Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
128


__ADS_3

Arga menilai Angel sangat keras kepala. Ia sudah menyuruh Angel untuk pulang . Tapi Angel tidak mau ia takut Arga melakukan itu untuk alasan memecatnya nanti , sehingga ia tidak akan pergi meninggalkan kantor sebelum Arga juga pergi .


"Angel saya sudah selesai kamu tidak mau pulang juga ." ucap Arga dari tempat duduknya . Arga mengerutkan keningnya saat tidak mendapati sautan dari sekretarisnya itu . Arga merasa ada yang aneh dengan sekretarisnya . Arga berjalan siap untuk pulang dan mendekati kursi sekretarisnya itu .


Kerutan di dahi Arga berubah menjadi kekehan di bibirnya . Setelah mendapati sekretarisnya tertidur di kursinya .


"Dasar sekretaris nekat ." ucap Arga sambil menyentuh dagu Angel , kali ini dia menatap Wajah Angel dengan tatapan yang berbeda .


"astaqfirulloh ." Arga sadar dengan apa yang dia lakukan segera menghempaskan dagu Angel dengan kasar . Tapi Angel tak terganggu sedikitpun . Dalam tidurnya pun Angel tetap keras kepala .Arga memegang kepala Angel dan mengoyang ke kanan dan kiri dengan kasar .


"Bangun ." panggil Arga , tapi Angel masih tetap tidak membuka matanya .


"Angelia andriana ." pekik Arga , dengan cara apa pun Angel tidak bisa di bangun kan . Apalagi dengan cara tidak masuk akal pun Angel tetap tidak membuka matanya .Arga kesal dan ia putuskan untuk membiarkan Angel sendirian di dalam kantor . Arga tidak ada rasa kasihan sedikitpun .


Tak lama kemudian setelah Arga pergi meninggalkan kantor , Angel mulai membuka matanya . Dengan pelan ia mengerjapkan matanya , untuk menyesuaikan penglihatan nya . Pupil matanya membulat saat tidak menemukan bayangan Arga di kursi kerjanya .


Buru buru angel berdiri tegak dan menebarkan pandangan nya , untuk mencari keberadaan CEO GM group yang terkenal dingin itu . Namun Angel tidak menemukan keberadaan Arga .


"Pak Arga , Astaga ." pekik Angel tidak terima .

__ADS_1


" Dia meninggalkan aku seorang diri di sini ." sungut Angel pada diri sendiri .


Angel dengan kesal ia meraih tasnya dan pergi meninggalkan ruangan nya . Arga benar benar ingin membuat Angel kesal dan segera mengundurkan diri dari kantornya .


"Dasar CEO nyebelin , aku jadi penasaran bagaimana sikap dia kalau sudah jatuh cinta , bucin apa tetap seperti kutup utara ." ucap Angel rasa kesalnya menguap begitu saja . Kini berubah senyum senyum sendiri karena rasa oenasaran nya .


Angel senyum senyum sendiri seoerti orang gila karena telah di mabuk cinta kepada Arga . Tidak tau masalah apa yang mampu membuat Angel sangat benci berat kepada Arga nanti . Karena sikap cuek dan dingin Arga sama sekali tidak mampu mempengaruhi nya . Ia tetap baik baik saja .


Angel segera pergi meninggalkan kantor tempat kerjanya . Dengan mengendarai mobil kesayangan nya . Mobil dari hasil jerih payahnya , bukan dari orang tuanya . Usia masih muda tapi prestasinya luar biasa.


"Maaf ya kesayangan . Hampir saja kamu menginap di sini sendirian , gara gara CEO freezer itu ." ucap Angel pada mobilnya . Angel benar benar seperti orang tidak waras , sikapnya sangat slow , barang mati yang bisa gerak karena mesin pun ia ajak bicara .


Angel segera menyalakan mobilnya dan pulang ke tempat tinggalnya . Walau ia baru kerja kurang lebih satu tahun di GM Group , Angel bukan tinggal di kontrak kan atau kos kosan . Ia mampu beli mobil mewah , ia juga bisa membeli Apartemen di perumahan elit di kawasan Jakarta . Sebelum masuk Ke GM Group Angel telah bekerja di luar negri sambil kuliah


"Hah maklum lah , manusia memang tempat nya salah dan kilap ." ucap Angel menyemangati diri nya sendiri , ia ingin buktikan pada Ayahnya .Ia tidak boleh selamanya berdiri di balik bayang bayang nama besar Ayahnya . Ia harus bisa mandiri tanpa mengunakan nama Ayahnya .


Angel mengeleng kan kepalanya . Ia melihat jam di doasboard mobilnya . Malam telah menunjuk kan pukul sembilan . Setengah jam lagi ia baru bisa sampai di apartemen . Angel mengebut bila tidak ada kendaraan lain dan akan pelan bila melewati kemacetan .


Angel telah sampai di apartemen nya . Ia peganggi perutnya yang sudah terasa perih , karena seharian ia belum juga makan makanan untuk mengisi perutnya . Karena sibuk dengan urusan meeting dan Bos dingin nya , Dan sekarang ,Cacing cacing di perutnya telah protes .

__ADS_1


"Ceplok telur aja lah , sudah ngak kuat lapar banget perut aku dah minta di isi ."gumam Angel saat pintu life berdenting . Tiba tiba muncul seseorang yang juga akan naik ke apartemen lantai atas . Pemuda seumuran Angel , berjaket kulit hitam .


Pemuda itu menipiskan bibirnya sehingga terbentuk senyuman tipis yang sangat sopan . Tapi Angel merasa tidak mengenali orang muda itu . Angel mengangguk pelan dan mengalihkan pandangan nya lurus kedepan .


KRUYUK ....KRUYUK.. Anggel merasa malu , wajahnya memerah .


"hahah saya lapar ." ucap Angel saat pria yang ada di dalam lift bersamanya menatapnya dengan tatapan penuh jenaka .


Demi Alloh Angel merutuki ulah peeutnya yang sembarang berbunyi . Ia merasa malu dan saat pintu lift terbuka Angel segera lari keluar . Tapi langkah Angel terhenti dan pupil matanya melebar saat melihat pria itu juga berhenti di lantai yang sama dengan nya . Pria itu nyengir menunjukkan giginya , Agel meringis malu dan langsung masuk ke pintu unitnya yang telah terbuka .


"Astaga Aan , semoga besok tidak akan ketemu dengan dia lagi ." gerutu Angel .Angel bergegas membersihkan dirinya dan segera mengisi perutnya . Ia tidak berharap dirinya jatuh pingsan karena kelaparan .


***


Pulang dari kantor Arga segera mandi dan menemui putrinya , Arga memberi nama putrinya Angela Indira Abimana . Ia menyematkan nama istrinya karena ia percaya istrinya selalu berada di antara dirinya dan anaknya . Ia berjanji tidak akan pernah mencari penggantinya .


Malam ini karena lembur , Arga pulang tidak bisa bertemu dengan putrinya . Putri nya telah tidur pulas di kamarnya bersama babysisternya , yang juga terlelap di sampingnya .


Arga kembali ke kamarnya ia menatap lagit langit kamarnya yang terasa gelap seperti hidupnya semenjak di tinggal oleh keluarganya juga istrinya .

__ADS_1


Arga menatap foto pernikahan nya dengan Aan , senyum ceria istrinya begitu lepas seakan tidak akan pernah ada badai yang akan datang menghancurkan rumah tangganya .


Sungguh Arga baru saja merasakan kebahagiaan dengan kehadiran Aan . Aan yang manja selalu menebar senyum menyambut kepulangan nya dari kerja . Kebahagiaan nya bertambah saat buah cinta mereka juga hadir dalam rumah tangganya . Tapi siapa yang menyangka . Bila Alloh bersabda kun wayakun apa yang Alloh minta maka terjadi begitu saja .


__ADS_2