , para dokter dan suster juga datang berlarian .


Rangga tidak berkedip melihat kesibukan para dokter dan suster yang sedang menangani Moge .seorang suster datang mendekat .


"Bagaimana sus , keadaan moge ." tanya George


"Maaf bapak presdir . Sudah berulang kali tuan moge mengalami koma , mungkin kali ini kesempatan terakhir tuan moge untuk mendengarkan suara kalian .silahkan pergi untuk menemuinya ." ucap suster .andrean mundur selangkah mendengar kabar itu


Para dokter dan suster mundur memberi ruang untuk keluarga George masuk ke dalam Ruangan


Moge .moge sadar dengan mata yang terbuka .senyum nya mengembang saat melihat kedatangan keluarganya .


"Abang ." panggil moge .


" Sejak kapan kamu anggap aku Abang kamu , dan apa kamu selama ini menganggap aku Abang mu , kenapa kamu tidak memberi tau aku kalau kamu sakit ." ucap Rangga .


"Aku hanya ingin merasakan kasih sayang Abang . Tidak untuk berbagi duka dengan mu bang ." ucap moge .


"sekarang apa yang kamu mau dari aku ." tanya Rangga .


"Aku mau Abang mengantikan Aku mengurus papa , karena Ayah telah menjemput aku ." tanpa sadar Rangga menggenggam tangan George dan Andrean dengan kuat .

__ADS_1


"Bang , pimpinlah GM Group , itu peeusahaan keluarga kita bang . Jangan kembali ke pada Adi prata ." ucap Moge yang membuat George terkejut .


"Adi prata , pimpinan KS group ." ucap George .


"papa mengenalnya ." tanya Rangga .


"Ya dia penanam saham di perusahaan kita juga , sejak dulu ."ucap George .


"Pa berikan saham ku untuk bang Rangga ."ucap moge .


"Berapa besar saham yang kamu punya ,untuk ku ." tanya Rangga .


"Papa...


" untuk kalian berdua ada lima belas persen , untuk masing masing ."jawab George .


"itu untukmu bang , sebagai ucapan terimakasih aku sama Abang selama ini ." ucap Rangga .


"Terimakasih ." ucap Rangga , ia tidak ingin membahas itu terlalu dalam di suasana seperti ini .


"Satu lagi bang , masih ingatkan kamu ."ucap moge .


"iya ." jawab Rangga .


"Bang , maafkan andre ."ucap Andre bersimpuh di samping Moge .


"Abang akan memaafkanmu tapi ada syaratnya ." ucap Moge . Andre mengangguk angguk .


" tolong jaga keluarga bang Rangga . Abang pernah ceritakan kisah hidup dia padamu kan ." ucap moge .


"ya bang aku tidak akan biarkan Joni adi prata menindasnya,." jawab andre . Rangga tiba tiba tertawa .


"Jangan khawatirkan aku , joni dah berubah dah pandai bisnis ."ucap Rangga .


"Itu alasan kamu keluar dari keluarga Adi prata ." ucap moge .


"itu hanya status .tidak ada hubungan darah , bukan masalah ." ucap Rangga .


"tapi kamu telah membesarkan nama baik perusahaan nya bang ."ucap Moge .


"Aku hanya karyawan bisa keluar setiap saat . Sudah jangan bahas diriku . Istirahatlah aku keluar terlalu lama , indah dan Arga pasti menantiku ." ucap Rangga .

__ADS_1


"Salam buat kakak ipar , ndre antarkan abangmu pulang . Andre hanya mengeluarkan kunci mobilnya untuk Tangga .


"Ambang ambil lah ini ." ucap Andre .


"tidak usah ndre aku juga bawa mobil di perusahaan GM sana ." ucap Rangga .


"Baiklah Bang biar Aku antar pulang kalau begitu ." ucap Andre .


Rangga berpamitan pada George dan Moge , tapi tiba tiba moge ingin di peluk .


"Jangan lupa tancapkan Nisan untuk ku , aku ingin berbaring di samping Ayah ." bisik moge di samping telinga Rangga . Rangga merasakan tangan moge jatuh terkulai di sampingnya .


"moge ..


"Abang ..papa ...sabar pa, iklaskan abang .." Rangga langsung berdiri menolong andrean .


"papa tarik nafas pelan pelan .ya moge sudah sembuh dari sakitnya . Dia ingin di makamkan di samping Ayah ." george menarik nafas dalam dan menghembuskan perlahan .


"Baiklah , sekarang pulang ke rumah papa kabari istrimu biar di jemput oleh sopir ." ucap George .


"Jangan pa , Indah sedang hamil muda , aku takut kabar duka akan membahayakan kandungan nya , aku telah banyak berhutang dalam hidupnya ." ucap Rangga,. George mengangguk .


***


Hari pemakaman moge tiba , suasana di pemakaman sangat ramai . Seperti permintaan moge Rangga menancapkan batu nisan sesuai dengan permintaan moge .


" istirahatlah dengan tenang adik ku ." gumam Rangga sambil menabur bunga di atas pusara moge .


"Bang istirahat lah dengan tenang , aku akan melindungi anak cucu bang Rangga ." ucap Andre dalam hati .


Semua pelayat telah meninggalkan pemakaman .tinggal keluarga Rangga dan George yang ada .


"Nak Rangga , inilah makam Ayahmu , kirimlah do'a untukmu . Mungkin ini pertama kalinya mengirim do'a dan berziarah ke sini ." ucap George .


"Iya pa , " Rangga menuntun Indah dan Arga ke sebelah makam moge .


"Ayah , maaf baru bisa datang sekarang , tidak perlu Rangga jelaskan dan kenalkan , Ayah pasti telah mengenal mereka ." ucap Rangga.


"Assalamuallaikum kakek kenalkan namamu Arga indra adimana , sangat di sayang kan kek , aku tidak bisa kenalkan calon istriku padamu ." mereka yang ada di sana saling pandang .


Rangga dan Indah merasa mukanya sangat tebal karena malu dengan ucapan Arga bocil yang baru genap lima tahun bisa sebut calon istri .

__ADS_1


Setelah selesai berziarah Rangga membawa keluarga kecilnya menginap di rumah George . Rangga melihat luasnya Rumah lama Ayah nya .Andre sendiri yang membawa Rangga ke kamar yang telah di sediakan oleh Andre sendiri .


__ADS_2