Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
184


__ADS_3

"semoga tidak terjadi apa apa . Semuanya baik baik saja ." ucap Anis . Karena Anis juga tidak tau apa sebenarnya yang terjadi di pesta malam minggu kemarin .


Tapi Anis merasakan Angel telah berbuat kesalahan fatal , di lihat dari nada bicara Arga yang mengeram kesal dari seberang telepon . Anis pastikan akan terjadi masalah besar menimpa Angel .Anis segera berlari cepat menemui Angel ke ruangan nya .


"An ..Aan ." Anis mengetuk pintu ruangan kerja Angel dan Arga . Angel mengerutkan keningnya melihat kegugupan Anis .Anis melambaikan tangan menyuruhnya keluar . Angel segera keluar menemui anis .


"Ada apa Nis , bentar lagi arga datang , dia pasti ngak suka.kalau lihat kita bergosip di sini " ucap Angel mengingatkan Anis . Anis segera menarik Angel kenpinggir pintu .


"Kamu buat kesalahan apa dengan pak Arga ." tanya Anis .


"Kenapa , nis ." Angel semakin gugup , karena Anis tau kalau semalam dia ada masalah dengan Arga


"Apa Ayah yang memberi tau kamu ." tebak Angel . Anis berdecak kesal .


"Bukan ayahmu , tapi pak arga sendiri barusan telepon ke meja kerja aku , dia kelihatan kesal sekali menanyakan dirimu sudah sampai kantor apa belum , apa sih yang sudah kamu perbuat ." jelas Anis .


Angel semakin gugup , terlihat jelas di wajahnya penuh kegelisahan , ia melirik ke kanan dan ke kiri karena khawatir .


"Aduh gawat ! Aku juga tidak tau , semalam aku lakukan kesalahan yang seperti Apa ,? Anis benar aku lupa ." ucap Angel .


"Lupa gimana ." tanya anis semakin heran .Angel belum menjawab bibir nya hanya komat kamit ngak tau mau ngomong apa . Anis telah menunggu beberapa.menit .


" Angelia ." ; geram Anis , ia menyadarkan Angel yang wajahnya.sudah memucat .


"kamu sebenarnya ada apa ." tanya Anis kembali .

__ADS_1


Seolah tersadar dari tingkah anehnya Angel membulatkan matanya. Baru saja ia akan menjawab Arga sudah muncul di kelebatan matanya


"Nanti aku ceritakan ! Ada pak Arga , buruan ke meja kamu ." ucap Angel sambil.berlari kembali ke meja kerjanya sendiri yang berada di ruangan Arga .


Anis juga segera lari ke mejanya Agar tidak terlambat menyapa pak Bosnya . Beruntung ia sudah siap berdiri di belakang mejanya Arga masuk .


"Selamat pagi pak Arga ." Anis membungkuk seperlunya , Arga juga menjawab dengan gumaman . Anis mengelus dada tidak mendapat teguran dari Arga karena bergosip dengan Angel .


Arga langsung masuk ke ruangan nya , ia melihat Angel duduk di meja kerjanya sendirian . Angel segera berdiri mendekati Arga . Dan menyapa dengan penuh hormat .


"selamat pagi pak ." sapa Angel dengan jantung berdegup tidak karuan .ini pertama kali ia bertatapan langsung dengan Arga secara sadar . Setelah malam sabtu kemarin di pesta


Arga memberinya tatapan tajam , seolah ia telah melakukan kesalahan yang sangat besar .


"Pak soal kemarin malam .....


***


Sementara Johan yang sengaja.berangkat lebih lamban untuk menghindari kemacetan . Tetapi kota metropolitan tiada hari tanpa kemacetan . Sesekali Johan menekan pedal gas nya .


Dalam perjalanan di sela sela kemacetan Johan mengingat pertemuan nya dengan Andre kemarin pagi , senyum sinis muncul di antara kedua sudut bibir Johan saat mengingat reaksi Andre .setelah mendengar tujuan dan keinginan nya datang silaturohmi .


"Sayang umpan belum mengenai sasaran ." ucap Johan . Karena keinginan nya kemarin tidak di terima atau di tolak oleh andre . Sangat sulit mendekati pria parubaya itu , sesulit mendekati putrinya .


"memang mereka cocok menjadi anak dan Ayah sama sama sulit di dekati ."gumam Johan lagi .namun bukan berati ia akan menyerah ia ada masih punya cara lain untuk mendekati Angel .dan mencapai tujuan nya .

__ADS_1


Sepulang dari rumah Andre bukan berati Johan akan mengakhiri niat dan tujuan nya .Johan hanya tidak mau memaksa , karena ia masih membutuhkan orang orang pengusaha sukses di zaman sekarang .Dan Johan masih menghargai Angel .


"Lihat saja nanti , akan ada waktu di mana aku bisa yakini Ayah Angel , kalau bisa Ayah dan anak harus bisa aku dapatkan .


Tidak ada yang tau rencana Johan seperti apa. Tapi di lihat dari siapa saja yang dia temui , Johan pasti punya sesuatu yang besar atau orang luar biasa di belakangnya . Yang mungkin sulit untuk di acuhkan . Selain karena nama belakangnya yang juga memiliki pengaruh yang besar . Johan juga mempunyai kartu AS yang lain . Yang juga tak kalah penting untuk melancarkan rencananya kali ini .


"Aku sudah tidak sabar ." ucap Johan yang masih dalam perjalanan menuju ke perusahaan GM Group . Johan membelok kan mobilnya di perempatan jalan dan di depan nya telah terlihat gedung megah pencakar langit GM Group .


Mobil melaju dengan mulus karena telah melewati kemacetan . Menuju perusahaan GM Group .


"Sempurna ." pekik Johan . Hanya tinggal beberapa menit saja . Johan sudah tidak sabar bertemu dengan orang orang yang mungkin saja sudah beberapa dari mereka yang dia sudah kenal . Entah bagaimana reaksi mereka kelak .


Sementara Angel semenjak mendapat bentak kan dari Arga tadi , dia terus membungkam mulutnya ia tidak mau Arga semakin murka . Angel tau Arga masih berperang dengan diri sendiri . Setelah mampu mereda emosinya mungkin baru dia akan membahas masalah kemarin malam


Juga karena sekarang jam kerja mungkin Arga juga ingin fokus dengan tanggung jawabnya dulu . Angel hanya berani mencuri curi pandang , itu juga hanya untuk memastikan , Apakah laki laki yang ia sukai itu masih menatapnya dengan tatapan tajam atau tidak .


Namun Angel tidak mendapati tatapan tajam dari Arga laki sejak tadi pagi ,Bahkan menolehpun engan .Helaan nafas berat akhirnya keluar dari mulut Angel . Entah masalah apa sebenarnya yang ia hadapi . Angel sadar ini bukan hanya sekedar dirinya meninggalkan dia pergi ketika sedang ada di pesta malam kemarin .


Angel yakin ada masalah lain yang sedang mengusik pikiran Arga saat ini . Tetapi Angel tidak tau masalah apa itu . Ingin bertanyapun ia takut kejadian pagi tadi terulang lagi . Hatinya terasa sakit saat di bentak Arga dengan kasar tadi pagi .lebih baik ia menunggu sampai Arga sendiri yang mengatakan apa sebenarnya yang telah terjadi di antara mereka hingga Arga semarah ini padanya .


Angel benar benar berharap itu bukan sesuatu yang tak dapat lagi di toleransi oleh Arga .


"Apa aku semalam mengajak Arga tidur bareng ? Sehingga dia begitu marah padaku ." gumam Angel pada diri sendiri .


"Ayo Angel pikirkan baik baik , ingat ingat lagi , apa yang telah kamu lakukan . Di malam pesta kemaren ." ucap.Angel dalam hati lagi .

__ADS_1


Namun tak satu pun ingatan nya tentang malam itu menghampiri ingatan nya . Angel benar benar tak menemukan jawaban nya .pikiran nya benar benar buntu .kejadian terakhir kali yang ia ingat adalah , saat ia di tarik pergi oleh Arga . Menjauhi pesta ,setelah itu terjadi apa Angel sudah tidak ingat .


__ADS_2