
Angel segera menyebrang jalan menuju ke supermarket yang lengkap isinya .Angel membeli sayuran , telur , daging , minyak goreng juga alat mandi sampo dan sabun .Karena terlalu sibuk mengejar Arga Angel melupakan isi kulkasnya dan juga jarang masak .
Angel selesai dengan kebutuhan empat sehat lima sempurna , Angel pergi menuju ke buah buahan . Juga ambil mie instan , bila lagi mager untuk masak atau keluar . Tidak lupa Angel mengambil beberapa cemilan bila ingin ngemil saja . Setelah itu Angel menuju ke tempat kasir tapi Angel harus bersabar karena malam itu banyak antrian orang belanja walau malam telah larut .
Saat tiba dirinya sampai di meja kasir tiba tiba ia merasa ingin beli eskrim . Dengan sabar kasir sambil menghitung sambil menunggu Angel .
"Maaf ini mbak ." Angel menyerahkan dua bungkus eskrim .
"Di taruh di plastik lain saja ya mbak ." ucap sang kasir . Angel mengangguk setuju . Takutnya eskrim benda kecil dan mudah meleleh .jadi lebih baik di pisahkan dengan belanjaan yang lain .
"terimakasih mbak ." ucap Angel setelah membayar belanjaan nya . Angel berjalan sangat hati hati untuk menyeberang jalan ia tidak mau ada drama tabrak lari . Sampai di apartemen Angel segera menyimpan belanjaan nya .
"Sekali belanja tidak tanggung tanggung sekali mager minta ampun ."gumam Angel ia segera mengambil Daging untuk buat steak sapi buat santap malam itu , steak sapi lada hitam adalah makanan favoritnya .
***
Sementara Arga yang hari itu bekerja tanpa Angel sibuk hingga larut malam . Ia juga belum sempat telepon pulang menayakan kabar Indira putri semata wayangnya . Arga merengangkan otot otit di badan nya seharian kerja , ia juga tidak sempat memegang ponselnya ,ternyata kerja tanpa Angel membuat nya juga kerepotan .
Arga mengambil ponselnya ingin menghubungi orang rumah , tapi tiba tiba ia mengurungkan niatnya dan meletak kan ponselnya di meja kerja . Arga memilih menghubungi rumah pakai nomer kantor .
__ADS_1
Di dering ke dua belum juga ada yang mengangkat , Arga sabar menunggu tak lama kemudian terdengar suara wanita paruh baya .
"Hallo assalamuallaikum , mau cari siapa ." sapa bi nina . Art di rumah Arga sejak mendiang Ayahnya masih muda
"Bagaimana dengan Indira bi ." tanya Arga .
"Oh anu tuan ..itu tadi non Indira pergi bermain bersama suster dan .. " bi Nina bicara dengan gugup tapi belum selesai bicara nya Indira telah berlarian kearahnya dan mengambil Alih telwpon di tangan bibi nina .
" Terimakasih bi nina , Indira ingin bicara dengan papa ." ucap Indira . Indira terbangun dari tidurnya dan keluar ingin mencari Angel , tapi ia mendengar Bi nina menyebut namanya .
Bi nina sempat melonggo jarang jarang nona kecilnya itu banyak bicara ,jangan kan bicara kadang menyapa saja tidak mau selain kepada bapak nya .
"Hallo papa , ini Indira ." sudut bibir Arga terangkat mendengar suara lembut putri kecilnya . Ia melupakan pertanyaan nya kepada bi nina baru san . Lebih baik langsung tanya pada putrinya .
"Hallo sayang , bagaimana kabar kamu hari ini , dan sekolahmu tadi , lancarkan ." tanya Arga dengan hati bahagia .biasa nya ia selesai kerja dan pulang ke rumah jam segini putrinya pasti sudah tidur . Hari ini adalah spesial untuknya . Masih bisa mendengar suara putrinya .
Indira juga merasakan hal yang sama , yang di rasakan oleh Arga , ia sangat bahagia bisa bicara dengan papanya hari ini . Dwngan antusias ia mengangguk kan kepala sambil tersenyum seakan papanya ada di depan nya .
" iya papa , hari ini Indira sangat bahagia , semua lancar lancar saja , guru baru Indira yang baru juga baik , dia bernama Nur azmi , di banggil Bunda Nur . Dia suka ajak Indira ngobrol ." ucap Indira
__ADS_1
"Syukurlah kalau guru barumu memperlakukan kamu dengan baik sayang ." jawab Arga sungguh sungguh dan memberi semangat pada putrinya . Arga tau putrinya susah berbaur dengan orang baru . Dan ini adalah sekolah baru Indira , sekolah pindahan , di mana di sekolah dulu Indira tidak mau pergi sekolah entah apa penyebabnya .
Dan kebahagian Indira hari ini di salah artikan oleh Arga . Ia mengira hari ini Indira bahagia karena dapat guru baru di sekolahan barunya . Arga tak pernah mendapati putrinya seantusias ini menceritakan tentang sekolahnya
Rasanya Arga ingin memberi guru baru Indira beberapa hadiah untuk dia . Yang mampu merubah putrinya jadi ceria hari ini . Arga merasakan ada perubahan pada diri Indira benerapa hari ini . Arga tidak pernah menyadari kalau perubahan pada putrinya karena kehadiran sekretaris yang ingin ia hindari selama ini .
Seandainya Arga tau yang telah merubah putrinya dari kehidupan yang suram dan membosan kan adalah Angel , percaya atau tidak , bukan hadiah yang akan Arga berikan kepada Angel tetapi pengusiran .
Karena arga mengira kisah yang di alami putrinya kalau Angel adalah calon mamanya telah berakhir lama . tapi ternyata Angel dan Indira punya kebohongan di belakangnya .
Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepan nya . Manusia hanya bisa berencana orang yang di benci sebenarnya dialah orang yang di nanti . Apa pula yang akan di lakukan oleh Arga bila tau , Angel memanfaatkan kepolosan putrinya yang mendambakan seorang mama , untuk mendapatkan hatinya . Mungkin lain cerita bila Arga benar benar cinta kepada Angel .
"Bunda nur asyik pa , semua murid menyukainya ."Indira melanjutkan ceritanya . Sebenarnya dalam hati Indira ingin mengatakan kalau Angel lah mama yang paling Asyik untuk nya . Karena ada rahasia di antara ia dan Angel sehingga kebahagiaan nya hari ini ia pijam nama gurunya sebagai kandidat kebahagiaan nya hari ini .
Hanya mama Aannya lah yang bisa membuatnya tersenyum . Dan mama Aan nyalah yang mampu membuat hidupnya berwarna seperti hari ini yang telah ia lewati bersama mama Aan nya .
"O ya , hari ini putri papa kelihatan nya sangat bahagia dan ceria sekali , papa jadi penasaran dengan paras Bunda Nur guru Indira ." ucap Arga . Yang sebenarnya hanya ingin berbicara lebih lama dengan putrinya . Jarang jarang ia bisa ngobrol dengan putrinya . Walau hari weekend Arga raganya bersama putrinya tapi fokus putri nya hanya pada mainan nya . Tiada ide untuk mereka Papa dan Anak saling berbicara . Dan tentang penasaran yang ia ucap kan juga bukan kata hati yang sebenar nya . Ia hanya ingin membahagiakan Indira saja .
"Papa tidak usah penasaran . nanti ada yang cemburu ." ucap Indira spontan membuat mata Arga membola mendengar kata kata frontal dari putrinya .
__ADS_1