
"pak Wira suruh ceritakan berdirinya perusahaan malah curhat . Baiklah saya akan ceritakan siapa perintis perusahaan ini . Saya terlahir tidak sempurna karena punya penyakit jantung sejak lahir . Membuat ibu saya tak trauma untuk melahirkan kembali adik untuk saya . Suatu hari di tengah jalan kedua orang tua saya melihat seorang anak laki laki dan mereka angkat sebagai anak pungut . Tapi jiwa anak itu tak ternilai mulia nya . Beliau membalas jasa kedua orang tua merintis perusahaan ini hingga nafas terakhirnya .karena sebuah kecelakaan belaiau harus pulang ke rahmatulloh dengan sebuah amanah , yaitu sebuah jantung yang masih berdetak sampai saat ini di dalam diri saya . Dan beliau adalah putranya ." Rangga berdiri dan membungkuk memberi hormat ke pada para penanam saham .
" maaf tuan Geo apakah beliau akan bergabung dengan kita ." tanya salah satu penanam saham .
"Bukan bergabung , tapi akan memimpin kembali perusahaan ini mengantikan kedudukan Ayah nya sebagia presdir Direktur muda ." jawab Geo .
"Bagaimana dengan putra putra Anda tuan Geo , walau bagaimana beliau dan papanya hanyalah keluarga angkat ."ucap yang lain .
Joni meraba dadanya yang terasa sakit mendengar lontaran lontaran itu , kata kata itu juga pernah Joni lontarkan kepada Adik tirinya . Andre melihat perubahan di wajah Joni .
"Maaf tuan " semua ." andre angkat bicara .
"Saya sebagai putra kandung dari tuan Geo juga menyerahkan kepemimpinan ini kepada saudara saya , mas Rangga karena saya ada tugas sendiri di luar negri ." ucap Andrea.
"Maaf Tuan tuan terhormat . Saya di sini hanya sebagai wakil presdir Direktur , bukan presdir Direktur sesungguhnya , dan tolong beri saya kesempatan dan masukan nya ." ucap Rangga .
"Nak ," ..
"Papa jangan pernah paksakan sesuatu . Jaga kesehatan papa baik baik .".
"Tidak bisa nak , papa sudah lelah menunggumu tiga puluh tahun Nak ."ucap Geo .
"Pa hargai nasabah papa , ya ."ucap Rangga .
"Tuan Geo , bukankah anda punya putra kembar , Dimana putra sulung Anda ." tambah nasabah lain nya .
" Ahh.." pekik Geo meraba dadanya .
"Pa tarik nafas papa pelan pelan .ya istirahat lah dulu ."ucap Rangga.
"Mohon maaf ,dan mohon keikhlasan anda anda semua .kembaran saya baru meninggal kemarin lusa . " semua penanam saham berdiri serentak mengucapkan bela sungkawa . Rapat akhirnya di putuskan sesuai keinginan Pemimpin G M group karena kondisi dan situasi yang ada . Mereka juga ingin melihat kinerja Rangga terlebih dahulu .
Rapat telah di bubarkan tinggalah pak wira dan Adi juga Joni di ruangan itu bersama keluaraga Geo .
__ADS_1
"Andre bawa papa ke ruangan nya pastinya di sana ada tempat untuk berbaring ," ucap Rangga . Andre bersama Rangga memapah Geo masuk ke ruangan presdir Direktur .
"Opa Geo ," sambut Arga yang melihat Rangga dan andre masuk memapahnya .
"Arga duduk di sofa ya opa Geo tidak enak badan ."ucap Rangga .
"Biarkan papa duduk dengan Arga saja ."ucap Geo .Pak wira , Adi parta dan Joni masih mengikuti mereka .
"silahkan duduk semuanya ." ucap Geo mempersilahkan tamunya . Geo menatap Rangga yang mengawasi ruangan itu . Ruangan yang sangat luas dan nyaman .
"Ini semua Ayahmu sendiri yang mendesain nya , papa tidak pernah merubahnya sama sekali , duduklah di kursi mu Nak ." ucap Geo . Rangga mengangguk dan pergi .
"Boyy , kemana mami dan bundamu ." tanya Andre .
" papi naya ...papi naya ." suara tawa pecah di ruangan itu .
"Boy ..." panggil andre .
"maaf..."Arga menunjuk kan ponsel nya ke pada Andre .
"Iya , mami dan bunda tidur di kamar ." ucap Arga .
"Baiklah sekarang Boy duduk di sini sama papi ya ," ucap andre sambil membawa Arga ke pangkuan nya .
"ini putra nak Andre ." tanya Pak wira .
"Bukan pak , ini putra Bang Rangga , Arga indra abimana mahardika .
"Jangan di tambah tambahin ." ucap Rangga .
"Abang tidak ikhlas sekali jadi keluarga mahardika ." ucap Andre .
"ada waktunya sendiri dre tapi bukan Arga ." ucap Rangga .
__ADS_1
"ooo apakah dia putramu dari keturunan papi sayang ." tanya Andre .yang mendapatkan kekecewaan karena Arga ternyata tidur dalam pangkuan nya .
Pak wira masih penasaran dengan wulan .ia masih ingin mengungkapnya lebih dalam .
"Nak Rangga , apa Ibumu telah menikah dengan seorang Presdir sesuai keinginan dia dulu , sampai sampai ia menjebak Ayahmu hingga lahir kamu ." Rangga memejam kan matanya dan berdiri mendekati pak Wira .
"maaf pak Wira masa lalu jangan di ungkit kembali , coba anda lihat sini , apa anda kenal dengan beliau ." tanya Rangga sambil menunjuk Adi prata .
"tentu Nak dia sahabat putri saya ,juga klien saya juga , dan dia juga menolak putriku demi mamamu tapi tetap kalah dengan Ayahmu ." jawab pak wira .
"Tapi sekarang dia tetap menjadi istri saya pak wira ." jawab Adi prata .
"Ya untungnya kamu pemilik sah swbuah perusahaan besar , kalau tidak ..
"seseorang pasti punya masa lalu pak , cukup jangan di ungkit semoga kerja sama kita menghasilkan laba yang baik dan halal ." potong Rangga .
"Baiklah , saya ucapkan selamat nak Rangga semoga perusahaan akan semakin maju lagi , aku percaya dengan darah daging Abimana ."ucap pak Wira dan segera mengundurkan diri dari mereka .
"papa Adi Bang Joni aku mohon keberadaan aku jangan di bocorkan kepada mama . Aku tau kalau mama tau aku kembali ke keluarga ini lagi ,mama pasti akan terluka . Yang pasti ada waktu aku akan pulang menjenguk kalian ." ucap Rangga .
"Kenapa Nak .kamu tidak jujur saja , ada apa sebenarnya yang terjadi antara mama dan Ayahmu di masa lalu ."tanya Adi prata
"Papa mencintai mamakan ," Adi prata mengangguk .
"Bang kamu ikhlas menganggap mamaku sebagai mamamu kan walau hanya ibu sambung ." tanya Rangga .
"Ibu tetap ibu dik , tidak ada anak tiri saudara tiri , maafkan Abang yang kekanak an kepadamu selama ini . Seharusnya kamu mendapatkan kasih sayang mama ,tapi sejak umur lima belas tahun kamu sudah pergi dari rumah memulai hidup kamu sendiri ." ucap Joni .
"Alkhamdulillah kalau Papa dan Abang ikhlas menerima mama ,masa lalu tidak perlu di ungkit lagi yang penting kalian bahagia ." ucap Rangga .
"Tapi kenapa kita tidak boleh memberi tau mama akan keberadaan mu dik ." tanya Joni .
"Aku takut masa lalu mama akan melunturkan kepercayaan kalian pada mama ." ucap Rangga .
__ADS_1
"tidak Dik , tidak akan , kalau kamu beri kami tanda tanya kita bagaimana akan mengungkapkan ketulusan hati ini , katakan biar kami bisa memikirkan permintaan mu ." ucap Joni .
"mama bertengkar dengan Ayah , karena mama tau Ayah hanya anak angkat pemilik perusahaan ini , demi mempertahankan aku agar tidak di bawa mama pergi , ayah terpeleset jatuh dari tangga ." Joni dan Adi terperangah tapi mereka segera menguasai dirinya .