Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
122


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat Arga dan Aan di pertemukan di sebuah kampus di Inggris ,siang itu Aan sedang duduk di sebuah bangku di bawah pohon ia sedang menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya .


"ehh jam tangan kamu suruh aku menunggu majikanmu sampai kapan . Apa majikan kamu masih berdetak seperti mu . Pergi tanpa beri kabar , katakan padaku dia melamarku lima belas tahun yang lalu itu sungguh sungguh atau cuma ocehan balita sih ." sungut Aan .


Arga yang kebetulan lewat di belakang Aan pun berhenti .ia melihat gadis yang ngedumel sendirian , ia tersenyum menatap jam tangan di pergelangan tangan gadis itu , juga kain yang melingkar di leher gadis itu .


"Ahh ." Arga duduk di bawah dan bersandar di kaki Aan .


"Bidadariku , maafkan aku , persyaratan yang mamimu berikan belum aku dapatkan . Sekarang aku masih sekolah .belum bekerja menghasilkan uang untuk membahagiakan kamu ." ucap Arga sambil mengeluarkan sapu tangan dari Aan dulu untuk menghapus keringat di dahinya .


Mata Aan terbelalak melihat sapu tangan nya di tangan Arga .


"Sayang ." Aan turun dari kursi tempat duduknya dan langsung memeluk Arga . Arga yang tidak siap tidak bisa menjaga keseimbangan . Membuat keduanya berguling guling ke semak semak . Kedua nya terengah dan saling pandang .


"Sayang , bahagia boleh tapi jangan seperti ini , bahaya tau , danau di tengah kampus ini tidak dalam tapi kalau kita jatuh ke sana tidak ada yang melihat kita bisa mati ." ucap Arga .


"Aku rela mati untukmu ." ucap Aan .


"Aku menunggu mu dah setengah mati tau ." ucap Aan .


"Maaf ." Arga membantu Aan berdiri dan ia bersihkan rumput rumput liar yang mengotori baju dan rambut Aan .Rindu Aan telah membuncah yang ia simpan sendiri selama ini ia luapkan seketika ia peluk Arga erat erat air matanya pun jatuh tak terbendung kan .


Aan tidak mau tau hari itu juga ia tidak mau berpisah dengan Arga terpaksa ia bawa pulang ke apartemen nya . mereka berdua di kejutkan oleh kedatangan keluarganya yang telah berdiri semua di ruang tengah apartemen nya .


"Ayah bunda , oma , opa ." sapa Arga melihat mereka berdiri mematung tanpa bicara .sedangkan Aan bersembunyi di belakang punggung Arga .


"Boy siapa dia bisa kau kenalkan sama opa Geo ." tanya Geo yang telah duduk di kursi roda . Kesehatan nya telah memburuk dari tahun ke tahun .


"Opa Geo , kenapa ke sini tidak memberi kabar dulu , opa Adi juga , Ayah juga ada apa datang sama sama ." tanya Arga .


"Bang kami datang mau beri kamu kejutan , bukan nya kamu yang terkejut tapi malah kami yang kamu beri kejutan ." ucap seorang gadis yang muncul dari belakangnya .


"Viona ,kamu juga datang ,ada apa ." tanya Rangga .

__ADS_1


"oma ,opa , pesona viona sudah di rebut Dia ." ucap viona adik perempuan Arga cemberut .


"eee tunggu bunda lihat ." viona menunjuk kain yang melingkar di leher Aan .


"Aan ." panggil Indah .


"Aan , kalian benar benar bertemu ." ucap Rangga .


"kalian jahat , tidak mau mempertemukan kami ." tangis Aan pecah dalam pelukan Arga .


"Sayang , bukan bunda yang tidak ingin mempertemukan kalian .ini permintaan mamimu sayang ." ucap Indah mengambil Aan dari pelukan Arga.


"kalau begitu Aan tidak mau berpisah lagi , Aan mau menikah sekarang juga dengan dia ." ucap Aan .


"kakak ipar tau dia siapa namanya ." tanya viona . Tawa viona pecah bersama oma dan opa mereka .


"Kakak , kakak mau nikah tapi tidak kenal namanya ."ucap Viona .


"Dia cuma pergi bawa hatiku sama kain sleyer aku .kalian semua jahat . Aku mau pergi saja hatiku dah kalian hancurkan ." ucap Aan dan melangkah pergi .


"hallo kakak ipar , kenalkan namaku jooohan . Keponakan dari Arga , pria yang telah mengikat kebebasan kamu sejak kecil tanpa penjelasan ." ucap pemuda yang mengenalkan dirinya bernama johan .dia putra Joni dan Ambar .


"kakak ipar sini duduk . Kamu kalau mau jadi istri dia harus hati hati . Kamu tidak aku dah hampir gila . Sejak masih dalam kandungan oma dan opa ku selalu menceritakan bagaimana kepinteran kecerdikan paman aku . Begitu aku lahir dan tumbuh dewasa aku harus bisa seperti pamanku dan anak nya ,sampai aku harus sekolah satu universitas dengan nya . Mau jadi apa aku ngak jelas seperti dia juga kan ." Aan menarik tangan nya dari genggaman johan yang tersenyum senyum sendiri membuat Aan bergidik .


" Eh kakak ipar sama aku saja tidak usah sama dia ." ucap johan .


"Johan , kamu bicara apa ."ucap Joni .


"bukan kah kalian ingin aku seperti dia , kalau begitu aku cari istri juga harus seperti kakak iparkan ,dan sayang nya kakak ipar hanya satu ." ucap johan sambil tertawa .


Aan bersembunyi di balik punggung Arga ." aku takut " .ucap Aan .


"Tidak apa apa duduk sini ." ucap Arga .

__ADS_1


"Ayah aku dah di pertemukan dengan Aan , boleh kah dia jadi kado ulang tahun aku yang 20 tahun ."ucap Arga .


"tapi kamu masih usia 20 sayang apa tidak terlalu muda ." tanya Indah .


"bunda ini pertemuan pertama dan terakhir ya . Kalau kalian pisahkan kami lagi , kalian hanya akan menemukan jasad ku saja ..


"Sayang , kenapa bicara begitu ." pekik Arga .


"Aku capek mas ,capek menunggumu , aku susah tidur aku selaku konsumsi obat agar bisa tidur ." tutur Aan .


"Maaf ." Arga membawa Aan dalam pelukan nya .Indah menatap Rangga yang juga sedang manatap Arga dan Aan .


"Mas , hubungi mas Angga dan mbak Nisa , kasihan Aan ,selama ini memendam semua seorang diri ." ucap Indah . Rangga segera mengeluarkan ponselnya menghubungi Angga .


"Nak siapa orang tua gadis itu ." tanya George .


"Sahabat mas Rangga semenjak keluar dari rumah Bang joni pa , mereka berdua merintis karir membuka sebuah kafe hingga menjadi sebuah restoran yang besar ." ucap Indah .


"Dari keluarga mana ." tanya George .


"perusahaan abadi group pa ." jawab indah .George mengangguk angguk kan kepala . Rangga masih berusaha menghubungi Angga .


"Aan kemana Ayah dan bundamu ." tanya Rangga .


"Mereka pergi ke ansterdam bersama oma dan opa keliling dunia selama satu bulan ."ucap Aan .


"Wahh kalian ngak bisa nikah tanpa mereka sayang , sebagai wali mu ."ucap Rangga .


"Aku tidak perduli , aku ngak mau pisah lagi dengan mas Arga ."ucap Aan


"Ayah tidak bisa kah kita menikah tanpa mereka ." tanya Arga .


"Boleh tapi Ayah percaya mereka akan membencimu , seumur hidup ." ucap Rangga .

__ADS_1


"Aku tidak perduli , karena kalian juga tidak perduli dengan ku selama ini ." jawab Aan .


Semua bertatap mata mencari solusi dan jawaban dari tatapan mereka masing masing .


__ADS_2