Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
21


__ADS_3

Nisa melambaikan tangan nya saat melihat ke dua orang tuanya. Tanpa sadar Nisa menarik tangan Angga untuk mendekati orang tuanya .


"Bun Ayah gimana kerjakan Ayah di jerman ." tanya Nisa .


"Ngapain nanyak in kerjakan Ayah di jerman . Kenalkan dong calon nya dulu ke Ayah dan Bunda ." ucap Ardy mengoda putrinya .


"Hallo Om Tante ," ucap Angga sambil menyalami Ardy dan Tiara .


"Kok Om Dan Tante lagi sih , bukan nya kemarin kita sudah sepakat , kalau kamu panggil Ayah dan Bunda ." protes Tiara


"Maaf Ayah , Bunda ." ucap Angga dengan sopan dan meraih troli isi barang barang milik Ardy dan Tiara .kemudian mendorongnya menuju parkiran . Tiara menepuk bahu Angga pertanda ia sangat menerima dengan calon menantunya itu .


Angga mengangkat semua barang barang orang tua Nisa masuk ke dalam bagasi di bantu oleh Nisa . Ardy dan Tiara sudah duduk di dalam mobil . semua barang barang sudah masuk semua .


" Sudah masuk semua , Nis tolong tutup pintunya ." pinta Angga dengan lembut . Sementara Angga menyimpan Troli ke samping parkiran .


Setelah menutup pintu bagasi Nisa tidak langsung masuk ke mobil . Tapi ia menunggu Angga kembali , Rasanya tidak sopan meninggalkan dia sendiri ,sementara yang di jemput orang tuanya .


"Kenapa tidak masuk ,di luar kan panas ." ucap Angga yang kembali dari menyimpan troli .


"Aku nunggu kamu ." ucap Nisa . Angga tersenyum mendengar alasan Nisa .


"Ternyata Nisa punya hati yang lembut ".pikir Angga . Angga merasa keputusan nya menerima pernikahan nya dengan Nisa adalah hal yang benar .


Angga membukakan pintu untuk Nisa dan mempersilahkan nya masuk .


"Terimakasih ." ucap Nisa dengan senyum yang tulus . Jantung Angga seketika berdetak kencang saat mendapat senyuman yang manis dan tulus dari Nisa . Sempat Angga terpana beberapa saat dan segera lari masuk ke dalam mobilnya


Perjalanan dari bandara ke rumah mungkin akan memakan waktu lama . Untuk mengusir kejenuhan mereka bercerita di dalam mobil .


"Mas , lihat mereka benar benar sudah dewasa . Dan takdir yang menekan mereka kembali ." ucap Tiara pada Ardy .

__ADS_1


"Ya benar , karena benang merah kamu dan Dimas belum putus . Kalau bukan karena aku mungkin ..


"Mas jangan bicara begitu di depan anak anak . Nanti anak anak akan salah paham ...


"Tidak apa apa Bun , itu semua masa lalu . Sebenarnya mama dan papa sama , seperti Ayah dan Bunda . Belum bisa melepas masa lalu ." ucap Angga .


"Itu karena rasa cinta Ayah sama Bunda . Juga rasa cinta mamamu kepada papa kamu ." sahut Nisa .


"mereka telah bunda anggap sebagai adik dan saudara bunda , sayang . Karena cinta pertama bunda adalah Ayah kamu . Karena bunda hanya mengatakan cinta pada ayahmu ." jelas Tiara .


"Ya bunda , mungkin mama yang terlalu cemburu sama papa , papa sampai capek di kerubuti wanita wanita di kantor . Makanya papa memaksa aku cepat mengantikan dia ." ucap Angga sambil melirik Nisa yang juga sedang melirik nya .


"Sayang , jangan cemburui calon mu terlalu . Boleh cemburu tapi kamu juga harus percaya i dia juga kalau di hatinya hanya ada kamu . Karena bunda percaya dia akan sangat mencintai mu ." ucap Tiara .


"Iya nak , Ayah tau kok.sifat dia tidak jauh dari papanya , kalau sudah mencintai wanita , apapun akan dia turuti untuk wanitanya .hahaha .."tawa Ardy pecah .


"Boleh Ayah ceritakan kisah cinta Bunda dan papa aku yah ." ucap Angga .


Nisa berharap perjalanan bisa di percepat .ia tak mau Ayah dan bundanya membuka Aib dan keburukan keburukan nya di masa kecilnya . Di ungkap semua dan di beritaukan kepada Angga . Perjalanan dari bandara sampai ke rumah membutuhkan waktu 2 jam .


Setelah sampai di rumah Nisa langsung lari masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya .Dan kedua orang tua Nisa juga langsung pergi menuju ke kamar mereka untuk istirahat .


"Kamu marah dengan apa yang telah di katakan oleh orang tuamu ." tanya Angga yang menyusul ke dalam kamar Nisa .


Nisa mengambil bantal dan melemparkan nya ke wajah Angga ." kenapa kamu masuk ke kamar aku ." teriak Nisa marah


"Ayah dan Bunda kamu yangg...


"Keluar ." potong Nisa dengan galak . Tapi alih alih keluar menuruti kemauan Nisa . Angga malah mendekat duduk di ujung ranjang Nisa dengan santai .


"Kita harus impas dong . Kamu sudah oernah masuk dan tidur di kamar dan ranjang aku . Sekarang gantian , aku yang masuk ke kamar kamu walau tidak mungkin tidur di ranjangmu ini sekarang juga ." ucap Angga .

__ADS_1


Angga mengamati seluruh ruangan kamar Nisa yang tertata rapi dan bersih . Desain kamar Nisa semua berwarna kuning langsat . Wanita itu menyukai warna kuning langsat . dari warna semua isi kamarnya seprai tempat tidur , gorden , juga sofa semua warna sama .


"sudah puas kamu mengamatinya ." tanya Nisa dan Angga mengangguk acuh .


"Kalau begitu sekarang silahkan keluar ." Nisa membuka pintu kamarnya dengan lebar . Angga berdiri dan melangkah mendekati Nisa .


"Tapi kita belum impas ." ucap Angga .


"Apa lagi ." tanya Nisa .


Angga menyudutkan Nisa ke dinding dan kaki Angga dengan cepat menutup pintu kamar Nisa .


"Ini ." Angga menyatukan bibirnya dengan bibir Nisa . Hanya mengecup tidak sampai ******* atau menghisap .seperti yang mereka lakukan malam itu di dalam kamar Angga .


Nisa seketika mengerjapkan mata nya .ketika sebuah bayangan yang sama dengan keadaan saat ini melintas di kepalanya . Spontan Nisa mendorong Angga menjauh . wajahnya semakin memerah ketika semua ingatan nya saat dia mabuk berputar di kepalanya .


Nisa terduduk seketika sambil memegangi kepalanya .


"Itu bukan aku , ya kan ." tanya Nisa pada diri sendiri .


"Kamu kenapa ." Tanya Angga yang ikut duduk melihat keadaan wanita itu.


"Wajahmu memerah apa kamu sakit ." tanya Angga lagi.sambil.menempelkan tangan nya di kening Nisa .


"Hangat ." gumam Angga . Ia kemudian membantu Nisa berdiri dan menuntun nya duduk ke ranjang nya .


"Istirahatlah ,aku keluar sebentar beli obat penurun demam ." ucap Angga sedikit khawatir .Nisa meringis bukan karena sakit . Karena pria itu tidak peka .


"kamu ada butuh yang lain ." tanya Angga sebelum keluar dari pintu kamar Nisa . Nisa menggeleng pelan . Angga segera keluar dengan langkah lebar .


Nisa langsung menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya .ia benar benar malu saat mengingat keberanian nya untuk mencium Angga .

__ADS_1


Angga kembali dengan menenteng kantong plastik berisi beberapa macam obat penurun demam . Ia tidak tau dengan obat merek apa yang cocok untuk Nisa . Karena itu ia membeli beberapa merek obat Angga segera masuk kedalam kamar Nisa kembali . Tapi ia tidak mendapati Nisa di atas ranjangnya .


__ADS_2