Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
92


__ADS_3

Wulan menapak kan kakinya ke dapur dengan senyum manis pada wanita yang berumuran tiga puluh limaan tahun . Namanya nani dia juga sudah punya anak dan suami .


" mbak Nani ada yang bisa saya bantu ." tanya Indah pada Artnya . Indah tidak enak hati kalau harus duduk dan menunggu . Indah tidak biasa dan risih harus di layani seperti di kehidupan yang baru ia jalani .


"Tidak ada nyonya , semua sudah hampir selesai ." jawab mbak nani dengan sopan . Indah mengangguk dan kembali ke kamar lagi . Putranya masih tidur , Arga tidur setelah mandi tadi .


Ponsel Indah berdering . Tanpa melihat siapa yang menelpon Indah langsung mengangkatnya saja , ia sudah bosan di rumah sendirian .


"Hallo ." sahut Indah . Ia butuh teman untuk bicara .


"Kamu sedang apa ." ternyata Rangga yang menghubunginya .


"Hanya duduk sambil menunggu Arga tidur ." jawab Indah jujur , ia memandangi wajah putranya yang tidur dengan nyaman . Indah rasanya ingin kembali bekerja dan berinteraksi dengan orang lain . Tinggal di rumah yang besar ini membuatnya kesepian .


"kalau kamu bosan , kamu bisa datang ke restoran bawa juga Arga ." ucap Rangga . Mulai minggu depan Rangga akan bekerja di perusahaan papanya . Perusahaan telah melakukan seleksi pemilihan sebagai pemimpin perusahaan .dan Rangga mendapatkan suara delapan puluh persen dari seratus suara .


Indah berpikir Rangga akan mengijinkan nya kembali bekerja .


"Aku ingin kembali bekerja ."Kata indah menyuarakan isi hatinya .


"Apa kita masih harus bahas ini lagi . Bukan kah kita sudah mencapai final kesepakatan ." ucap Rangga .


"Aku bosan jika tidak melakukan apa pun." ucap Indah .


"Kamu bisa kembali kuliah Indah , kamu bisa kejar lagi mimpimu yang tertunda ." Rangga pernah mengusulkan itu kepada indah .

__ADS_1


Indah sebenarnya sudah tidak tertarik untuk kuliah lagi . Selain biaya yang cukup mahal , dia juga tidak mau meninggalkan Arga pada orang lain . Tapi ia ingin punya pendidikan yang setara dengan Rangga yang memiliki pendidikan tinggi .Ia tau Rangga mempunyai gelar pendidikan MBA S² di belakang namanya .


"Aku akan pikirkan tawaran mu itu ." ucap Indah .mungkin nanti setelah Arga berusia satu tahun baru ia akan lanjutkan kuliah .


"Baik lah , lakukan sesuai keinginanmu ." ucap Rangga . Kemudian Rangga memutus sambungan telepon nya karena kedatangan tamu .dan tamu itu tiada lain adalah papanya sendiri .


"Apa yang membawa papa datang ke mari ." ucap Rangga sambil menutup berkas berkas nya .


"seharusnya papa memberitau kamu , kalau Joni tidak akan tinggal diam . Dengan keberhasilan kamu terpilih menjadi pemimpin perusajaan ." ucap Adi prata .


Sejak awal adi prata sudah tau akan kecemburuan Joni kepada Rangga . Kalau bukan karena Rangga yang meminta agar Joni di masuk kan ke dalam anggota dewan perusahaan , adi prata tidak sudi memperkerjakan joni . Selain dia bodoh , joni juga sangat pemalas dan juga suka menghamburkan uang . Jika saja dia mau belajar mungkin adi prata akan melunak .


"Aku sudah mengantisipasi itu pa , tapi sebaiknya dia tidak berbuat terlalu jauh . Karena jika iya , dia hanya akan merugikan diri sendiri . Namun sebelum itu aku minta kepada papa untuk memecat direktur keuangan lebih dulu ." Rangga memberikan sebuah amplop , bukti kecurangan direktur keungan kepada papanya .


Adi prata menerima amplop itu dengan wajah terkejut . Karena direktur keuangan di perusahaan nya tidak lain adalah Ayah mertua Joni sendiri .pria itu bekerja sama dengan nya sejak perusahaan masih merupakan perusahaan standar .


"Bukan papa yang bodoh , mereka saja yang terlalu licin , serakah dan licik ." ucap Rangga .


Adi prata segera pamit pada Rangga , ia akan segera menyelesaikan benalu dalam perusahaan nya . Ia tidak ingin membiarkan mereka lama lama di perusahaan nya .Adi prata meninggalkan ruangan kerja Rangga sambil menghubungi sekretarisnya .


"jadwalkan perjalanan bisnis Joni ke luar negri selama satu minggu ." ucap adi prata .


"Baik pak ." jawab sekretaris adi prata .


"Lalu kamu suruh tim audit , untuk mengaudit berkas keuangan sekarang juga jangan sampai ada yang tau ." lanjut Adi prata . Setelah mendapat jawaban pasti dari sekretarisnya . Adi prata memutus sambungan telepon nya , dan segera meluncur ke perusahaan . Adi prata menempuh perjalanan kurang lebih dua jam untuk sampai ke kantornya .jalanan yang cukup padat menyita banyak waktu untuk adi prata .

__ADS_1


"Ada orang yang mengirimkan tim audit ke ruanganku pak .Sebaik nya tolong hentikan sekarang juga ." Adi prata baru saja sampai di ruangan nya .telah di serbu oleh direktur keuangan .


"saya yang menyuruhnya ."ucap adi prata dengan santai .


"kenapa anda tidak memberi tau langsung kepada saya . Kalau mau ada pemeriksaan ." ucap direktur keuangan dengan marah .


"ini pemeriksaan mendadak . Karena minggu depan Rangga yang akan memegang perusahaan ini . Dan sebelum pemimpin baru masuk , saya tidak ingin meninggalkan kesan buruk untuk presiden Direktur yang baru . " wajah direcktur keuangan seketika menjadi pias . Ia belum sempat menyembunyikan semua uang uang yang telah ia dapatkan dengan cara curang .


"Hasil pemeriksaan para audit akan kita bicarakan besok bersama para petinggi yang lain . Ada lagi yang di tanyakan pak ." tanya Adi prata pura pura tidak tau apa apa . Soal kecurangan Direktur keuangan .


"Begini pak Adi , kita kan sudah lama besanan , jika ada aku melakukan kesalahan harap , bapak bisa memakluminya ."


"Semua keputusan akan di ambil besok . Siapapun yang melakukan kecurangan ,akan di keluarkan dengan cara tidak terhormat ." ucap Adi prata .


***


Setelah adi prata yang datang ke restoran kini ganti mama Rangga yang datang berkunjung .


"Mama sudah makan ." tanya Rangga cuma basa basi pada wanita yang telah melahirkan nya . Karena tidak mungkin jam hampir menunjuk kan pukul tiga sore , mamanya belum makan . Dia sangat teratur dalam jam makan .


"Sudah ." jawab wulan mama Rangga dengan tatapan tajam ke pada rangga .


"Apa yang kamu coba sembunyikan dari mama Rangga ." tanya wulan . Ia melempar tas mahalnya ke sofa . Dan duduk di depan rangga , ia sudah tidak dapat lagi bisa bicara baik baik . wulan sudah sangat kecewa pada putranya .


"Rangga tidak menyembunyikan apa apa dari mama ." Rangga sudah menebak kalau mamanya sudah mengetahui tentang Indah dan Arga .

__ADS_1


"Jangan berbohong , Apa kamu kira mama bodoh ." Wulan sangat marah mengetahui putranya punya anak di luar nikah dengan wanita yang berasal dari kalangan rendah .


"Menurut mama , kenapa aku menyembunyikan nya ." Rangga balik bertanya dengan santai . Ia berusaha tidak terpancing dengan kemarahan wulan . Rangga hafal dengan sifat mamanya . Wanita itu sangat menjunjung tinggi nilai kesetaraan sosialita . Tidak peduli teman atau saudara ia tidak bisa terima kalau datang dari keluarga rendah .


__ADS_2