
"Bukan pak , saya tidak terlalu dekat dengan Johan ." sanggah Angel .
"Saya tau dari Anis ." tambah Angel .
"Kalaupun dari Johan , saya juga tidak perduli , karena kamu bukan lagi orang saya lagi ." balas Arga yang melukai hati Angel .
"Tapi saya tetap akan jadi sekretaris bapak ." ucap Angel , Arga terkekeh .
" Bukan saya yang menginginkan kamu kemarin , tapi Johan . Kalau sampai dia mengambil alih perusahaan ini . Maka bosmu adalah dia ." ucap Arga . Walau sebenarnya ia tak rela Johan merebut Apa yang telah ia perjuangkan selama ini. Tetapi entah kenapa Arga ingin mengatakan itu semua kepada Angel , atau ia hanya ingin agar Angel bisa menilai kalau dirinya kejam .
Angel memandang Arga dengan tatapan nanar . Kecewa , jelas , saat ia mendengar penolakan dari bosnya tersebut . Namun Angel bertekat untuk tetap berdiri di sisi Arga apapun yang terjadi . Tidak perduli Arga akan membencinya , atau bahkan mengusirnya berkali kali .
"Arga tidak boleh menderita sendirian , " gumam Angel dalam hati , ia tidak akan membiarkan laki laki itu menanggung beban ini sendirian .
"Terserah bapak saja , saya akan terus di sini sampai saya bosan dan pergi sendiri , tapi sepertinya saya tidak akan bosan , pak ." balas Angel atas perkataan Arga beberapa menit yang lalu . Sambil memamerkan gigi putihnya walau sebenarnya ucapan nya bukan candaan . Angel juga tidak bermaksud melucu , ia hanya bermaksud mengurangi ketegangan di antara dirinya dan Arga .
Tak hayal ucapan Angel membuat Arga berdecak kesal . Angel selalu saja keras kepala , di usir seperti apapun , di abaikan seperti apapun dia pasti tetap akan kembali lagi dengan penuh senyuman . Padahal semalam Arga sengaja meninggalkan dia , saat dia pergi untuk membuatkan kopi untuk dirinya .
Dan pagi ini Arga mengira , Angel akan benar benar menuruti ucapan nya yang telah memecatnya .tetapi Angel datang dengan penuh senyuman walau datang sedikig terlambat , menyebalkan sekali .
"Baiklah pak .jam berapa rapatnya di mulai ." tanya Angel setelah menunggu Arga yang tak kunjung bicara . Ia juga ingin memastikan jam rapat yang akan di laksanakan . Namun Arga tak kunjung memberitaunya , tapi Arga malah sibuk memberinya tatapan tajam .
__ADS_1
Tapi Angel juga mengabaikan itu , ia biarkan Arga berbuat semaunya , Biar saja Arga kesal dengan sikap keras kepalanya .
" Bapak ,! Mettingnya di mulai jam berapa , walau bagaimana saya masih sekretaris bapak lo ." Angel kembali bertanya .
Arga mulai merasakan nyeri di area kepalanya melihat sikap Angel .mau ia abaikan berapa kalipun ia tetap akan keras kepala .
" kam sembilan nanti ." pada akhirnya Arga menjawab pula pertanyaan Angel . Meskipun dengan suaranya yang terdengar ketus .
Angel tersenyum mendengarnya . Ia berdehem sejenak sebelum kembali ke mejanya ,Meninggalkan Arga yang masih saja menatap tajam ke arahnya . Sungguh menyebalkan tapi tidak bisa menghentikan angel . Tidak tau karena apa , padahal mudah baginya untuk memerintah security untuk mengusirnya , menyeretnyansekaligus kalau mau .
Arga mengabaikan pikiran nya itu dan kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan nya . Rapat yang di adakan secara mendadak ini benar benar mengusik nya . Dan beberapa pertanyaan memenuhi benaknya .namun Arga tidak bisa berbuat apa apa . Ia menjadi CEO DI GM Group juga atas pilihan para pemegang saham .
Jika sekarang para pemilik saham ingin kan dirinya turun jabatan ia juga hanya bisa memijit kening nya , walau tidak terima ia juga tidak bisa apa apa .
Saham yang di miliki oleh Arga tidahlah banyak hanya 10 persen , sementara keluarga Adi prata memiliki 20 persen , jadi unggul dari Arga bila ingin kan kedudukan seorang CEO .Arga juga tidak tau siapa pemilik saham terbesar di perusahaan itu kenapa tidak menyuruh putranya menjadi seorang CEO biar tidak terjadi kejadian seperti yang Johan lakukan .
Johan pemilik saham terbesar nomer dua , sehingga walau Arga melakukan pembelaan juga akan berakhir sia sia . Bila semua orang memaksanya turun .dan semua orang mendukung Johan , maka hancurlah masa depan Arga,.
Kepala Arga semakin nyeri ia coba untuk memijitnya agar sedikit reda , wajahnya juga kelihatan suram , dalam sepuluh menit dia telah menghembuskan nafas dengan kesal sebanyak dua kali , Angel melihat itu semua , karena diam diam Angel memperhatikan Arga . Ia juga merasa kasihan padanya . Akhirnya Angel berdiri dari duduknya dan pergi menuju pintu ruangan , yang mengundang perhatian Arga , Arga hanya melihatnya , sebenarnya ia penasaran tapi engan untuk bertanya .
Angel pergi menuju pantry dan membuatkan Arga segelas kopi .Arga terkejut saat melihat Angel datang dengan segelas kopi di tangan nya . Arga segera pura pura sibuk agar tak ketahuan bila ia terharu dengan tindakan kepedulian Angel pada dirinya .
__ADS_1
"Pak ngopi dulu biar ngak suntuk dan pusing ." ucap Angel dengan berani .Tapi Arga tetap pura pura mengabaikan nya kembali .
"Ayolah pak di minum dulu , semalam saya buatkan kopi tapi bapak pergi begitu saja tanpa bilang sama saya ," ucap Angel . Mendengar itu Arga segera melirik sinis kepada Angel .ia tau Angel sedang menyindirnya .terpaksa Arga menerima kopi buatan Angel . Karena mencium Aroma nya Arga lupa kalau masih panas , Arga langsung meminumnya .
"Ahhh ....hah...hahh...." Arga segera meletakkan gelas kopinya ke atas meja kemudian mengipasi lidahnya yang terbakar kopi .
Angel terkekeh melihatnya .alih alih menolongnya Angel malah menertawakan . Membuat Arga menatapnya dengan tajam .di karenakan lidahnya yang terbakar terpaksa Arga tidak bisa protes .
"uupss." Angel menghentikan tawa kecilnya ,lalu Angel mendekati Arga tanpa Arga duga .Angel yang keras kepala itu tiba tiba mencondongkan wajahnya ke arahnya , membuat Arga menahan nafas .
"Mau ngapain ." tanya Arga waspada . Angel mencebikan bibirnya .namun ia tidak beranjak dari tempatnya . Wajah Angel masih tetap berada di depan wajah Arga .
"Angelia ." geram Arga .
Angel mencebik ke arah Arga , membuat Arga tiba tiba menginggat kejadian malam itu. Benda kenyal milik nya dan milik Angel bersatu saling ******* tidak ingin di pisahkan .
"Astaqfirulloh , kenapa aku mengingat kejadian itu lagi , kalau seperti ini harga diriku akan jatuh dan hilang entah kemana , kalau samapi Angel mengingat kejadian malam itu ." gumam Arga dalam hati .
"Saya hanya ingin meniup lidah bapak yang terbakar ."ucap Angel yang entah gimana Angel akan melakukan Arga tidak bisa membayangkan . Karena Angel kembali lagi untuk menggodanya .
"seperti ini ." tiba tiba Arga merasakan ada semilir angin yang sejuk mengelilingi bibirnya yang sedikit terbuka .
__ADS_1
Demi Alloh , jantung Arga berdetak dengan cara yang tidak seharusnya .lajunya cepat tidak seperti biasanya . Sementara ingatan Arga didominasi oleh kejadian malam itu . YA ALLOH .....Arga menjadi sesak sekarang .