Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
100


__ADS_3

Indah sadar diri , ia dan Rangga bagaikan langit dan bumi , tidak mungkin mereka untuk bersatu . Apa lagi mamanya rangga juga tidak akan merestuinya .


"Ngomong ngomong ,malam ini aku mau menginap aku tidak enak badan ." ucap Rangga berbohong ia hanya ingin tinggal bersama anak dan calon istrinya . Wajah wulan langsung berubah khawatir ia paling tidak bisa melihat orang terdekatnya sakit , walau itu hanya demam .


"Kamu sudah minum obat ." tanya Indah dengan salah satu tangan nya menyentuh dahi Rangga . Rangga mwraih tangan Indah .


"Aku baik baik saja , aku cuma butuh istirahat ." jawab Rangga . Karena berbohong hanya karena tidak bisa menemukan alasan untuk menginap bersama Indah dan anaknya .


"Kalau begitu kamu cepat pergi istirahat , kamu tidur saja di kamar aku , nanti kalau kamu butuh sesuatu aku bisa membantumu ."ucap Indah dan melangkah lebih dulu ke kamar .


Rangga tersenyum mengikuti langkah Indah dari belakang . Dalam hati Rangga minta maaf pada Indah , karena ia telah berbohong dan membuat Indah jadi khawatir . Memang ia kerja sangat lelah tapi lelahnya hilang ketika melihat putranya .


Indah membaringkan Arga di atas tempat tidur . Bayi mungil itu sekarang lebih suka dan nyaman tidur di atas tempat tidur orang tuanya yang luas . Sekarang dia tidak tidur di dalam box bayi nya lagi .


"Kamu mau mandi air hangat mas , biar aku siapkan ." tawar Indah .


"tidak udah sayang , biar aku siapkan sendiri .kamu.temani anak kita di sini saja ." ucap Rangga . Bukan sekali dua kali Rangga memanggilnya sayang , tapi setiap kali mendengar kata sayang dari mulut Rangga jantung Indah berdetak semakin kencang .


Indah memilih membaringkan badan nya di samping putranya sambil menunggu Rangga yang masih mandi . niat nya hanya ingin berbaring tak taunya ia malah ketiduran


Saat Rangga selesai mandi dan keluar dari kamar mandi . Ia mendapati Indah telah tertidur . Rangga duduk sebentar di samping Indah dan menatap wajah Indah sejenak . Rangga mengusap kepala Indah lembut . Wajah Indah menunjuk kan raut kelelahan seharian ini . Rangga mengecup kening Indah .

__ADS_1


"Semoga mimpi indah sayang ." bisik Rangga lalu pindah berbaring di samping putranya .


"selamat tidur kesayangan ayah ." bisik Rangga di telinga Arga .seperti mendengar apa kata Ayahnya , Arga tersenyum dalam keadaan tidur , Rangga juga ikut terseyum lalu ikut menutup mata Menyusul Indah dan Putra nya ke alam mimpi .


***


"Aku tidak setuju kamu menemui dia ." larang Rangga yang mengetahui Aliandro kirim pesan ke pada Indah untuk bertemu di luar siang ini .


"Aku harus bertemu mas , aku hanya ingin meluruskan hubungan aku dan dia mas ."ucap Indah . Indah hanya ingin memberi jawaban kepada Aliandro . Karena beberapa waktu yang lalu Aliandro pernah mengatakan sebuah permintaan , agar Indah mau menjadi kekasihnya , tapi Indah belum memberi jawaban sama sekali , menerima atau menolak .dan sekarang Indah ingin menemuinya dan memberikan jawaban kalau tidak bisa melanjutkan hubungan ini . Agar Aliandro tidak terus berharap kepadanya .


"Biar aku yang selesaikan itu , aku akan menemuinya kamu jangan coba coba pergi kemana mana , atau temui orang lain tanpa ijin dariku , kalau tidak kamu tau akibatnya ."ucap Rangga .


"Iya mas Indah mengerti ." ucap Indah mengalah , ia tidak mau berdebat dengan Rangga di pagi pagi buta .


"Aku berangkat dulu kerja dulu., nanti sore kita ketemu lagi ."ucap Rangga sambil mengecup kening Calon istrinya dan putranya bergantian .


"Ingat jangan pergi menemui laki laki lain tanpa seijin aku ." ucap Rangga Indah menarik nafasnya pelan kemudian mengangguk .


"ayah kerja dulu ya nak , jaga bunda jangan ijinkan orang lain menganggu bunda mu ya ." ucap Rangga dan mengecup.kening putra nya lagi . Berat baginya untuk meninggalkan bayi mugilnya yang mengemas kan itu .


"Aku berangkat ya ." pamit Rangga lagi tapi kakinya tak beranjak tatapan matanya terpaku pada putranya yang begitu mengemaskan .

__ADS_1


"Iya mas hati hati.di jalan ." ucap Indah . Baru Rangga sadar dan melangkah pergi dengan berat meninggalkan rumah nya menuju ke kantor .


***


Rangga telah sampai di lobby kantor saat akan masuk ke dalam life , langkahnya terhenti telinganya mendengar suara Dodo dengan laki laki yang ia kenal sebagai saingan nya dalam mendapatkan hati Indah . Dodo dan aliandro berbincang di dekat meja resepsionis .Rangga sedikit mendekat ingin mendengar apa yang di bicarakan oleh mereka .


"Maaf Aliandro bisa tidak kamu mundur untuk mengejar adik saya ." ucap Dodo .


"lo , kenapa bukan nya kamu ingin aku yang menjaga adik dan keponakan kamu , dan aku juga bersedia tanpa syarat dan pengecualian dengan status Indah . Aku siap jadi Ayah sambung Arga ." ucap Aliandro panjang lebar .


"Bukan kenapa dan ada apa . Yang jelas Ayah kandung Arga sudah kembali , dan dia akan bertanggung jawab ." ucap Dodo , senyum tipis menghiasi bibir Rangga mendengar jawaban calon kakak iparnya itu . Dodo juga tersenyum tipis di depan Aliandro .


"Alahh kamu percaya sama dia . Paling paling dia cuma mau manfaatkan Indah saja . Kenapa baru datang sekarang , tidak datang dari dulu ," ucap Aliandro yang membuat Rangga tersinggung dan mengepalkan tangan nya .


"Ya hubungan orang muda kan begitu , mungkin saat itu mereka ada masalah membuat ada pertengkaran antara mereka , tapi sekarang mungkin masalah sudah menemukan jalan nya , sehingga mereka bersama lagi ." jawab Dodo .


"sejauh ini pria itu sangat baik kepada Indah , tidak hanya baik bahkan perhatian pada Indah dan Arga ." ucap Dodo yang telah melihat kesungguhan Rangga . Dan usaha Rangga untuk melindungi dan membahagiakan adik dan keponakan nya .


"Aku yakin , aku dan laki laki itu masih lebih baikan Aku . Aku janji akan bahagiakan Indah dan Arga . Tidak akan pernah menyakiti mereka ." ucap Aliandrondengan sangat yakin.


Aliandro merasa hidupnya sudah mapan mampu membahagiakan Indah dan Arga , dengan bengkel yang ia punya sekarang , walau kecil tapi sudah lumayan menghasil kan uang . Aliandro tidak memasalahkan masa lalu Indah . Indah adalah wanita yang sangat mandiri itulah yang membuat Aliandro.tertarik dengan Indah . Sifat keibuan nya yang membuat Aliandro terpesona karena indah sesuai dengan wanita idaman nya .

__ADS_1


Dodo menepuk bahu Aliandro ." Aku tidak bisa berbuat banyak semua keputusan ada di tangan Indah ." ucap Dodo tetap memberi semangat pada teman nya itu , jika Rangga tidak datang , mungkin Dodo akan memberikan dukungan kepada teman nya itu untuk beri semangat untuk mendapatkan hati adiknya .


__ADS_2