
"Angel sebaiknya kamu ajak mas mu makan dulu , Ayah tau sejak kalian mendengar Rara hilang kalian pasti belum sempat makan ." ucap Andre .
"Benar , di sini aku sebagai Isma kalian . Pergilah biar Isma dan Ayah kalian yang jaga Rara . Kalian tidak boleh sakit kalau ingin menjaga Rara ." ucap Anis .
Memang benar mereka dapat kabar Rara di culik waktu masih pagi , mereka baru masuk kerja baru beberapa jam saja .Sus monica datang membawa kabar buruk ,Sekarang sudah hampir menginjak sore . Memang sejak itu sampai sekarang perut mereka belum terisi oleh apapun .
"Iya yah , Ayo mas kita makan dulu ." ajak Angel tapi Arga menggelengkan kepalanya lemah , ia tidak bisa makan sebelum mengetahui keadaan putrinya .
Tiba tiba ada seorang suster yang keluar dari dalam ruang UGD dengan buru buru entahbmau mengambil apa .Arga dengan segera menghentikannya .
"Ada apa suster ." tanya Arga cemas .
Suster itu kelihatan sangat terburu buru .Namun suster itu masih sempat menjawab ." pasien tidak sadarkan diri ." jawab suster itu .
Arga yang sudah lemas segera melepaskan pegangan di tangan Suster itu . Dan suster itu mengunakan kesempatan itu untuk segera kembali pergi sambil berlari . Tak lama kemudian suster itu lewat kembali dengan membawa alat alat medis yang di butuhkan nya dan langsung masuk ke dalam ruang UGD .
Sementara Arga masih berdiri mematung di tempatnya , Angel juga tidak tau harus berbuat apa .sebab air matanya juga ikut beraksi .ia tidak tahan untuk tidak menangis , akibat terlalu khawatir dengan keadaan Indira .
"Kenapa indira bisa tidak sadarkan diri padahal tadi matanya terbuka dengan lebar ? Angel benar benar ketakutan sekarang , namun ketakutan itu tidak sebanding dengan apa yang di rasakan oleh Arga sekarang .
__ADS_1
Jantung Arga berdetak sangat kencang , rasa khawatir yang berlebihan bercokol di hatinya yang telah mulai beku .
"Indira ." panggil Arga lirih dalam hati . "Ya Alloh ada apa dengan putriku ." Arga bertanya dalam hati . Ia segera melirik ke dalam ruang UGD di mana putrinya berada . Arga terus berdo'a semoga putrinya baik baik saja . Semoga Angela juga tetap menjaga putrinya . Semoga Angela tidak membawa putrinya pergi kalau tidak ia tak mampu untuk bernafas lagi . I dira adalah segala galanya untuk dirinya .
"Mas ." panggil Angel sambil menatap Ayahnya .Andre juga mengangguk kan kepalanya , ia tau kalau Angel adalah semangat bagi Arga juga . Angel menyentuh bahu Arga setelah menghapus air mata di pipinya .ia juga harus kuat walau sebenarnya sulit untuk ia jalani .
Arga tidak merespon . Tatapan nya masih tetap tertuju pada kaca yang terhubung langsung ke dalam sana . Walau masih terhalang oleh gorden , Arga masih tetap bisa mengintip dari celah gorden yang terbuka sedikit .
Betapa hancur hati Arga sekarang , ia tidak sanggup berkata apa apa .
"Mari kita sholat mas memohon pada Alloh Agar Indira di kembalikan lagi ke kita . Dalam keadaan baik baik saja ." bujuk Angel . Ia tetap berusaha menguatkan Arga , walau sebwnarnya dirinya sendiri tidak sanggup .
"Aku sangat khawatir An . Bagaimana kalau dia menyusul Ibunya ." ucap Arga . Angel menggeleng kan kepalanya .
"Mas , Rara akan baik baik saja . Dia begitu menyayangi kita , tidak mungkin dia akan tega peegi menyakiti kita . Dia akan menghabiskan masa kanak kanak dan dewasanya bersama kita . Dia juga masih ada hadiah untuk ku yang belum dia berikan ." tambah Angel .
Arga menggelengkan kepalanya lemah , ia benar benar di penuhi oleh perasaan khawatir ." Aku akan hancur bila terjadi apa apa pada Indira An ." lirihnya .
"Tidak akan terjadi apa apa mas , mas harus bicara yang baik baik , buang pikiran buruk mas untuk Indira . Percaya mas , percaya Alloh masih memberi kepercayaan pada mas untuk merawat Indira ." ucap Angel .
__ADS_1
Arga diam seribu kata . Tak lagi.mengatakan apa apa pada Angel , ia menatap ke arah Indira kembali yang sedang di tangani oleh tim medis di dalam sana .
"Boy ." Andre menghampiri Arga .
"Kamu tau sejarah rumah sakit ini ." ucap Andre sambil menepuk bahu Arga . Arga mengelwng sebentar menatap Andre sebentar dan kembali menatap putrinya lagi yang berjuang di dalam sana .
"Dulu Ayah punya saudara kembar . Dia perhi dari rumah karena Ayah cemburu akan kasih sayang orang tua yang besar terhadap abang Ayah . Kamu tau kemana dia pergi . Ke Batam di sana dia bertemu dengan Ayah kandungmu . Selama sepuluh tahun bersama . Penyesala ku apa , abang pergi di ambang kematian , sepuluh tahun Ayahmu hidup bersama dengannya pun tidak tau tentang penyakit dia . Akhirnya suatu hari aku bawa abangku kembali lagi ke rumah setelah aku mengetahui apa yang di derita oleh nya . Lima tahun dia terbaring di rumah sakit ini hanya untuk menunggu Ayahmu ." ucap Andre ia bercerita untuk mengurangi beban di hati Arga saja .
"Abang ku bernama GEOGE MOGE MAHARDIKA . Dia koma selama lima tahun setiap.sadar hanya ayahmu yang di cari dan akhirnya koma lagi . Setelah ketemu Ayah moge hanya ingin menyerahkan bagian warisan nya kepadamu .tapi Ayahmu menolak dan menyerahkan semua saham untukmu ke dalam rumah sakit ini .jadi Rumah sakit ini penuh dengan berkah dan kebaikan untukmu , keluarga mu dari mereka yang mendahului mu .jadi percayalah Rara akan kembali padamu , dia sekarang sedang berjuang .pergilah berdo'a mohon kepada Alloh ." ucap Andre sambil menepuk bahu Arga .
"Jangan lupa kirim do'a pula buat mereka yang telah mendahului kita . Agar mereka juga ikut mendo'akan Rara cepat melalui masa kritis ini ." tambah Anis .
"Iya mari mas aku akan temani mas ." ucap Angel . Arga mengangguk lesu . Setelah mereka pergi anis mendekati Andre .
"Mas dulu jahat kan ." tanya Andre .
"itu masa lalu mas , lupakan yang penting mas jangan lupa tetap kirim do'a untuk mereka . Agar mereka ikut bahagia .iya , aku ingin melahirkan moge kecil untukmu ." ucap Anis sambil mengelus rahang Andre .
"Kamu mau melahirkan moge dari laki.laki tua ini ." tanya Andre menatap tajam ke dalam mata anis . Anis mengangguk bergelayut manja di lengan Andre . Andre menarik nafas lega sambil mengelus rambut Anis .
__ADS_1
Arga pergi ke kamar mandi dan mengambil.Air wudhu . Begitu juga dengan Angel , dalam pandangan Arga bayangan Ayah dan bundanya juga oma dan opanya tersenyum ikut menengadahkan kedua tangan nya ikut memanjatkan do'a bersama sama dengan nya .
"