
"Jawab pertanyaan papa dengan anggukan atau gelengan ." ucap Arga kepada Indira yang ada di atas pangkuan nya . Indira dengan cepat juga menganggukkan kepalanya .
Argapun berbisik di telinga Indira .Angel yang penasaran dengan apa yang di lakukan anak dan ayah hanya bisa bertanya lewat matanya .Indira hanya terkikik mendengar bisikan Papanya di telinganya .
"Apa ."tanya Angel akhirnya .
"Rahasia ." teriak Arga dan Indira sambil bertos ria .
Indira segera turun dari pangkuan Arga dan berlari mencari sus nya .
"Suster Ayu aku mau tidur ." teriak Indira . Angel merasa heran biasanya Indira selalu tidur bersamanya tapi kenapa malam ini dia memanggil susnya .
"Mas ." protes Angel .
"Kita juga harus tidur sayang ." ucap Arga sambil membopong Angel untuk pergi ke dalam kamar . Arga membaringkan tubuh istrinya pelan pelan ke atas tempat tidurnya . Pelan pelan ia raba perut istrinya .
"Apa dia belum hadir di sini ." tanya Arga sambil mencium perut istrinya dengan lembut .
"Mungkin dia tau , sekarang bukan waktu yang tepat sayang . Kakaknya masih butuh perhatian kita ." ucap Angel .
"Baiklah , tadi mas bertanya pada Indira apa kah dia mau adik ." mata Angel membulat .ia ingat raut wajah yang begitu bahagia di sana .
"Jadi dia bahagia karena mas katakan itu ." Arga mengangguk mendengar pertanyaan Angel .
"ya dan besok kita akan pergi bulan madu , sejak menikah kamu selalu sibuk merawat indira , mas merasa tidak adil dengan mu ." ucap Arga yang membaringkan kepalanya di D**a istrinya . Angel tersenyum sambil mengelus rambut istrinya .
"Indira juga ikut kan ." tanya Angel , ia cemas Suaminya akan meninggalkan Indira sendirian di rumah bersama Artnya .
"tidak sayang , walau dia selalu merebutmu dari mas . Mas tetap akan mengajak dia dan susnya ikut ." ucap Arga , Angel menarik nafas dan mengeratkan pelukan nya .
Pagi pagi sekali Arga memboyong keluarga kecilnya pergi ke sebuah pulau yang indah . Ia menyewa resort untuk mereka tinggal .
Setelah seharian bermain di pantai mereka kembali ke resort untuk istirahat malam .
"Sayang kamu ingat apa yang papa katakan kemarin ." tanya Arga pada Indira . Indira mengangguk dan meraih tangan susnya dan pergi ke kamar mereka .
"Rara sayang ." panggil Angel .
"Mama , mulai sekarang Indira ingin tidur dengan sus Ayu , jangan lupa cepat beri adik buat Rara ." ucap gadis kecil itu .tiba tiba Angel menunduk dan meraba perutnya .
__ADS_1
Angel mau tidak mau harus melepaskan Indira pergi , ia tau apa kebutuhan Arga sekarang . Dan malam ini adalah malam istimewa bagi mereka berdua . Mereka bisa menikmati malam pengantin baru dengan leluasa , dan sangat indah tak dapat mereka lupakan .
Waktu berjalan dengan cepat setelah itu hari hari yang di lakukan oleh Arga dan keluarganya hanyalah kebahagiaan .mereka lebih sering pergi dan jalan jalan . Arga merasa cemas pernikahan mereka telah berjalan berbulan bulan , tapi anak keduanya belum juga hadir di rahim istrinya . Ia takut bila sumpah Angel demi membuktikan cintanya dulu di dengar oleh malaikat .tapi tiba tiba ada sesuatu yang melintas di otaknya , Argapun tersenyum dan berangkat ke kantor .
Dan siang ini Angel memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya untuk memberi kejutan kepada suaminya sambil mengantarkan makan siang .
"Sayang mau ikut mama ke kantor papa ." ucap Angel .
"Mau ma , mama mau pakai baju warna apa ." tanya Indira , Angel memicingkan matanya .
"Kenapa ." tanya Angel .
"Aku mau kita coupel ma ." Angel pun mengangguk kan kepalanya . Mereka segera pergi menuju ke ruang khusus baju untuk mereka pakai .
Angel dan Indira memutuskan pakai baju hijau tosca . Angel dan Indira tampak cocok memakai baju tersebut . Mereka tampak cocok sebagai anak dan ibu pakai baju couple an .
Dengan di antar oleh sooir pribadi mereka berdua pergi ke kantor Arga .ngomong ngomong pekerjaan Anis telah di gantikan oleh adiknya Angita .
Angel jadi tidak sabar , ia segera mengandeng tangan Indira untuk segera menemui Arga . Ketika berada di dalam lift tiba tiba Indira terpekik .
"aa mama , aku lupa tidak mengikat rambutku seperti rambut mama ." ucap Indira . Karena saat ini Angel sedang mengikat rambutnya jadi satu di belakang , sehingga leher Angel yang jenjang terekspos semua .
Tapi entah kenapa hari ini Angel ingin melakukan nya . Menggoda arga sepertinya sangat menyenangkan buat hatinya .
"Tunggu sebentar ." Angel segera mengambil ikat rambutnya dari dalam tasnya . Kemudian ia mengikat rambut indira mirip seperti ikatan rambutnya .
"sudah .. Wah Rara semakin cantik ya di banding mama ." ucap angel , itu bukan pujian tapi memang kenyataan Angel maerasa akhir akhir ini dia malas untuk bersolek . Dan pujian itu membuat Indira senyum senyum sendiri .
Tak lama kemudian lift yang mereka tumpangi telah sampai di lantai tempat kerja Arga . Di meja resepsionis telah berdiri seorang gadis cantik melemparkan senyuman nya untuk Angel dan Indira .
" selamat siang nyonya dan nona cantik ." sapa Anggita dengan sopan . Anggita tau kisah perjalanan Angel di kantor selama mengejar cinta Bosnya dari Kakaknya .sekarang mereka yang pernah mencemooh Angel sekarang menjadi ketakutan .
Tentu saja mereka menjadi ciut nyalinya semenjak Bosnya menjadikan Angel sebagai Istrinya .
Angel melambaikan tangan nya kepada Anggita ." Apaan sih kamu ta . Bagaimana kabar kamu , apa Arga masih suka marah marah ." tanya Angel .
"Udah engak mbak , kan sudah ketemu pawangnya ." Angel melebarkan matanya .
"semenjak menikah dengan mbak Angel , pak Bos baik kok mbak , murah senyum sopan lagi ." jawab Anggita .
__ADS_1
Angel mendelik melirik Indira sembari ngedumel kepada Anghita .membuat anggita semakin terkekeh .
"Ngomong ngomong mbak udah isi ya , wajah mbak beda lo tambah cubi ." ucap Anggita .
Angel hanya mengendik kan bahunya , karena ia juga merasakan apa yang di katakan oleh Anggita .tak hanya wajahnya tapi juga tubuhnya . Tapi Angel belum memeriksa kan nya .
"Semoga kalian bisa melahirkan bareng an ." ucap Anggita .
"maksudmu , Is mi sudah hamil ." tanya Angel , Anggita mengangguk tersenyum .
"Baiklah aku masuk temui Bosmu dulu ya . Mau antar makan siang buat dia " ucap Angel sambil angkat rantang nasinya .
Sementara di ruang kerja Arga sedang sibuk dengan sekretarisnya . Arga Terkejut dengan kedatangan anak dan istrinya . Dimana istrinya datang dengan mencepol rambutnya tinggi tinggi .
"Alvaro , kamu keluarlah dulu ." ucap Arga tiba tiba . Bukan apa apa hanya Arga kesal melihat rambut istrinya yang di cepol . Sekretarisnya kan jadi ikut melihat leher jenjang istrinya . Itu membuat Arga menyebalkan .
"Mama Rara duduk ke sana duluan ya ." ucap Indira . Indira menunjuk kursi tamu , Angel mengangguk dan akan menyusul bila Arga tidak menahan nya .
Arga menarik Angel ke dalam dekapan nya ." Ma , kenapa rambutnya di ikat , begitu tinggi ." bisik Arga di dekat telinga Angel hingga membuat Angel kegelian .
"Sengaja ." jawab Angel menggoda Arga , sifat menggoda nya kepada Arga tidak pernah hilang walau mereka telah menikah .
Decak sebal meluncur mulus dari bibir Arga . Tiba tiba saja Arga meraba perut Angel ." jangan lakukan itu sayang , aku bisa mati menahan hasrat ini ." ucap Arga .
Angel ingin tertawa , ia sangat senang bila melihat suaminya tergoda ."kan tinggal lepas baju dan lanjut apa yang mas ingin lakukan ." jawab Angel .
Arga berdecak lagi dengan kesal ." Tidak bisa sembarangan sayang . Mas tau jagoan mas sedang tumbuh rahim mu ." bisik Arga membuat Angel terkejut .tak lama kemudian Angel tersenyum sambil membalik kan badan nya menghadap suaminya .
"kamu benar benar seorang suami dan papa yang hebat , " ucap Angel sambil meluk dan mengecup bibir suaminya .
" kamu yang membuat aku hebat sayang ." balas Arga .
"Mama , papa Rara juga mau di peluk ." teriak gadis itu berlari mendekati kedua orang tuanya .
Arga dan Angel melepaskan pelukan nya dan meraih tubuh putrinya bersama sama . Indira tertawa bahgia dapat kecupan di masing masing pipinya dari kedua orang tuanya .
Tamat
Terimakasih buat pembaca yang setia dan budiman . Terima kasih atas like dan komen nya sampai bertemu di cerita baru .MY TEACHER IS MY MOMMY .
__ADS_1