
" Istriku ."Angga segera turun dari mobilnya dan menghampiri istrinya .
"Nisa , kamu dah pulang ." tanya Angga .
"Kenapa , Apa kamu berharap Aku tidak pulang ." tanya Nisa sinis .
"aku tidak bermaksud seperti itu . Aku bahagia kamu pulang ." ucap Angga jujur . Sambil mengambil tas bawaan istrinya dan menuntun Nisa masuk ke dalam rumah .
Nisa tak banyak bicara , ia hanya diam menerima perlakuan lembut dari suaminya pada dirinya .
"Sayang saya minta maaf , karena telah menuduh kamu buruk ." ucap Angga setelah mereka sampai di dalam kamar .
"Kita bicarakan itu besok saja . Aku mau tidur , aku capek dan lelah sekali hari ini , ingin istirahat dulu ." ucap Nisa dan menarik selimutnya sebatas dada dan matanya juga terpejam seolah olah benar benar kelelahan .
"Aku tadi pergi ke restoran dan mengecek kebenaran tentang vidio itu . Tapi aku tidak bisa melihat semua kebenaran vidio itu , karena sebagian telah di hapus secara permanen ." ucap Angga ia tau istrinya masih bisa mendengarkan ucapan nya .
"Aku kecewa pada diriku sendiri , yang tidak bisa mempercayai dan melindungi istri sendiri . Maaf , aku juga kecewa dengan Rangga ." Angga turun dari ranjangnya dan pergi ke meja kerjanya dan mengambil berkas yang tadi ia ambil dari restoran nya tadi pagi .
Nisa mengintip dari sudut matanya , ia menunggu apa yang di lakukan oleh suaminya . Saat Angga mendekat ke ranjang lagi , Nisa kembali menutup matanya .
"Aku berencana , akan menjual saham aku yang ada di restoran itu , aku pikir , aku dan Rangga sudah tidak sejalan ." ucap Angga dan membawa berkas berkas saham restoran itu ke hadapan istrinya .
"Jangan ambil keputusan , di saat hatimu di liputi oleh emosi . Tunggu sampai pikiran mu jernih baru putuskan lagi ." ucap Nisa tanpa membuka matanya .
"Sekarang tidur lah dulu ." sambung Nisa lagi .
"Tapi..
__ADS_1
"kamu mau aku suruh tidur di luar ." Ancam Nisa . Angga segera meletak kan berkas berkasnya di meja dan segera menarik selimutnya menyusul istrinya untuk tidur . Ia berusaha agar bisa tidur .
Jam dinding menunjuk kan pukul 5 sejak selesai sholat subuh Angga tidak bisa tidur kembali . Matanya terus memandangi wajah istrinya . Tiba tiba ia di kagetkan dengan alram di ponsel Nisa . Angga segera mematikan nya , ia tidak ingin tidur istrinya terganggu . Ia masih ingin memandang wajah istrinya yang tertidur lelap di sampingnya .
Dengan tertidur lelap , Angga baru bisa menatap wajah istrinya dengan leluasa . Sejak dari mata hidung dan bibir tipis milik Istrinya . Sedetik pun ia tidak bisa mengalihkan tatapan matanya . Angga akui bila dirinya telah menaruh hati pada wanita yang telah ia nikahi dan bersetatus istri juga ibu dari anaknya .
"Maaf ." bisik Angga di telinga istrinya .Sungguh Angga benar benar menyesal sudah tidak mempercayai istrinya sendiri . Angga juga kecewa dengan sahabatnya , Rangga yang telah ingin membuat hubungan nya dengan Nisa hancur .sampai sekarang Angga belum memutuskan untuk bicara dengan Rangga . Ia ingin menunggu rangga yang berbicara padanya lebih dulu .
Angga beranjak dari tempat tidurnya dengan pelan pelan .ia ingin membersihkan diri sebelum turun untuk membuatkan sarapan untuk Nisa .baru lima menit Angga masuk ke kamar mandi pintu kamar mandi telah di gedor dengan kencang dari luar .
"Ga , buka pintunya aku mau muntah ." teriak Nisa lirih . Angga segera menarik handuknya dan melilitkan di pinggangnya . Seluruh tubuhnya masih penuh dengan busa sabun .
Setelah pintu terbuka Nisa langsung lari ke kloset memuntahkan semua isi perutnya . Angga berada di sampingnya memijit tengkuk istrinya . Angga benar benar tidak tega melihat pengorbanan istrinya demi anak mereka .tapi Angga malah tidak menghargainya , bahkan tega menuduh nya tanpa cari tau lebih dulu .
"Sudah ." tanya Angga melihat Nisa sudah tidak muntah lagi . Nisa kelihatan lemas menjawab saja tidak ada tenaga hanya angukakan kecil yang dia berikan . Angga membantu istrinya kembali lagi ke ranjangnya .
"kamu mau makan apa .biar aku buatkan ." ucap Angga , Nisa hanya diam tidak menjawab , sepertinya ia masih marah dengan suaminya .
"iya sudah biar aku buatkan bubur saja ." ucap Angga ketika tidak mendapatkan jawaban dari istrinya .
"Aku ngak mau makan bubur ." tolak Nisa .
"jadi mau makan apa ." tanya Angga dengan lembut , ingin sebenarnya dia membahas masalah semalam dengan istrinya tapi ia ingin menunggu setelah sarapan saja .
"Apa aja yang penting jangan bubur . Membayangkan nya saja sudah membuat aku mual ." ucap Nisa .
"Baiklah kamu mau menunggu di sini atau ikut aku ke bawah ."tanya Angga .
__ADS_1
"Aku akan ke bawah setelah mandi nanti ." jawab Nisa . Angga menatap Nisa tidak yakin . Ia merasa Nisa pasti butuh bantuan untuk ke kamar mandi . Angga perhatikan wajah Nisa sedikit pucat. Bahkan ia yakin istrinya mau berdiri saja kesusahan .
"Kamu yakin bisa mandi sendiri ." Akhirnya Angga mengeluarkan isi hatinya .
Nisa mendengus mendengar ucapan Angga . Ia menyingkirkan selimutnya dan bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi . Ia tidak menjawab pertanyaan Angga tapi langsung membuktikan nya .
Angga juga diam hanya mengikuti istrinya dari belakang takut kalau istrinya tiba tiba jatuh .
"Apa ." tanya Nisa sambil membalik kan badan nya . Ia menatap Angga yang terus mengekori nya .
"Aku takut kamu jatuh ." kata Angga dengan cemas .
"Kamu tidak apa apa kan ."tanya Angga lagi .
"aku tidak apa apa ," ucap Nisa sambil menutup pintu kamar mandi tepat di depan wajah suaminya .
Angga hanya Diam menatap ke arah pintu kamar mandi dengan cemas .
"Ga , aku tidak apa apa , pergilah buat kan makan untuk ku ."ucap Nisa yang seakan tau kalau suaminya masih ada di depan pintu kamar mandi .
"Ok panggil aku bila butuh sesuatu ." akhirnya Angga pergi dengan berat hati . Keluar dari kamar dan menuju ke dapur .
Angga telah menyelesaikan masakan nya tak lupa ia hidangkan sekalian di meja makan . Di bantu oleh bi sarijem .sesekali matanya melirik ke arah anak tangga , menunggu kedatangan istrinya . Sudah limabelas menit lebih Angga menunggu sejak selesai menghidang kan makanan nya , Nisa tak kunjung turun .
Sudah hampir satu jam Angga meninggalkan Nisa sendirian di kamar . Angga cemas dan akan menyusul Nisa ke kamar baru saja ia menapak kan kaki nya di anak tangga ke dua . Nisa juga menuruni anak tangga .
"Kamu dandan rapi sekali mau kemana ." tanya Angga .memperhatikan penampilan istrinya sangat rapi , tidak seperti biasanya . Gaun motif bunga berwarna kuning langsat model sabrina memperlihatkan bahu indahnya . Seketika membuat Angga merasa tidak suka . Tidak rela kalau orang lain ikut menikmati keindahan tubuh istrinya .
__ADS_1