
"Saya buatkan kopi pak , biar bapak tidak mengantuk ." Akhirnya Angel mengambil keputusan sendiri , bertanya pada Arga sama halnya ia melakukan perbuatan yang sia sia . Arga benar benar tidak menganggapnya ada .
Semoga saja dengan secangkir kopi bisa membuat hati Arga , bisa mengasihinya . Semoga pengorbanan nya ini bisa menggerakkan hati Arga .
Angel pergi melangkah ke pantry perusahaan , dengan telaten ia meracik kopi untuk Arga . boleh jujur hati Angel sedang menahan sebuah tanggul yang siap terbobol oleh arus . Ingin rasanya ia menangis dengan perlakuan Arga .
"Kenapa aku jadi seperti pengemis begini ya ." kekehan keluar dari mulut Angel .
" Entah bagaimana reaksi Ayah , kalau tau putri kesayangan nya di perlakukan seperti ini oleh pak Arga ." Angel mengendikan bahunya .
"Ya sudahlah yang penting Ayah tidak tau , semua beres , aku juga sudah minta pada Anis untuk tidak cerita pada Ayah ." gumam Angel sambil membawa kopi yang sudah ia racik menuju ke ruangan nya bersama Arga .
Pelan Angel membuka pintunya pandangan nya tidak lepas cari cangkir nya takut kalau kopinya tumpah .
"pak ko...pi ..." Angel tak menemukan Arga di ruangan nya . Mejanya juga sudah bersih oleh berkas berkas yang menyita waktunya seharian ini . Sekarang berkas berkas itu telah tersusun rapi .
Angel mendesah kala matanya tidak menemukan tas kerja dan jas Arga yang biasa tergantung di sudut ruangan nya . Arga pulang tak memberi taunya . Total Arga ingin menghindarinya mengacuhkan nya .tidak memperdulikan nya .
"Ini gila ! Arga pulang tanpa mengatakan apa apa ." Angel mengepalkan tangan satunya . Hatinya sedih sekaligus kesal , karena Arga benar benar tidak perduli pada dirinya .
***
Sementara Anis pulang tadi telah di jemput oleh Andre , baru saja ia masuk ke dalam mobil., Andre telah memberikan perhatian nya .dia meraih pergelangan tangan Anis dan dengan pelan pelan Andre mengurutnya .
__ADS_1
"Mas , darimana kamu tau tangan aku terluka ." tanya Anis yang ikut mengelus tangan Andre yang sedangbmemijit pergelangan tangan nya .
Hati Anis bahagia , walau Andre tidak menjawab nya tapi malah mengecup kedua punggung tangan nya bergantian .
"Kasihan Aan mas ." ucap Anis . Baru kemudian Andre mengangkat wajahnya dan membawa Anis masuk ke dalam pelukan nya .
"Jangan khawatir apa yang di lakukan dan di rasakan Aan selama ini pasti akan terbayar setimpal . Sekarang dia dalam misi pengorbanan ."ucap Andre .
"Hanya satu yang ku pinta darimu . sebagai calon ibunya , tolong beri dukungan dan semangat untuknya , aku tau siapa yang melukai kalian , aku akan pergi ke luar negri dalam beberapa hari ,tolong jaga Aan untuk ku ." ucap Andre sambil mengecup kening Anis .
Anis hanya bisa mengeratkan pelukan nya .sebagai balasan cinta dan kasihnya pada laki laki paruh baya di depan nya , Tapi masih saja tetap muda , ia sandarkan kepalanya di dada pria itu . Jantung nya ikut berdebar mendengar irama detak jantung Andre .
"Mas jangan takut pergilah , tapi jaga dirimu untuk ku , aku akan jaga diri Aan untuk mu ." ucap Anis sambil meraba rahang Andre . Andre memejamkan matanya menikmati sentuhan Anis . Ia tak membuka matanya walau Anis sering menggodanya dengan cara mengecup rahangnya , atau memainkan jari jarinya di dada Andre . Andre bersumpah tidak akan pernah menjamah wanita tanpa sebuah ikatan . Ia hanya mengeratkan pelukan nya kepada anis .
Sementara Arga yang pulang sampai ke rumah juga hanya diam tanpa menjawab sapaan ke dua pembantunya . Bi nina melirik sinis pada suster monica , yang merasakan perubahan pada rekan kerjanya yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri itu .
Suster monica mengintip Arga yang duduk di tepi ranjang Indira . Masih sore Indira telah tidur , seharian dia rewel selalu mencari Angel karena gadis kecil itu merasakan sesuatu terjadi pada perempuan yang telah di anggapnya sebagai mamanya .
Suster monika bersembunyi saat melihat Arga berdiri , sekilas ia melihat Arga menghapus sudut matanya .
***
Pagi menjelang , tidak seperti biasanya Angel tidak bersemangat seperti ini . Hari ini dia merasa engan untuk pergi mandi dan berangkat kerja .untuk pertama kalinya Angelia Andriana merasa bimbang untuk berangkat ke kantor.
__ADS_1
Jika biasanya ia semangat 45 , tapi hari ini kakinya begitu berat untuk di langkahkan ke kamar mandi , dan berangkat ke kantor .tak lain dan tak bukan masalahnya karena Arga kelihatan sekali telah menolak kehadiran nya lagi , di perusahaan pencakar langit itu .
Angel duduk di tepian tempat tidurnya ia menghela nafas lesu . Ia ulangi sekali lagi , ia menarik nafasnya dalam dalam sebelum ia hembuskan perlahan lahan .
"Aku harus bagaimana lagi ." bahu Angel terasa berat , meski keinginannya untuk tetap berada di sisi Arga sangat amat besar . Tetapi kini Angel merasa ragu karena Arga benar benar tidak ingin melihat wajahnya lagi .
"Aaaaaa." Angel kembali menggulingkan badan nya ke atas tempat tidur . Ia masih sibuk memutuskan mau ke kantor atau tidak .
"Apa aku pergi tinggalkan dia sampai dia membawa sekretaris baru saja ya ." tanya Angel pada diri sendiri , sambil menarik rambut sendiri karena merasa kesal . Mendadak ia menyesal mengunakan Indira untuk mendekati Arga .
"Benar kata Anis , mengunakan Indira konskuensinya sungguh luar biasa . Arga benar benar membenciku sekarang . Sekarang dia menatapku bagai benalu , sangat menganggu nya ." gumam Angel .
"Astaqfirulloh , kepalaku pusing sekali , bagaimana ini ." Ringis angel menunjuk kan kalau kepalanya benar benar sakit luar biasa . Karena semalam ia juga tidak bisa tidur nyenyak ia memikirkan hubungan Indira selanjutnya . Setelah ketahuan oleh Arga . Kasihan Indira dan juga dirinya , janjinya yang menyiksa bukan sikap Arga pada dirinya .
Angel masih bergulingan di atas tempat tidurnya . Engak tau apa yang harus ia lakukan . Semwntara matahari semakin tinggi , tiba tiba ponsel berdering . Angel meraih ponselnya yang ia tarus di atas nakas .
Kening angel berkerut saat melihat sang penelpon ,"Anisa ."..guman Angel kebingungan dan segera menggeser tombol hijau di ponselnya . Siapa tau sahabatnya itu membawa informasi penting .
"Hallo ibu selamat pagi , kenapa ." sapa Angel .
"Kamu di mana An ." tanya Anis dari sebrang dengan kebingunggan . Dengan tampang lesu dan putus asa ia menjawab .
"Aku masih di apartemen kenapa ." tanya Angel ikut gugup .
__ADS_1
"astaga !, kenapa kamu masih di apartemen ." pekik anis .
Angel menghembuskan nafasnya lesu . Ia melihat jam yang ada di ponselnya . Ia jam telah menunjuk kan pukul Tuju , bukan lagi waktu untuk bersantai santai . Seharusnya jam segini ia harus sudah berada di kantor .