Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
209


__ADS_3

"mama dengan senang hati menerimanya . Mama pikir akhir pekan ini akan bagus bila kita bertiga pergi berlibur ." ucap Angel dan sengaja memberi saran agar lebih cepat di laksanakan liburan nya .


Indira tentu saja mengangguk saja tapi tetap Arga yang akan memutuskan nya .


"Bagaimana mas ." tanya Angel .pada akhirnya Arga mengangguk juga . Ia tidak mungkin menolak , ia takut akan berimbas pada hubungan pura puranya .


" Baiklah , akhir pekan kita akan berlibur ." ujarnya .tentunya Angel dan Indira sama sama bahagia . Replek Indira berlari mendwkati Angel dan bertos ria bersama , setelah itu baru Indira mengijinkan papanya pergi mengantarkan mamanya pulang . Apalah arti berpisah sebentar bila nanti akan terus sering bertemu . Indira melambaikan tangan nya mengikuti mama Angelnya benar benar di bawa pergi oleh papanya .


***


Arga pertama kali mengantarkan angel pulang ke apartemenya . Tanpa Angel ketahui Arga tersenyum sinis ketika mereka sampai di basement gedung apartemen Angel .


"Anak orang kaya tetaplah kaya . Lihatlah tempat tinggalnya saja di gedung pencakar langit yang megah dan mewah . Yang menjadi tempat tinggalnya ." Arga baru menyadari itu semua , Angel memang layak menjadi anak putri George . Dari keberaniannya dan wawasan nya memang mencerminkan seorang anak konglomerat .


" mas mau masuk dulu ." ucap Angel menawari Arga untuk mampir .


Arga berpikir pikir sebentar kemudian menganggukan kepalanya dengan singkat .


"Boleh ." ucap Arga , selain itu ia juga ingin melihat tempat tinggal Johan .yang menurut Angel adalah tetangganya itu .


"Ayo ." ajak Angel keduanya pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam lift , yang akan membawanya ke lantai tempat tinggal Angel .


"Benar benar apartemen yang mewah ." komentar Arga . Begitu keluar dari dalam lift .

__ADS_1


"Iya mas , ngomong ngomong ini aku beli pakai uang aku sendiri lo ." ucap Angel entah kenapa ia ingin Arga tau semua itu .


Arga sedikit terkejut mendengar pengakuan Angel . Ia tidak menyangka kalau Angel memakai uang sendiri untuk membeli apartemen semewah itu . Padahal Ayahnya seorang miliarder ,tapi kenapa ia beli sendiri ."gumam Arga . Tapi Angel yang terus menatapnya sambil menganggukkan kepala tidak mungkin berbohong .


Arga akui Angel memang gadis hebat , mampu membeli apartemen semewah ini pakai uang sendiri , bagaimana tidak usia Angel terbilang masih sangat muda ?. Tetapi ia sudah punya tempat tinggal sendiri . Angel sungguh gadis mandiri .


"Mas kagum ya ." tanya Angel sarat dengan godaan .


"hanya tidak menyangka saja An ." jawab Arga jujur .


Mau tidak mau ,Angel tersenyum malu mendengar jawaban itu . Ia merasa di puji oleh Arga .


"Iya ini hasil jerih payah aku , semenjak sekolah SMA, aku bekerja sambil sekolah . Ayo silahkan masuk mas ." ajak Angel ketika mereka telah sampai di depan pintu salah satu unit Apartemen .


Angel terkekeh sambil menggelengkan kepala ."bukan mas , tapi itu pas di depan itu ." ucap Angel menunjuk pintu yang ada tepat di depan nya .


"Ahh aku ternyata salah tebak ya ." balas Arga ikut terkekeh .ia sengaja pura pura bodoh , Agar Angel sendiri menunjukan tempat tinggal Johan .


"Ayo masuk , biar aku buatkan kopi ." ucap Angel . Argapun mengikuti langkah Angel masuk ke dalam unit apartemen milik Angel .


"Mas duduk saja dulu biar aku buatkan kopi ." ucap Angel menyuruh Arga duduk di sofa . Tatapan mata Arga menyapu seluruh sisi ruangan apartemen Angel . ruangan itu sangat bersih tak ada satu bjngkai fotopun di sana . Semisal foto Ayah Angel , Apalagi foto Angel sendiri ,tidak satupun bingkai foto yang tergantung .


Tatapan mata Arga tertuju pada sebuah bingkai foto tergantung di dinding dekat tv . Arga penasaran dan mendekat foto seorang wanita dan gadis kecil seumuran putrinya . Raut wajah mereka hampir sama .

__ADS_1


"Itu bunda aku ." ucap Angel tiba tiba hingga mengejutkan Arga ." itu adalah foto kami dimana selang beberapa hari bunda meninggalkan aku dan Ayah ." jelas Angel .


Arga terdiam . Ia dapat melihat tatapan sendu Angel pada Bingkai foto tersebut ." apakah dia merindukan ibunya ." tanya Arga dalam hati . Tiba tiba Arga teringat Indira putrinya ."Apa mungkin Rindu putrinya sebesar rindu yang di miliki oleh Angel sekarang ini ."


Arga jadi berpikir , Apakah Angel benar benar menyayangi putrinya , di lihat dari dia yang sama sama tidak mempunyai seorang ibu .


"Apakah kamu tidak punya seorang ibu tiri ." tanya Arga . Sedikit lancang , tapi Angel kelihatan tidak keberatan untuk menjawab .


Angel menggelengkan kepalanya ." Ayah ngak pernah busa mencintai wanita lain . Mungkin Ayah takut mereka tidak bisa menerima keberadaan aku sepenuhnya . Jadi semenjak bunda pergi meninggalkan kami sampai detik ini ia memutuskan untuk sendiri , tapi walau bagaimana aku juga dah dewasa suatu hari aku juga harus menikah , tentu Ayah akan semakin kesepian di masa tuanya .jadi sebelum aku menikah aku juga ingin ada wanita yang bisa menemani di masa tua Ayah nanti ." ucap Angel sambil menghembuskan nafasnya .dan menatap Arga .


"Mungkin konsep Ayah dengan mas sama . Tidak bisa atau sulit mencintai perempuan lain , mungkin juga karena masih mencintai almarhumah ." ucap Angel sekali lagi Arga terdiam .


"Mas tau sekitar Enam tahun yang lalu saat aku berkunjung ke tempat saudara aku di Inggris , di tengah jalan aku menemukan seorang wanita jatuh pingsan , aku menolongnya melarikan dia ke rumah sakit , mas tau apa yang terjadi pada wanita itu . Dia sedang hamil tiga bulan , tapi jantung dia bermasalah . Dokter memintanya agar menggugurkan kandungan nya ,tapi apa jawaban wanita itu ." Cintaku , hidupku , hanya untuk suamiku , sekarang anak dalam kandunganku adalah cintaku , hidup suamiku ". Di tidak mau menggugurkan kandungan nya ." Angel menghela nafas nya . Ia tatap jam tangan pemberian wanita itu di sela sela tumpukan barangnya .


Lamunan Angel kembali ke enam tahun yang lalu ."mbak rumah mbak di mana biar saya antarkan dan jelaskan ke suami embak ." wanita itu menggelengkan kepalanya .


"Tidak usah kita bertaruh dengan takdir mau kah kamu ." ucap wanita itu .


"Apa , jangan main main dengan takdir ." ucap Angel .


"Dokter telah memvonis aku , ada anakku maka tiada aku .ini jam tangan dari suami aku , kita juga pernah bermain takdir kita tunangan masih kecil akhirnya kita berpisah dan di 0ertemukan lagi jadi suami istri . Sekarang aku serahkan takdir anak dan suamiku padamu ,jaga dan cintai mereka , jadikan anak ku sebagai anak mu sendiri dan suamiku sebagai suamimu . Aku akan menjaga mereka untukmu ." ucap nya .


"tapi mbak , aku juga tidak kenal siapa mereka ."ucap Angel kekeh .

__ADS_1


"ya maka itu biar takdir yang menemukan kalian .ini kamu pegang dan simpan jam tangan ini , bila jam tangan ini berhenti berdetak maka itu tandanya aku tiada di dunia ini . Bila ada seorang anak memanggilmu mama dan jam tangan itu berdetak kembali maka dia lah anak mu dari aku , yang kamu selamatkan hari ini ." Angel mengalihkan tatapan matanya kepada Arga .


__ADS_2