
Angel kembali membawa ponselnya ke samping telinganya ." kamu tau ngak Nis , kayaknya aku hari ini ngak ada semangat buat pergi kerja ." ucap Angel dengan suara berat . Ternyata Angel tak sekuat itu untuk menghadapi sikap Arga yang enggan menerima dirinya kembali .
Cemoohan teman teman nya di kantor masih bisa ia terima dan atasi . Tetapi sikap dingin Arga membuatnya tidak berkutik . Laki laki itu benar benar tidak memberinya waktu untuk bicara lagi .
"Tidak Angelia .jangan kamu menyerah dulu . Sekarang juga kamu cepat datang dulu ke kantor ." tegas Anis dari sebrang .
Mendengar nada bicara Anis seakan menegaskan dirinya agar segera datang ke kantor , ia jadi penasaran ."Ada apa Nis ." tanya Angel .
"Kayaknya pak Arga benar benar ngak mau berurusan sama kamu lagi .tapi bagus kalau kamu tanya ." ucap Anis menjeda ucapan nya
" Pagi ini tiba tiba ada rapat pemegang saham di adakan ." lanjut Anis .pupil mata Angel melebar seketika ia terkejut mendengar kabar itu .
"Apa ." pekik Angel .
"iya cepat kamu segera datang ke sini ." ucap Anis . Tanpa pikir panjang Angel segera lari ke kamar mandi membersihkan diri sebentar dan segera menganti baju untuk kerja .
Angel sampai lupa mengucapkan terimakasih pada sahabatnya itu yang telah berbaik hati memberitaunya , tentang rapat pemegang saham yang di adakan pagi itu .
Angel memoles dirinya juga ala kadarnya saja . Ia segera pergi meninggalkan apartemen nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih tinggi dari biasanya . Angel memukul stirnya saat mobil mobil di depan tidak bergerak gerak .
"Ayolah , Ya Alloh jangan sampai macet berkepanjangan ." do'a Angel . Ia harus menemani Arga menghadapi rapat ini . Walau ia tau Arga bisa mengatasi ini semua tanpa dirinya . Tapi Angel tetap tidak tega karena yang Arga miliki sekarang hanyalah dirinya sebagai sekretaris . Tapi kemarin Arga telah memecatnya .
"Sial ." umpat Angel ketika mobil di depan nya tidak juga bergerak , berulangkali ia menekan klakson dan hanya mendapat balasan klakson dari pengendara lain .
__ADS_1
Menyesal ia tidak cepat pergi ke kantor hanya gara gara kebimbangan nya sendiri , andaikan dirinya bersikap masa bodoh seperti biasanya , maka tak mungkin ia terjebak kemacetan seperti sekarang . Dan mungkin saat ini dia dah menemani Arga rapat walau tak di anggap .
"Ahh.bodoh sekali sih aku , seharusnya aku tak usah baper ." ucap Angel menyesali perbuatan nya . Tapi kini ia hanya bisa pasrah , waktu terus berjalan dan mobil juga bergerak dengan lambat .
Tak lama kemudian ponsel Angel bergetar lagi . Angel tak perduli dengan peraturan lalu lintas " Di larang bertelepon dalam berkendara ." Angel segera menerima telepon dari sahabatnya itu
"Aan kamu sampai di mana ." tanya Anis semakin gugup .
"Ini masih macet jalan an .bagaimana nis ." tanya Angel .
" Belum ada yang datang , tapi sejak tadi pak Arga tampak uring uringan ." jawab Anis .di ujung telepon . Mendengar itu Angel mengigit bibir bawahnya . rasa bersalah menyusup di dalam hatinya , ia merasa telah gagal menjadi sekretaris yang baik . Angel juga merasa gagal menjadi pribadi yang di inginkan oleh Arga .
"Ya sudah tolong pantau pak arga ya Nis . Aku masih kejebak macet ." ucap Angel di sebrang telepon .
Angel kembali meneruskan perjalanan nya , mobil mulai bergerak merayap , dan trrkepas dari kemacetan . Angel segera menginjak pedal gasnya menuju ke perusahaan nya . Sampai di basment kantor Angel segera memarkirkan mobilnya dan segera berlari ke arah lift menuju ke ruangan nya bersama dengan Arga bekerja .
***
Sedangkan Arga yang mendengar akan di adakan rapat dadakan dengan pemegang saham , pagi tadi telah membuat Arga mulai gugup tak terkira . Ia yang biasa tenang kini mulai di penuhi berbagai macam keraguan , Arga merasa Johan benar benar serius dalam perkataan nya . Laki laki itu telah menjadi ancaman dalam karir dan masa depan nya .
Arga tidak bisa meremehkan . Johan tidak mudah di hadapi , buktinya semua pemegang saham tiba tiba pagi ini mengatakan ingin mengadakan rapat di kantor ini . Mereka seolah olah tidak membutuhkan pendapatnya lagi .
Arga mengusap wajahnya kasar . Ia trringat dengan Indira , apa bila ia benar benar di gulingkan dari kedudukan nya , bagaimana nasib dan masa depan putrinya itu . Arga takut ia tidak bisa menjamin kelangsungan hidup putrinya .Jihan yang begitu membencinya bisa saja menolak saham nya yang berada di perusahaan itu .bila Johan benar benar menjadi CEO di GM Group .
__ADS_1
Arga menunduk sejenak untuk berpikir , tak lama kemudian tiba tiba Arga mengangkat wajahnya , setelah ia sempat mengangguk kan kepalanya . Arga menatap meja kerja Angel ."Angel tolong ....
Namun kata kata Arga tersumbat di tenggorokan nya . Nyatanya Angel telah tidak ada di meja kerjanya .Arga menghela nafas dengan berat , ia lupa kalau telah mengusir Angel . Mungkin Angel akan mendengarkan kata katanya kali ini .pergi dan tak akan pernah kembali .
"Baguslah . Kamu tidak perlu terlibat dalam masalah ini ." lirih Arga , sudah menjadi keputusan yang paling baik , mengeluarkan angel sebelum masalahnya ikut membebani . Arga pikir itu adalah keberuntungan untuk Angel .
Namun ternyata dirinya salah , mendadak pintu ruangan nya terbuka , nampaklah angel dengan wajah yang merah dan tampak bercucuran keringat . Arga terkejut melihatnya membuatnya spontan tiba tiba berdiri dari duduknya .
"Maaf , saya datang terlambat pak , tadi saya bangun kesiangan dan terjebak macet ." ucap angel pada Arga . Kejebak macet memang kebenaran , tapi bangun kesiangan adalah kebohongan .
Jelas jelas semalam ia tidak bisa tidur sehingga pagi pagi buta ia sudah terbangun . Karena kebimbangan nya antara kerja atau memenuhi perintah Arga karena memecatnya . Sehingga ia kesiangan .
Melupakan perihal keterlambatan nya dan wajah terkejut Arga . Angel segera berlari kecil ke arah meja kerjanya . Angel mencoba mengabaikan tatapan tidak percaya yang Arga berikan .
" pak , saya mendengar ada rapat dadakan antar pemegang saham . Benarkah begitu pak ." tanya Angel yang tidak lagi bisa berpura pura semua baik baik saja . Benaknya terus menuntut untuk bertanya .
Arga masih membisu , ia merasa tidak berhak menjawab pertanyaan Angel , karena perempuan itu sebenarnya sudah tau semuanya .
"Pak ." panggil Angel membuyarkan lamunan Arga .
"Iya , dari mana kamu tau ." meski sebenarnya tak ingin menjawab pertanyaan Angel .namun pada akhirnya Arga pun melakukan nya , sekalian ia ingin bertanya ,"darimana Angel tau tentang rapat ini . Mungkinkah dari Johan ." Arga mengerutkan sebelah alisnya menunggu jawaban dari Angel penuh dengan curiga .
Angel menggeleng tegas tak ingin Arga salah paham tentang dirinya dan Johan . Cukup hubungan nya dengan Indira saja yang menjadi bahan keributan di antara mereka .
__ADS_1