Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
66


__ADS_3

"Sejak dua hari yang lalu ?, kenapa aku tidak tau ." ucap Nisa sedikit kesal , sementara dirinya sangat menahan rindu setengah mati dengan suaminya ini .ternyata orang yang di rindukan sebenarnya ada di dekatnya .


"Bagaimana mau tau , kamu hanya mengurung diri saja selama dua hari .di suruh keluar juga tidak mau ."ucap Angga membuat Bibir Nisa manyun .


"Aku dengar dari Ayah kamu tidak mau keluar dari kamar , aku kan mengkhawatirkan keadaan kamu .Jadi aku memutuskan untuk tinggal di samping kamu . Walau kita hidup satu atap tapi tidak satu kamar ,tapi kamu tetap ada dalam jangkauan aku . Hanya dengan begini aku bisa tenang ."ucap Angga .


Mata Nisa berkaca kaca mendengar pernyataan dari suaminya . Dia menyesal telah meragukan kesetiaan suaminya .


"Maaf ." ucap nisa .


"Aku minta maaf karena sudah meragukan mu ." ucap Nisa .


"Tidak usah kamu minta maaf , Bukan salah kamu , kalau itu terjadi sama aku , mungkin aku akan lakukan hal yang sama , jika aku berada di posisimu . Sudah jangan menangis lagi ." ucap Angga.


"Aku yakin ada orang lain di balik ini semua ini , apa kamu tau kira kira siapa orang itu ." tanya Nisa . Angga mengangguk mendapat pertanyaan istrinya .


"apa dia orang yang aku kenal ." Angga mengangguk lagi .


"Jangan bilang kalau dia Rangga ." tebak Nisa tapi Angga menggelengkan kepala .


"Bukan Rangga , Rangga sekarang lagi pergi ke madura mengejar wanita yang telah mencuri perjakanya ." ucap Rangga .


"kok bisa bukan nya dia play boy ." tanya Nisa .


"bukan kita di tipu , "ucap Angga .


"Tapi karyawan karyawan kamu ." tanya nusa heran .


""Mereka aja yang bodoh , ngak curiga sama permainan Rangga ." ucap Angga .


"maksudnya ." Nisa penasaran


" Ya wanitanya aja yang ngak peka , kenapa mereka tidak curiga saat Rangga setiap bermain , melarang dia bicara dan nyalakan lampu ., ehh sayang kenapa kita jadi bahas Rangga . Devina , Devina lah pelakunya ."ucap Rangga sambil melirik jam tangan nya yang melingkar di tangan kirinya .

__ADS_1


"seharusnya sekarang sudah waktunya , beritanya di putar ." ucap Angga sambil mengambil remote dan memutar tv LCD empat puluh inci yang ada di tembok kamar Nisa ,Dan mencari chanel yang menayangkan siaran berita lokal . Setelah bertemu chanel yang di cari Angga meletak kan remotnya di atas nakas .


Seorang host pembawa acara dalam berita membacakan berita yang uapdate hari ini .


"Sepasang kekasih telah di tangkap di sebuah apartemen . Sedang pesta narkoba . Dari hasil pemeriksaan mereka telah lama menkonsumsi.dan mengedarkan barang barang terlarang . Mereka telah mengkonsumsi juga sebagai bandar barang barang terlarang hampir empat atau lima tahun .


Mereka berinsial D dan W . Mereka akan terancam hukuman pidana seumur hidup atau hukum pidana minimal empat tahun . Devina menutup wajahnya rapat rapat dengan pakai masker .


"Itu Devina ." tanya Nisa walau dia memakai masker . Nisa masih bisa mengenali Devina walau sudah pakai masker .


"Lupakan itu , sekarang ada yang lebih penting dan sangat mendesak ." ucap Wingga dengan mimik yang serius . pikiran negatif mulai bermunculan di otak nya nisa


"A apa ." tanya nisa dengan gugup .


Angga pindah duduk mendekati istrinya dan berbisik di telinga istrinya .


"aku menginginkan kamu sayang , satu minggu aku kangen sekali ." ucap Angga Nisa mendengus kesal dan memukul otot perut Angga,.


"Aku kira ada apa , harus kamu bicara begitu , biasa juga langsung nyosor , bilang aja kalau ingin bercinta ." ucap Nisa .


"hais kamu lama sekali aku kan juga kangen , sama sepertimu ." ucap Nisa sambil mendorong Angga terlentang di kasurnya .Dan Nisa sudah duduk di atas perut Angga . Sambil melepas dasternya .menyisakan pakaian dalam saja


Angga menelan ludahnya dengan kasar . Saat melihat payu dara istrinya semakin membesar padat dan berisi . Angga mengangkat tangan nya dan mengelus perut buncit istrinya dengan lembut . Membayangkan sebentar lagi ia akan jadi seorang Ayah dadanya terasa menghangat .


" Hai jagoan dady , apa kabarmu di sana , dady tidak sabar menunggu kelahiran mu , dady ingin kamu cepat lahir .dan kita bertemu .."ucap Angga , Dia tidak tau kalau raut wajah nisa telah berubah cemberut .


"kamu ingin anakmu lahir prematur ." Nis tidak ingin mendengarkan ucapan suaminya .


"Bukan itu maksud aku ."ucap Angga .


"lalu apa maksudnya , inggin cepat lahir , kalau bukan lahir prematur ," sungut Nisa .


"Maaf bukan itu maksud aku , aku cuma tidak sabar ingin melihatnya ." sesal Angga , Nisa juga kesal dengan Suaminya ia segera bangkit dari atas perut suaminya dan mengambil lagi dasternya dan ia pakai kembali dan pergi keluar dari kamar ..

__ADS_1


"Sayang ini tidak jadi di lanjut ." tanya Angga .


"Tudak , sudah ngak mood ."ucap Nisa dengan sewot dan pergi meninggalkan suaminya yang meratapi nasibnya , gagal dapatkan nafkah lagi .


Setslah mengurung diri dua puluh menit di kamar mandi . Angga turun ke lantai bawah menemui istrinya yang sedang berbincang bincang dengan mertuanya .


"Siang bun , "sapa Angga seraya menarik kursi dan duduk di depan Nisa .


"Siang Nak ",jawab tiara


"kamu habis mandi ." sahut Tiara lagi saat melihat Angga rambutnya basah ,


"hehehe , iya bun , habisnya gerah ," ucap Angga sambil menggaruk tengkuknya malu .dan melirik pada istrinya yang melihatnya sambil mengerutkan keningnya . Angga kadang gemes sekali dengan istrinya yang tidak pekaan .


"Ambilkan makan suamimu , jangan hanya benggong aja ." ucap Tiara pada Nisa . Nisa segera berdiri dan menambil piring dan ia isi dengan nasi dan lauknya .


"Segini cukup ." tanya Nisa .


"cukup ." jawab Angga dan Nisa meletak kan piring yang telah berisi nasi dan lauk di depan suaminya .


"Silahkan , selamat makan ." ucap Nisa .


"Terimakasih sayang ," jawab Angga dengan lembut . Tiara menatap keduanya kesal , Ardy sedang di luar kota tidak ada yang bisa dia ajak sayang sayangan .seperti dua muda dan mudi di depan nya itu .


"kalian lanjutkan , bunda mau ke kamar dulu .mau istirahat ." ucap Tiara dan meninggalkan mereka dengan gaya langkah yang elegan .meninggalkan ruang makan .


"kamu sudah makan ," tanya Angga .


"sudah ." Angga mengangguk .mendengar jawaban istrinya .Sekali lagi Angga menatap wajah istrinya .ia memastikan kalau istrinya sudah tidak marah lagi dengan nya .


Angga segera menyelesaikan makan siang nya dengan cepat , setelah makan ia akan bicara baik baik dengan istrinya . Sudah seharusnya mereka pulang ke rumah sendiri . Tidak enak tinggal lama lama di rumah mertuanya .


"Sayang ." panggil.Angga setelah menghabiskan makan dan minum Air putihnya .

__ADS_1


"Ada apa ." jawab Nisa sambil meletak kan ponsel nya di meja . Ia fokus menatap suaminya . Tadi ia pergi meninggalkan Angga di kamar sendirian , dan curhat pada bundanya dengan kekesalan nya pada suaminya . Ia merasa bersalah setelah mendapat masukan dari bunda dan telah menyiksa suaminya . Sekarang hati Nisa telah terbuka .


__ADS_2