
"Kamu jangan sampai bunuh diri ya , An ." bisik Anis sambil mencuri pandang pada teman temannya yang juga makan di kantin sambil ngosipin Angel .
"loh , memang kenapa , sampai aku harus bunuh diri ."jawab Angel sambil mengeryitkan dahinya .
Anis bergerak gelisah , ia meletakan sendok nya di atas piring makan nya .
"Aku dengar cibiran dan kata kata teman teman kantor saja , aku ngilu sendiri , karena masalah ini aku takut kamu diam diam bunuh diri ." bisik Anis dengan suara rendah .hanya dia dan angel yang dengar .
Angel terkekeh membuat Anis sedikit menjauh ." jangan khawatir Nis . Aku masih sayang Ayah , Arga , indira juga kamu . Tidak mungkin hanya karena masalah ini aku bunuh diri , tenang aja aku masih kuat kok ." ucap Angel sambil menaik turunkan Alisnya .
Angel bersikap masa bodoh seakan tiada beban di pundaknya . Tidak akan ada yang tau kalau dia punya beban pikiran . Anis saja juga tidak menemukan itu , Angel sangat pandai menyembunyikan semua itu dengan sangat baik .
Sebenarnya bila boleh jujur dan di tunjuk kan . Di dasar hati Angel yang paling dalam , sedang mengalami kehancuran yang sangat parah , sulit untuk di gambarkan . Coba kalian bayangkan , Rencananya sudah hancur , rahasianyandengan Indira telah di ketahui oleh Arga , dan sekarang Arga telah memecatnya dengan cara tidak hormat .
Namun karena keras kepalanya ia tidak mau pergi meninggalkan perusahaan itu .konsekuensi yang ia dapatkan tak hanya kebencian dari Arga .tapi juga cemoohan dari teman teman kerjanya . Sungguh menyakitkan tapi Angel berusaha menahan rasa sakit itu , ia berusaha keras menahan nya agar kepedihan itu tidak muncul di permukaan .
Angel sengaja menyimpan rasa sakit itu Agar tak ada yang mengusiknya lebih dari saat ini . Angel tersenyum lembut , tapi Anis masih menatapnya penuh dengan kekhawatiran . Angel menggelengkan kepalanya meminta pada Anis agar tidak cemas .
"santai aja Nis , aku tau semua ini akan segera berlalu . Sekarang aku hanya memikirkan Arga , dia sekarang butuh dorongan dan semangat ."ucap Angel kepada Anis
Anis menghela nafas berat ." kamu kalau butuh apa apa tolong kabari aku ,berceritalah padaku , jangan kau pendam sendiri ." ucap Anis .
"tentu Nis . Aku akan ceritakan semua nya padamu kalau memang aku sudah tidak sanggup . Ayo cepat makan , habiskan makan mu setelah itu kita harus balik ke kantor lagi ." ucap Angel.
__ADS_1
Anis memutar bola matanya ." aku ngak selera . Kenyang dengan gibahan anak anak yang tak habis habisnya tentang kamu ." ucap Anis .Angel tertawa , lalu berdiri setelah itu .
"Ya sudah Ayo kita kembali ke kantor kalau begitu . Aku masih banyak pekerjaan ." ajak Angel . Anis menurut dan mengekor di belakang Angel . Kadang ia melotot pada teman teman nya yang terang terangan mengatai Angel . tapi semua yang Anis lakukan tentu tidak ada gunanya .
Anispun pasrah , ia hanya bisa berdo'a semoga masalah Angel dan Arga segera terselesaikan . Juga masalah Johan yang datang mendadak ikut meramaikan cepat mendapat solusi .
Semoga tidak ada yang tersakiti , dan Johan tidak jadi mengusik perusahaan itu . Tapi sepertinya harapan itu tidak akan terwujud . Sebab Johan telah bergerak sebelum mereka semua menyadari .
"Nis aku kembali ke ruangan ku dulu ya . Kamu lihatkan bagaimana muka pak Bis sekarang .? Sekarang aku harus bersikap seperti tidak terjadi apa apa, seperti yang pak Arga lakukan selama ini , saat tiba tiba dia menyudutkan aku . Untuk mengusir ku dari perusahaan" ini ." ucap Angel .
"sekarang aku akan lakukan itu , pura pura ngak terjadi apa apa . Bodoh amat kalau semua orang katakan aku yang punya malu , muka tebal," ucap Angel .Anis mengangguk .
"semangat An , kalau pak Bos ngapa ngapain sama kamu , teriakin namaku , aku akan datang menolongmu ." ucap Anis
Anis meringis , Angel benar , emang ia busa apa ? Anis segera menggelengkan kepalanya ." iihhh ngak ada yang bisa lakuin sih ." tambah Anis .
Angel tertawa ," ya udah aku masuk dulu ." ucap Angel , Angel membawa langkah nya pelan pelan memasuki ruangan Arga . Yang juga merupakan ruangan kerjanya sungguh membuat dirinya selalu berdebar .
Entah dulu saat ketika cintanya menggebu atau sekarang saat ia dan Arga sedang terlibat dalam permasalahan .sama saja , jantungnya berdebar kencang .
"Pak ." Sapa Angel . Tapi Arga tidak menghiraukan nya . Arga benar benar mengabaikan nya , seolah dia tidak ada . Angel menghirup nafasnya dengan berat . Ia hanya bisa mengelus dada nya . Berharap itu bisa menambahkan kesabaran nya .
Arga masih marah ? Tentu saja .! Tak mungkin hati laki laki itu cepat memaafkan kesalahannya . Dengan langkah pelan nya ia kembali ke mejanya .ia bersikap biasa saja . Meski dengan pura pura tidak terjadi apa apa , tidak berlaku untuk masalahnya saat ini .
__ADS_1
Dendam Arga tampak begitu nyata . Kebohongan yang berhasil ia lakukan , berhasil membuat Arga menampak kan kebencian nya .
"Sabar Angelia sabar ...." gumam Angel pada diri sendiri . Beberapa kali ia melirik Arga , tapi laki laki itu masih saja sibuk dengan aktivitasnya , dan di keningnya seperti tertulis " tidak mau di ganggu ." sehingga membuat Angel memilih diam mengunci milutnya .
"Baiklah , apa salahnya aku bersabar sekali lagi , meskipun sulit , Aku percaya dan yakin bisa melewati ini . Siapa tau kelak Arga akan memaafkan ku .dan menerima aku lagi sebagai sekretarisnya ." gumam Angel dalam hati .
Tentu bagi Angel tak cukup sampai di situ , tetapi melihat situasi saat ini ia juga tidak bisa buat apa apa . Apalagi meminta lebih .
Cukup Arga mengakui keberadaan nya sebagai sekretarisnya saja sudah sangat bahagia .
Tapi ternyata Angel harus memperbanyak kesabaran nya . Arga tidak mengindahkan keberadaan nya hingga jam pulang tiba . Arga benar benar tidak menganggap keberadaan nya . Arga benar benar menganggapnya sebagai angin lalu .Bahkan Arga tidak menghiraukan nya walau itu menyangkut hal pekerjaan .
Rasanya Angel mulai binggung . Tapi Angel tidak bisa biarkan Arga sendirian saat ini . Hatinya mengatakan , Angel harus tetap tinggal apa pun yang terjadi .
"Pak , sudah saatnya pulang , sebaiknya bapak pulang dulu ." ucap Angel kala jarum jam menunjukan waktu jam pulang kerja .
Namun Arga tidak menanggapi nya atau menjawab .
"Baiklah kalau bapak belum juga ingin pulang , saya juga tidak akan pulang . Saya nunggu bapak saja ." Angel sengaja mengurungkan niatnya untuk pulang demi menemani Arga . Berharap Arga mengindahkan keberadaan nya .namun sekali lagi laki laki itu tetap mengacuhkan nya . Tidak perduli pada jiwa dan raga Angel .
"Astaga ." gumam Angel
"Pak Arga mau saya buatin kopi ." ucap Angel .mencoba untuk mengacak Arga bicara . tetapi tidak berhasil apa apa . Angel pun menghembuskan nafas berat sekali lagi .
__ADS_1