
Jika Rangga tidak datang , Dodo pasti memberi dukungan penuh kepada Aliandro . Dan jika Indah tidak menerima Rangga Dodo juga tetap akan memberi dukungan pada Aliandro . Tapi kenyataan mengatakan lain , Indah lebih bahagia dengan kedatangan Rangga .
"Ekhmm ." Rangga berdehem cukup keras . Sambil melipat kedua tangan nya di depan dada dengan angkuh . Dodo dan Aliandro sontak membalik kan badan .
"Pagi pak ," sapa Dodo dan Aliandro serempak .Rangga tidak membalas sapaan mereka ia menatap tajam ke arah keduanya .
Tidak Dodo pungkiri sekarang ia merasa takut dengan Rangga . Ia tau saat ini wajah Rangga sedang menyiratkan aura marah .
"Apa yang sedang kalian bicarakan ." tanya Rangga dingin . Seolah ia tidak mendengarkan apa yang barusan mereka katakan .
"Membicarakan masa depan pak ." jawab Aliandro tanpa rasa takut . Karena Aliandro mengenal Rangga sebagai Adik tiri atasan nya . Aliandro juga tau kalau Rangga baru saja di angkat menjadi president directur yang baru . Waktu kerja mereka masih ada tiga puluh menit .
sebelum jam kantor di mulai Rangga mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Aliandro . Aliandro menyambutnya dengan kening berkerut .
"Perkenalkan nama saya Rangga abimana , Ayah kandung Arga abimana , calon suami Arta Indah wulandari . Jadi masa depan yang baru saja kamu katakan itu adalah masa depan saya ." ucap Rangga . Sambil menarik tangan nya dari tangan Aliandro . Rangga tersenyum puas saat melihat wajah Aliandro yang pias .
Aliandra menatap Dodo minta jawaban kalau ucapan Rangga adalah bohong . Tapi sayangnya Dodo mengangguk kan kepalanya membenarkan ucapan Rangga .
"Jangan pernah berusaha merebut masa depan saya , kalau tidak kamu akan tau akibatnya , kamu tidak hanya akan kehilangan pekerjaan kamu , usahamu yang baru saja berkembang bisa saya ratakan dengan tanah ." ucap Rangga , sebelum melangkah pergi. Rangga menepuk bahu Dodo sebentar .
"saya akan berusaha pak , karena jodoh ,maut dan rezeki Alloh yang mengatur ." ucap Aliandro dengan lantang . Ia tidak akan menyerah segampang itu .
Rangga membalikkan badan nya dan memberi semangat pada Aliandro ." Berusahalah ."ucap Rangga sambil tersenyum pergi memasuki life .di dalam life Rangga meninju dinding life melampiaskan kelesalan nya karena
"Berani beraninya nya laki laki itu menantang aku ." geram rangga .
__ADS_1
***
sejak mulai bekerja di kantor Rangga belum pernah makan siang di kantin perusahaan . Ia selalu minta tolong Robin sekretarisnya untuk membelikan nya . Kalau tidak ia akan pergi sendiri ke restoran dekat perusahaan .
Siang itu Rangga menelpon Indah untuk datang ke kantor makan siang bersama nya . Sekarang Rangga berjalan ke kantin sambil merangkul erat pinggang Indah .
Bukan tanpa alasan Rangga mengajak Indah makan di kantin , hanya satu alasan Rangga yaitu ingin menunjuk kan kepada Aliandro bahwa Indah hanya miliknya seorang .
"mau makan apa sayang ." tanya Rangga pada Indah , sengaja suaranya di perkeras agar Aliandro yang duduk di belakangnya selisih dua meja mendengarnya .
Indah melihat buku menu di kantin itu , ada menu ayam bakar madu yang menggugah seleranya .
"ini saja mas ." ucap Indah menunjuk menu itu pada Rangga .
" Baiklah . Kita pesan dua porsi ." ucap Rangga .
"Baiklah ,kalau begitu pesan satu porsi saja tapi jumbo . Kita bisa makan sepiring berdua bagaimana , nanti kamu bisa sambil suapin aku , tangan aku pegel semua ." ucap Rangga sedikit manja . Indah menghela nafas pelan dan mengangguk .
"Mas setelah makan aku langsung pulang ya , aku ngak tenang biarkan Arga dan mbak Nina sendirian di rumah ." ucap Indah , bukan Indah tidak percaya sama artnya ia cuma tidak tenang meninggalkan Arga terlalu lama . Rangga mengangguk .
"Iya nanti biar aku sendiri yang akan mengantar mu . Setelah kita swlwsai makan ." ucap Rangga sambil menyisihkan anak rambut Indah yang menutupi muka Indah .
Aliandro sesekali mencuri pandang kepada Indah .Ia masih belum rela kalau Indah lebih memilih Rangga dari pada memilih dirinya .
Aliandro membandingkan tampang dirinya dengan Rangga tidak kalah jauh . Hanya tentang harta yang membedakan dirinya dengan Rangga memang kalah jauh .Aliandro merasakan ada tepukan di bahu kirinya oleh Dodo. Dodo menenangkan nya juga memberinya semangat .
__ADS_1
"Adik ku bukan wanita satu satunya di dunia ini , kamu masih bisa mendapatkan yang lebih baik dari adik ku ." ucap Dodo .Aliandro hanya mengangguk dan kembali memakan makanan nya walau rasanya sangat hambar di mulutnya .
"Memang Rangga sialan .sengaja pamer kemesraan di saat dan tempat seperti ini ." gumam Dodo dalam hati .
Indah jadi merasa tidak ,yaman .melihat semua mata memandang kepadanya . Berulang ulang kali Indah memperhatikan penampilan nya , apa kah ada yang salah , namun tak ia dapatkan .
"Mas , apa ada yang salah dengan, penampilan aku , kok sepertinya semua orang menatap ke arah kita ."tanya Indah pada Rangga . Rangga menggeleng .
"Mungkin mereka terpesona denganmu , karena kamu hari ini sangat cantik ." jawab Rangga jujur memang hari ini Indah kelihatan cantik walau sebenarnya Indah tidak bermeukuap tebal , ia cuma berdandan natural saja . Pakai baju merah berbunga bunga sebatas lutut dengan rambut yang di urai .
"Aku serius mas ." sungut Indah . Karena Indah tidak merasa cantik . Karena dandanan nya masih kalah cantik dengan karyawan karyawan Rangga yang ada di kantin itu . Penampilan mereka lebih modis dan ideal. Indah sempat minder saat berpapasan dengan mereka tadi .
"iya serius sayang , kamu cantik , lebih cantik di banding mereka ."jawab Rangga . Indah menelan kuyahan nasi yang terakhir dan menghabiskan air dalam gelasnya .
"Sudah mas , kita sudah habis makan nya ,bolehkan aku pulang sekarang ." ucap Indah yang risih dengan tatapan sinis para wanita di sana . sebenarnya Rangga masih ingin memanerkan kebersamaan nya dengan Indah di depan Aliandro , tapi ia juga kasihan kepada Indah yang sudah tidak nyaman . Maka ia akhir pertunjukan nya .
"Baiklah kita pulang sekarang ." ucap Rangga , keduanya berdiri bersama Rangga kembali memeluk pinggang Indah dengan erat .
" kakak ipar kita pamit duluan ." ucap Rangga sengaja , Indah yang mendengarnya terkejut .karena ia tidak tau kalau Abangnya kerja di perusahaan Rangga .
"Abang Dodo , kamu kerja di sini juga ." tanya Indah .
Dodo hanya mengangguk tersenyum .berharap keduanya cepat pergi , ia merasa kasihan pada Aliandro karena ia juga dulu yang mengenalkan Aliandro dengan Indah .
Rangga tersenyum penuh kemenangan saat matanya bersitatap dengan mata Aliandro . Dia sangat puas dengan dengan expresi masam pria itu .
__ADS_1
"Ayo mas kita cepat pulang , kasihan Arga ." ucap Indah saat melihat tidak ada pergerakan pada Rangga .
"Oh iya , ayo sayang ." ucap Rangga .Rangga mendengar Aliandro berdecih . Tapi Rangga tidak perduli , ia dah puas dengan expresi pria itu . Dan setelah ini Rangga berharap pria itu sudah tidak mengharapkan Indah lagi , atau menyimpan perasaan pada Indah , Rangga tidak suka itu ada laki laki yang mencintai Indahnya , ibu dari anaknya .