Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
195


__ADS_3

"An...sudah Annn.." pinta Arga dengan suara sedikit terbata .


Angel diam diam tersenyum penuh kemenangan .tujuan nya melakukan ini sebenarnya hanya ingin mengalihkan pikiran Arga .Angel tidak tega melihat sang pujaan hatinya terus terusan khawtir seperti tadi .


"Bapak kenapa , sesak ya . Biar saya lepaskan kancing bajunya pak ." Angel kembali berulah . Arga memejamkan matanya , ia tak sanggup menatap iris mata Angel yang tepat berada di depan matanya , Arga juga tak mampu menatap indra Angel yang lain yang berada di wajah Angel .


"Lah bapak jangan pingsan , bentar saya kasih napas buatan ya ." ujar Angel yang semakin menggoda dalam hati ia terkikik geli .


Seketika arga mendengar ucapan Angel , detik itu juga Arga langsung membuka matanya . Baru saja ia akan menghindari Angel ,matanya telah terkunci oleh tatapan mata Angel . Arga terdiam , ia menatap dalam iris bola mata Angel yang indah menjebak .


"Indah sekali ." puji Arga dalam hati , ia tidak mungkin mengatakan terus terang di depan Angel . Karena Arga menganggap Angel tidak akan pernah menjadi bagian dari hidupnya . Selain sebatas sebagai seorang sekretaris .tak perduli dari apa yang telah pernah Angel lakukan , Arga tidak perduli .


"Minggir ." ujar Arga penuh ketegasan .pada akhirnya Arga menekan perasaan asing , yang lagi lagi mengganggunya saat dirinya berdekatan dengan Angel .


"Saya bilang minggir ." Arga mengulangi perintahnya lagi . Angel tau saat ini Arga tidak bisa di ajak bercanda . Ia segera menjauhkan wajahnya dari hadapan Arga . Berdiri Sedikit menjauhi Arga adalah pilihan nya .


Angel sudah bisa menebak kalau Arga bisa bersikap seperti ini , menyebalkan . Tapi yang tidak pernah ia pikir adalah mereka tiba tiba di selimuti oleh rasa canggung seperti saat ini .


Sekarang yang ada hanya suara detik jarum jam tangan masing masing .Angel memilih diam karena takut Arga semakin marah . Tetapi ia tidak tau kenapa arga juga ikut ikutan diam , bahkan Laki laki itu juga engan menatapnya .


Angel juga ikut bingung di buat nya . Untung saja tiba tiba terdengar ada yang mengetuk pintu dari luar . Hingga Arga yang terdiam mengeluarkan suaranya .

__ADS_1


"masuk ." ucap Arga . Hingga pintu ruang an kerja terbuka dan muncullah kepala Anis di sana . Beberapa menit yang lalu Anis tau apa yang sedang terjadi di dalam ruangan itu . Tapi yang tidak Anis ketahui adalah , adanya kecanggungan di antara Bos dan sahabatnya itu .


"Maaf pak., para pemegang saham sudah datang semua ."ucap Anis memberi tau Arga sekaligus Angel . Arga melirik ruangan yang akan di jadikan tempat meeting . Memang benar para pemegang saham telah datang semua .


"Kenapa kamu tidak menghubungi lewat telepon ." ucap Arga sedikit kesal pada Anis .


Bukan Anis tidak menghubungi Arga lewat telepon tapi kedua telepon bos dan sekretarisnya , di hubungi tidak ada yang angkat sehingga anis terpaksa mengetuk pintu ruangan mereka .


Anis melirikke arah Angel . Karena Angel yang bertugas menyambungkan telepon itu ke meja Arga .Angel tau apa maksud lirikan Anis .


"Oh iya tadi saya dengar telepon di meja saya berdering ." Ucap Angel sambil mengelus tengkuknya karena salah tingkah . Arga ikut mengalihkan tatapan nya pada angel . Arga menatap tajam kepada Angel dalam hati mengatai angel tidak becus kerja .


"Makanya kerja yang bener , jangan suka main main ." sindir Arga dengan pedas , dan berdiri meninggalkan kedua sekretarisnya bergitu saja pergi menuju ke toilet .


"Aan , Ayahmu semalam bilang , kalau mau keluar negri , ngak tau berapa lama ." ucap Anis . Angel mengerutkan keningnya .


"kok bisa , Ayah saja ngak ada , lantas siapa yang mengadakan rapat dadakan ini . Segitu kuatnya kah pengaruh Adi prata di perusahaan ini , gawat ." gumam Angel dalam hati .


"An ,kamu tidak apa apa kan . Kalian tadi sedang ada masalah apa ." tanya Anis .


Angel menggelengkan kepala nya ." tidak apa apa , apa kalian semalam bersama ." Anis mengangguk kan kepalanya .

__ADS_1


"Kamu jangan cari gara gara dulu sama pak Bos , pak Arga sekarang lagi pusing ." ucap Anis . Angel menghela nafas dengan berat , dan mengangguk singkat .


"Tadi maksud aku cuma ingin menghibur Bos galak saja kok nis ." ucap Angel yang di angguki oleh Anis .


"Aku ngerti , maksudmu ." ucap Anis ." eh ya udah aku balik ke meja dulu . Nanti ketahuan pak Arga ngak enak , hari ini pak Arga marah marah mulu, aku juga ikut pusing ." ucap Anis .sambil berlari kecil ke luar ruangan Angel .


Lain dengan anis lain pula dengan Angel . Angel tidak pernah takut di amuk Arga karena muka dia sudah tebal setebal tembok . Jadi tidak akan takut hanya dengan tatapan tajam Arga . Ataupun kata kata pedas yang keluar dari mulut 0edas Arga .


"ngomong ngomong kalau bicarakan mulut aku kok jadi ingat sesuatu ya ?." Angel bertanya tanya pada diri sendiri . Ia berusaha berpikir apa sebenarnya yang telah terjadi tapi ia lupakan begitu saja . Angel berpikir dalam keadaan mabuk di pesta malam itu sebenarnya apa yang telah terjadi . Angel menepuk keningnya sendiri tak mau lagi berpikir .


"paling paling karena Arga sering bicara pedas ,"ucap Angel yang menolak sinyal dari otaknya .


Angel telah merapikan berkas berkas yang akan di bawa ke ruang meeting . Tak lupa.Angel.juga merapikan pakaian nya sebelum pergi .menghadiri meeting bersama pemegang saham GM Group .


"Mari pak ." ucap Angel mempersilahkan Arga yang keluar dari toilet dalam keadaan rapi .dan siap menemui para pemegang saham .


Angel segera membuka kan pintu untuk Arga . Setelah mempersilahkan Arga keluar lebih dulu , Angel berjalan di belakang Arga dengan membawa berkas berkas yang mungkin akan di butuhkan dalam meeting nanti . Tidak lupa Angel juga membawa buku kecil untuk mencatat hal hal yang ia pikir penting .


Jujur bukan hanya Arga yang di landa kegugupan Angel juga gugup saat pintu ruangan meeting di buka dan di tunggu oleh banyak orang . Jantungnya berdetak tak beraturan . Ia khawatir dengan hasil rapat saja , tapi ia juga gugup.berada di satu ruangan dengan para pemegang saham .


Meeting dadakan telah berjalan hampir satu jam. Satu jam pula Angel mengikuti Arga di dalam ruangan itu . Jalan nya meeting sungguh menegangkan . Banyak para pemegang saham benar benar telah berbelok arah melawan Arga . Hanya beberapa saja yang masih setia pada Arga , laki laki tua yang punya pandangan tenang menatap Arga . Angel juga tidak mengenal laki laki tua itu .

__ADS_1


Angel bisa melihat , Arga tampak gentar dan gugup , tapi Angel tidak tau ia harus melakukan apa . Ingin sekali Angel berdiri di san mengantikan Arga . Angel hanya bisa menatap kasihan kepada sang pujaan hatinya .


Selama ini Angel hanya melihat Arga yang tangguh , tetapi hari ini ia melihat bahu laki laki itu terkulai lemah mesti dia berusaha untuk menutupi semuanya .


__ADS_2