Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
201


__ADS_3

Arga memberi jeda kepada Angel , nanti akan dia.lanjutkan lagi rayuan mautnya . Arga bersumpah apapun yang Angel lakukan bersamanya . Arga akan pastikan Angel akan kesulitan untuk melupakan nya .


Angel dan Arga keluar dari ruangan secara beriringan . Banyak karyawan yang telah keluar meninggalkan meja kerjanya dan pergi makan siang , dan ada juga yang baru juga kembali ke kantor . Namun juga ada yang tidak keluar makan siang karena pekerjaan nya belum selesai .


Arga dan Angel berjalan menuju lift , meja Anis jug sudah kosong ." syukurlah kalau dia sudah pergi makan siang ," tadi Angel sangat khawatir kalau Anis akan menunggunya untuk pergi makan siang seperti biasa , kalau tidak ia akan merasa sangat bersalah membiarkan teman nya menahan lapar . Dan hari ini tanpa di duga Arga mengajaknya pergi makan siang bersama .


"Kenapa ." tanya Arga saat melihat rasa bersalah di wajah Angel setelah mereka berada di dalam lift . Dan pintu lift mulai tertutup.


Angel menoleh menatap Arga , lalu mengeleng sambil tersenyum.." ngak Apa apa pak , tadinya saya kira Anis belum makan siang dan masih menungguin aku . Kan kasihan kalau dia nunggu dan justru saya makan siang bersama bapak ." ucap Angel.


Arga mengangguk singkat . Lain kali ia akan menyuruh Anis pergi makan siang sendiri . Karena waktu Angel hanya miliknya sekarang . Dan makan siang hanya akan mereka habiskan bersama .


Obsesi Arga untuk mendapatkan apa yang harus ia dapatkan , memang benar benar tidak bisa di anggap main main . Arga tidak bisa di remehkan begitu saja . Sayang nya Angel tidak menyadari dan mencurigai semua itu .


"Kita makan di mana Pak ."tanya Angel , karena pertanyaan nya tak di tanggapi oleh Arga sejak tadi .


"kamu mau makan di mana , An ." tanya Arga balik .


Sekali lagi Angel di buat terkejut mendengar pertanyaan Arga . Tidak pernah Arga bertanya dirinya akan makan di mana. Karena ketika Arga terpaksa makan siang dengan nya pun Arga yang menentukan tempatnya .


Bukan nya penasaran dengan perubahan Arga , tetapi Angel justru malah semakin gemas saja . Ia kegirangan merasakan perhatian yang bosnya itu berikan .

__ADS_1


Bukan salah Angel juga , karena Angel sudah sangat lama menunggu Arga . Setahun Angel mendambakan perhatian dari Arga seperti ini . Setiap hari Angel merayu laki laki itu agar jatuh kedalam pelukan nya. Dan sekarang ia mendapatkannya .tentu saja Angel tidak akan pernah menaruh rasa curiga kepada Arga .


"Terserah pada ku ,Pak ." tanya Angel , mulai menganti panggilan saya jadi aku seperti saat di kantor .


Arga kembali mengangguk kan kepala , tentu saja Angel kegirangan sekali .


"Sebenarnya aku ingin makan siang di tempat favorit aku , tapi tempatnya jauh akan memakan waktu banyak , dan pasti saat kembali ke kantor jam kerja udah lewat ." ucap Angel .mengingat itu semangat Angel jadi redup .


"tidak usah saja ,Pak . Kita makan dekat dekat sini saja ." ucap Angel .Arga mengerutkan kening nya heran .


"Kenapa ."tanya Arga .Angel menatap Arga dalam hati bertanya . "Apakah kata katanya tadi tidak di dengar oleh Arga . Apa yang dia pikirkan ."


Angel menghembuskan nafasnya . Kebimbangan menghantui pikiran Angel . Apa harus ia jujur karena ia tidak ingin membebani Arga . Tapi melihat sorot mata Arga yang menuntut kejujuran terpaksa Angel mengatakan nya " jauh pak , nanti kita pulang pasti terlambat , melewatkan jam kerja . Jadi tidak usah kesana ." jawab Angel .


Sudah lama Angel tidak ke sana karena juga di sibukan kerja . Ia tidak boleh kecewa memang tidak bisa ke sana bersama Arga siang itu . Karena memang jaraknya yang jauh . Juga ia tidak mau terlambat balik ke kantor . Meskipun pekerjaan nya telah ia selesaikan bersama Arga . Tapi masih banyak kerjaan lain yang masih menunggu mereka di kantor .


Hanya akan buang waktu dan tenaga bila harus makan ke sana . Angel mengerti itu , tapi yang tidak angel mengerti adalah Arga mengiyakan unyuk pergi makan siang di restoran favoritnya . Setelah diam cukup lama .


"Ayo kita ke sana ." ucap Arga bersamaan dengan terbukanya pintu lift . Sambil menoleh sebelum keluar dari lift . Tapi Angel terpaku dengan jawaban Arga membuatnya hampir terjebak dalam lift bila Arga tidak segera menarik tangan nya .


"Astaga ! , hampir saja ." Angel menepuk dada sendiri karena saat ia keluar di tarik oleh Arga pintu bergerak akan menutup dengan otomatis .respon Arga dengan ajakan nya benar benar membuat Angel tidak bisa konsentrasi . Angel benar benar merasakan perubahan di diri Arga tapi perubahan Arga sedikitpun tak mengundang kecurigaan di hati Angel . Angel hanya ingin menikmati semua ini .

__ADS_1


Angel mengangguk tegas setelah bisa menata diri ." Ayo berangkat ." lanjut Angel dan mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor .


***


Dari mulai makan siang , hingga kembali lagi ke kantor .Angel benar benar menikmati kebersamaan nya dengan Arga . Laki laki itu benar benar telah berubah menjadi perhatian terhadap Angel .


Angel ingat betul semenjak keluar dari lift dimana dirinya hampir saja terjebak di dalam nya seorang diri . Arga Terus menggandeng tangan nya , hal yang tak pernah ia pikirkan , sebelumnya benar benar terjadi . Angel bertanya tanya , kenapa Arga berubah menjadi begitu perhatian pada dirinya seperti ini . Pasti bukan tanpa Alasan laki laki itu mendadak menggandeng tangan nya . Tentu ada sebuah kejadian yang membuat genggaman tangan itu bermula .


Angel yang diam diam memikirkan perubahan Arga , dan terharu dengan sikap manis yang Arga berikan , tanpa sadar ada sebuah motor yang hampir menyerempetnya , motor ojek onlin yang biasa lalu lalang mengantar pesanan makanan karyawan yang tidak bisa keluar untuk makan siang .


Dan itu semua juga atas ijin dari perusahaan . Arga memberikan hak dan kebebasan pada karyawan nya asal tidak melampaui batas dan prosedur perusahaan . Dan naasnya motor itu hampir saja menabrak Angel . Dan itu kesalahan Angel yang asyik melamunkan Arga .


Beruntungnya Arga dengan cepat menarik Angel , sehingga Angel tidak mengalami luka . Arga pun refleks memarahi Angel dan kembali seperti sifat biasanya . Dan Angel bukan nya menangis atau ikut marah . Ia malah tersenyum terharu . Karena Arga meminta maaf setelah memarahinya .dan kembali mengenggam tangan Angel lagi .


"Pak , kenapa harus genggam tangan aku ." tanya Angel .


"Biar Aman . Habis kamu jalan mata bukan untuk melihat depan tapi di taruh di lantai . Kamu lihat bawah terus memang di bawah ada apa ." tanya Arga .


Angel tidak bisa menyembunyikan senyuman nya . Ia bisa terima alasan Arga sebagai ke amanan . tapi dalam hati Angel menjawab pertanyaan Arga ." Ada cinta .".


Tanpa Angel duga , benar benar sebuah kejutan . Saat akan masuk ke dalam mobil pun Arga membukakan pintu mobil untuknya . Walaupun terkejut Angel tetap menikmati semua itu .

__ADS_1


__ADS_2