
Hari senin sepertinya hari awal yang berat setelah,weekend , hari senin seperti harus menjalani semua dari awal lagi . Tapi tidak untuk Angel , ia sudah merasa terbiasa dan sudah siap sejak pukul enam pagi tadi . Ia kini siap untuk meninggalkan apartemen mewahnya untuk berangkat ke kantor .
Tapi pagi ini tidak seperti biasanya ia harus bertemu dengan Johan dengan pakaian rapi dan lengkap pakai jas hitamnya seperti orang kantoran . Angel mengerutkan keningnya karena heran . Ia berpikir pikir dalam hati kenapa Jo berpakaian seperti itu . Karena tidak tahan oleh rasa penasaran nya akhirnya Angelpun bertanya .
"jo mau pergi kerja ." tanya Johan . Sejak awal Johan yang telah melihat Angel ia sudah melemparkan senyum dan kini senyumnya semakin lebar .
"iya ." jawab Johan singkat padat dan jelas ia berharap Angel akan terus bertanya sehingga ia bisa ngobrol banyak dengan Angel . Tapi sayang Angel hanya diam tak juga membuka mulutnya kembali .Angel hanya menangguk singkat menanggapi jawaban nya .
Johan kecewa melihat itu semua , tapi ia tidak boleh memendam kekecewaan nya terlalu lama . Terlalu dini ia membuat buruk harinya . Karena hari ini ia akan melakukan hal yang sangat luar biasa . Sebuah kesempatan yang sudah lama ia tunggu tunggu sudah di depan mata .
"Kamu ngak masuk Jo ." tanya Angel yang sudah lama menahan pintu lift agar tetap terbuka , demi menunggu pria itu .karena ia melihat johan tak kunjung datang . Johan malah menggelengkan kepala dengan bibir tetap tersenyum . Kadang kala Angel merasa ngeri melihat Johan sering menunjuk kan senyum padanya .
" kalau begitu aku duluan ya ." ucap Angel yang merasa tidak nyaman dengan senyum Johan . Seperti iklan pepsodent . Angel tidak lagi menahan pintu lift dan membiarkan pintu lift kembali tertutup . Lift terus bergerak turun menuju basement .
Setelah lift berhenti dan pintu terbuka , Angel segera keluar dari lift dan pergi mencari keberadaan mobilnya . Angel buru buru masuk ke dalam mobilnya dan segera melincur menuju kantor tempat kerjanya . Hari ini tidak perlu ia buru buru ke kantor karena waktu juga masih pagi .
Angel mengendarai mobilnya dengan santai setelah buru buru meninggalkan apartemen karena tidak nyaman dengan Johan .sekarang dia bersenandung ria sambil menunggu lampau merah berubah hijau . Angel meraih ponsel nya .
"Hallo selamat pagi ibu ." sapa Angel kepada Anisa .
"pagi , ada apa pak bos belum sampai nyantai saja ." jawab Anis .
" Ibu kedengaran bahagia sekali , ada kabar gembira apa ." tanya Angel .
__ADS_1
" sebelum aku jawab pertanyaan mu , jawab dulu pertanyaan aku ." tanya balik anis .
"ok ."
"tulus kamu menerima aku sebagai ibu sambungmu , sementara usia kita hanya terpaut lima tahun ." tanya Anis serius .
"Nis , usia bukanlah penghalang atau masalah , yang terpenting kita sama sama nyaman . Aku tidak mengharapkan atau menuntut kasih sayang kamu sebagai ibuku . Aku juga sudah pantas menjadi seorang ibu . Aku hanya ingin membalas budi baik Ayahku selama ini . Aku tau Ayah ku melakukan semua ini pasti bukan tanpa alasan ." Anis mengangguk di sebrang telepon .
"Anak perempuan sudah dewasa waktunya berumah tangga , waktu kita berbakti pada orang tua sudah terbagi , dan hanya ini yang bisa aku lakukan mencarikan teman di masa tuanya . Kamu mau kan , lagian Ayahku juga tidak kelihatan begitu tua ." ucap Anis .
"semua bukan masalah dan penghalang . Yang terpenting restu ." ucap Anis .
"ya Aku merestuimu ibu ." Angel mengerutkan keningnya mendengar tawa anis dari sebrang . Mungkin tawa itu ada air mata .
"Nis . Kamu baik baik sajakan ." tanya Angel penasaran .
"wah Ayah ku gercep banget .eehhh tunggu pasti kamu yang ngegodain Ayah aku . Sehingga Ayah takut khilaf sehingga menyuruh Alex melamar kamu untuknya ." Angel ikut tertawa mendengar Anis juga tertawa di sebarang telepon .
"eh Ibu , pak Bos udah datang belum ." Angel baru ingat niat nya untuk menelpon Anis .
"Belum masih pagi , hati hati nyetirnya ya ." ucap Anis .
"Siap Ibu ." jawab Angel dan segera mematikan ponselnya .
__ADS_1
***
Sementara Arga baru keluar dari rumahnya tanpa sopirnya . Ia lebih memilih mengemudi sendiri , ia perintahkan sopir pribadinya untuk mengawasinsuster monica . Arga memutuskan tidak menegur Sus monica dan Indiranterlebih dulu . Baginya biang dari semua adalah Angel maka ia akan menegur Angel lebih dulu .
Angel yang lebih dulu mendapat pelajaran tapi lambat laun Arga tetap Akan memecat suster monica karena telah bersekongkol dengan Angel untuk mempengaruhi putrinya . Arga tidak memikirkan keinginan putrinya yang sebenarnya . Ia belum mampu membuang egonya , semua orang harus menuruti apa perintahnya tapi tidak memikirkan apa akibatnya .
Arga tidak pernah memikirkan bahwa suster monica yang telah mendidik dan menyayangi Putrinya bagai putrinya sendiri . Kadang kata pepatah memang benar walau sebenarnya menyakitkan .yang beruang tetap menang , yang kaya tetap jaya dan berkuasa .
Arga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Tidak seperti Angel yang santai . Arga mengejar waktu karena sebentar lagi pasti akan macet karena jam kerja . Arga juga ingin sampai datang terlambat di kantor . Kalau bisa ia datang sebelum Angel sampai kantor lebih dulu .
Namun keinginan Arga harus kandas , karena ia sudah terjebak mancet , terpaksa ia mengurangi kecepatan mobilnya .
"Sial ." Arga memukul stir mobilnya . Ia lupa kalau hari ini hari senin . Hari senin adalah hari di mana orang orang memulai kerja pasti akan terjadi kemacetan .dan Arga malah melewati jalan titik di mana sering terjadi kemacetan .
"Sial sial ." Arga kembali memukul setirnya . Ia lirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya .jam tangan nya telah menunjuk kan angka tuju .
"Jam tuju tepat ." geram Arga . Arga segera menhubungi Anis .
"Apa Angel sudah ada di ruangan saya ." tanya Arga tanpa basa basi .
Anis tidak langsung menjawab , ia merasa aneh dengan Angel dan bos . Mereka berdua saling menanyakan satu sama lain sudah sampai kantor apa belum " kenapa mereka tidak langsung telepon ke nomor masing masing . Untuk tau kabar satu sama lain juga keberadaan mereka sekarang " .
"Anis . Apa kamu masih di situ ." panggil Arga membuyarkan lamunan Anis . Ia geram karena tidak mendapat jawaban segera dari anis .
__ADS_1
"Ah iya maaf pak , saya pergi melihat keberadaan mbak Angel dulu . Benar mbak Angel baru saja datang ke ruangan bapak ."jawab Anis dengan gugup , mendengar nada suara Arga yang tidak suka .
Tanpa bicara apa apa lagi Arga segera menutup ponselnya . Membuat Anis diam terbengong sendiri di mejanya sambil menatap Angel yang ada di dalam ruangan Arga .