Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
90


__ADS_3

Rangga mengangguk sopan .


"Perkenal kan , nama saya Rangga abimana . Ayah kandung Arga . Bayi yang anda gendong ." ucap Rangga memperkenalkan diri .Cyntia menatap Indah menanyakan kebenaran nya .. Indah mengangguk kecil . Indah tidak menyangga dengan keberanian Rangga , yang langsung mengakuinya sebagai Ayah kandung Arga di depan cyntia ..


"Jadi kamu Ayah kandung Arga ." tanya Cyntia meyakin kan dirinya .


"Ya saya Ayah kandung Arga ." jawab Rangga dengan tegas .


"Kenapa kamu tidak mengatakan nya saat membawa Indah ke rumah sakit kemarin ." tanya Cyntia .


"Ya karena kemarin saya masih marah dengan Indah . Saya salah paham dengan nya ." ucap Rangga .


"Siapa yang Ayah kandung Arga ." tanya Dodo dengan suara datar , yang telah berdiri di depan pintu rumahnya , entah sejak kapan ia kembali .


"Abang ...


"Mas ." sapa Indah dan cyntia yang menoleh bersama sama .


"Jadi kamu Ayah kandung Arga ." tanya dodo lagi dengan suara yang datar . Rangga hanya mengangguk , ia tidak takut sedikitpun dengan Dodo . Tanpa mereka duka Dodo melayangkan satu pukulan ke wajah Rangga .


:Abang .." teriak Indah sambil memeluk Rangga menjauhkan nya dari Dodo


" minggir Indah , Abang belum selesai dengan laki laki bajingan itu ." ucap Dodo sambil menarik tangan Indah yang memeluk Rangga dari depan .


"semua bisa kita bicarakan baik baik " kata indah mencoba meredakan amarah Dodo .


"minggir Indah ."bentak Dodo lagi . Rangga mengelus kepala Indah dan tersenyum tipis pada Indah sambil mengangguk kan kepalanya , Memberi kode pada Indah . Indah geleng kepala ia tau kode dari Rangga .


"Pergilah ." bisik Rangga , Indah sebenarnya engan meninggalkan Rangga , tapi tidak urung Indah pun mendengarkan ucapan Rangga . Indah minggir dan berdiri di samping Cyntia .

__ADS_1


" kemari kamu brengsek , Saya akan menghabisi mu sekarang juga ." ucap Dodo sambil menari kerah baju yang Rangga pakai . Dodo melayangkan lagi tinjunya ke wajah Rangga , tidak puas ia hanya melukai wajah Rangga . Dodo kembali menghajar perut Rangga . Sedikitpun Rangga tidak melawan . Rangga rasa itu tidak seberapa di banding dengan oenderitaan yang Indah alami selama ini .


"Abang sudah cukup ." ucap Indah menangkap tangan Dodo yang masih ingin meninju wajah Rangga .


"Sudah mas , ada Arga di sini , apa kamu ingin Arga membencimu nanti , karena tau kamu menghajar Ayahnya ." ucap Cyntia .Dodo melepaskan baju Rangga dengan kasar .


" Aku tunggu penjelasan kamu , ku harap kamu bisa memberiku alasan yang masuk akal ." ucap Dodo dan peegi meninggalkan mereka semua


Dodo diam menatap datar wajah Rangga yang duduk di sampingnya .mereka sedang duduk di halaman belakang rumah Dodo . Sudah beberapa menit mereka duduk , Keduanya larut dalam pikiran masing masing .


"Indah selama ini tidak pernah mengenal laki laki , apa lagi punya kekasih . Dia adalah yang baik dan polos , aku paling mengenal bagaimana pergaulan nya , katakan padaku bagaimana dia bisa hamil dan melahirkan anakmu ."tanya Dodo ia sudah cukup waktu untuk diam . Ia sudah siap menerima baik dan buruknya masa lalu adiknya .


"kami bertemu di BAR . Dan iya saya yang memaksanya ." ucap Rangga setengah jujur ia tidak mau mengatakan pada Dodo kalau indah yang memasukkan obat perangsang di minuman nya . Rangga tetap ingin menjaga nama baik Indah di depan Abangnya .


"Bajingan ." Dodo berdiri dan menarik kerah baju Rangga lagi . Dodo ingin sekali menghabisi Rangga hari itu juga ,tapi ia masih ingin mendengarkan cerita Rangga yang lebih rinci .Dodo melepaskan cengkraman nya dan mendorong Rangga dengan kasar .


"Lanjutkan ." ucap Dodo .


"Kamu kira bisa semudah itu ." jawab Dodo .


"Saya akan buktikan kalau saya bisa menghidupi Indah dan anak kami nanti ." ucap Rangga dengan yakin .Dodo tertawa lebar mengejek .


"Saya sudah menjodohkan Indah dengan orang lain . Kalau kamu bisa bersainglah dengan aliandro ."ucap Dodo , Dodo sudah mendengar kalau Aliandro tertarik dengan adiknya dan dan dia juga bersedia menjadi ayah penganti untuk Arga .


" tentu , dan saya akan keluar sebagai pemenangnya , dan kedepan nya kita akan jadi saudara ."Dodo mendengus kesal dengan rasa percaya diri Rangga yang besar .Dodo pergi meninggalkan Rangga seorang diri di halaman belakang .


Rangga menatap halaman belakang rumah Dodo . Biar kecil sangat nyaman , banyak tanaman bunga , walau halaman nya tidak seluas dengan halaman rumah yang baru ia beli satu minggu yang lalu .


Rangga membeli Rumah dengan halaman depan dan belakang sama sama luas . Ia berencana ingin membuat taman bermain di halaman belakang untuk Arga . Rangga berpikir Arga tidak baik hidup di apartemen sehingga ia membeli rumah baru .

__ADS_1


"Kamu tidak apa apa ,Baik baik saja kan ." tanya Indah yang datang membawa kotak p3k . Rangga mengangguk kan kepalanya . Indah mengambil kapas dari kotak P3k dan membersihkan luka di wajah Rangga .Indah meringis saat melihat bibir rangga yang sobek .


"kenapa ." tanya Rangga menyentuh dagu Indah .


"maaf ." ucap Indah sambil menutup kotak p3k .


"ada yang ingin kamu tanyakan ." ucap Rangga yang seakan tau raut wajah Indah saat ini .


"kamu tadi bicarakan apa dengan Abang Dodo ." tanya Indah penasaran .


"Tidak banyak , yang pasti aku akan tanggung jawab kepadamu dan putra kita ." jantung Indah berdetak lebih kencang , saat mendengar kata terakhir Rangga "putra kita " rasanya sangat aneh di pendengaran nya juga begitu asing . Tapi hatinya sangat bahagia , Ia sangat suka mendengar Rangga menyebut Arga putra mereka .


"Kamu sudah tidak marah lagi kan ." tanya Indah hati hati .


"Tidak kenapa.aku harus marah ." tanya Rangga balik bertanya .


"kalau begitu , aku boleh pergi kerja lagi ke restoran kamu kan ." tanya Indah , ia berharap Rangga mengijinkan ia kembali bekerja lagi .


" tidak boleh ." jawab Rangga tanpa pikir panjang .


"Kenapa , aku butuh pekerjaan itu untuk menghidupi Arga dan kebutuhan kami sehari hati ." ucap Indah.


"Tugas itu akan menjadi tanggung jawab aku Indah , mulai sekarang kamu cukup jaga Arga dan pastikan dia baik baik saja , kebutuhan kamu dan Arga , mulai sekarang aku yang akan penuhi ." ucap Rangga yang tidak di setujui oleh Indah .


"Dan satu lagi .mulai sekarang kamu dan putra kita akan tinggal bersamaku , di rumahku rumah kita ..


"Aku tidak setuju , Indah dan Arga tinggal bersama kamu . Mereka akan tetap tinggal bersamaku sampai Indah memutuskan untuk menikah ." sahut Dodo dari depan pintu . Entah sejak kapan Dodo berada di sana .


"Lingkungan ini tidak baik untuk Indah dan Arga . Mulut mulut tetangga kamu busuk busuk ." ucap Rangga kesal , ia masih teringat dengan ucapan ibu ibu tetangga Dodo tadi . Dodo terdiam dalam hati ia membenarkan kata kata Rangga . Bukan hanya Indah , kadang istrinya pun juga ikut menangis . Mendengarkan perkataan para tetangga . Hal ini juga di sebab kan karena Cyntia belum di karuniai anak di pernikahan mereka yang ke dua tahun .

__ADS_1


"


__ADS_2