
ponsel Indah bergetar ada notifikasi pesan yang masuk dari Rangga .
" Sayang , hari ini aku tidak bisa berkunjung , di kantor banyak lemburan ."
Isi dari pesan Rangga yang di kirim kepada Indah . Indah meletak kan ponselnya di atas meja , seperti ada sesuatu yang hilang setelah membaca isi pesan itu .
" maaf nyonya di bawah ada nyonya Wulan ." ucap mbak nina yang berdiri di ambang pintu kamarnya . Memang ia sengaja tidak menutup rapat pintu kamarnya .
" baiklah mbak , sebentar lagi aku turun ." ucap Indah . Indah terkejut dengan kedatangan wanita paruh baya itu .Indah menarik nafas dalam dalam , ia mempersiapkan hatinya untuk menerima segala sesuatu yang sangat surprise dari wanita itu . Mungkin cacian yang hanya akan ia terima dari calon ibu mertuanya itu .
Saat Indah turun dari atas ia melihat ibu mertuanya tidak hanya datang seorang diri . Dia datang bersama teman teman arisan nya .
"Ini lo jeng jeng semuanya , cucu laki laki aku ganteng kan ." ucap Wulan sambil menyahut Arga dari gendongan Indah tanpa permisi .
"Wah ganteng dan lucu sekali., mirip lo jeng sama Rangga .tidak mirip sama mamanya wah putramu beruntung dapat wanita yang sangat mencintainya . Sampai sampai rasa cintanya ia simpan di diri putranya .sehingga rela dirinya tak ada di diri putranya ." ucap sahabat wulan .
"ngapain kamu masih berdiri di situ , pergi buatkan minuman untuk teman teman arisan saya ." bentak Wulan kepada Indah . Indah mengangguk dan berlalu pergi ke dapur untuk membuatkan minuman sesuai perintah Wulan .
"Nyonya biar saya saja yang buat ." ucap Mbak nina yang datang untuk membantu .
"Tidak usah mbak , biar aku saja . ini bentar lagi juga sudah selesai kok ."tolak Indah . Yang menyusun gelas gelas di atas nampan dan membawanya je ruang tamu , langkah Indah terhenti saat mendengar ucapan Wulan ke oada teman teman arisan nya .
__ADS_1
"Iya jeng , Marisa ini mamanya Arga . Mereka berpacaran sudah tiga tahun . Saya sudah suruh mereka untuk cepat menikah saja , mereka malah menunda nunda ya ini lah akhirnya , kecewa sih sebenarnya mereka mempunyai anak di luar nikah , tapi mereka mempertanggung jawabkan semua dan akan segera menikah kok ." ucap Wulan . Seakan dia benar benar seorang mertua yang bijaksana .
"Maaf Ibu ibu semua ." ucap Indah sambil meletak kan nampan nya di atas meja , ia ingin meluruskan apa yang telah Wulan katakan .
"Arga sebenarnya anak..
"Maaf ya jeng jeng semuanya , saya akan bicara dulu sama babysisternya cucu saya dulu ."Wulan memotong ucapan Indah dengan cepat , dan menarik Indah dengan kasar menuju ke arah dapur .
"Maaf ya bu , Arga anak saya , bukan anak marisa atau siapa pun ." Indah masih terima di katakan sebagai babysister nya Arga . Tapi ia tidak terima kalau Anaknya di katakan sebagai anaknya Marisa dan Rangga . Ia yang telah mengandung Arga hampir sepuluh bulan , Indah juga yang melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa seorang diri tak ada yang perduli dengan nya . Ia tidak akan terima begitu saja anak nya di klaim sebagai anak irang lain .
"Memang arga kamu yang melahirkan nya , tapi pada akhirnya dia akan menjadi anak marisa dan Rangga . Karena sampai kapan pun kamu tidak akan bisa menikah dengan Rangga ." ucap Wulan dengan angkuh .
"Saya tidak perduli . Bukankah kamu tidak ingin meninggalkan Rangga .? Hanya ini keputusan yang baik , kamu bisa tetap bersama dengan putra saya , hanya menjadi simpanan Rangga dan marisa adalah istri sahnya Rangga . Anak anak yang kamu lahirkan otomatis akan menjadi anak anak marisa ."
"Rangga tidak akan melakukan itu ." bantah Indah Ragu . Wulan tertawa menatap kasihan kepada Indah .
"Saya sudah katakan semua ini dengan Rangga , dan Rangga juga sudah menyetujui rencana ini , jadi kamu jangan coba coba untuk menjelaskan semua di depan teman teman saya . Atau kamu akan kehilangan anak kamu untuk selamanya ." ucap Wulan . Setelah mengatakan itu semua Wulan pergi meninggalkan Indah seorang diri di dapur .
Indah terduduk lemas , air matanya berlomba lomba untuk berjatuhan . Indah mengigit bibir bawahnya untuk menahan isak tangisnya . Mbak Nina yang mendengarkan semua ikut merasa sedih dan kasihan kepada majikan nya itu .
"Nyonya , anda baik baik saja ." mbak Nina menghampiri Indah . Indah segera menghapus air matanya dan menoleh pada mbak nina , ia berusaha tersenyum tapi malah isakan yang keluar dari bibir Indah .Mbak Nina merasa iba dengan majikan nya itu .
__ADS_1
"Aku baik baik saja mbak , mbak Nina tidak usah khawatir ." ucap Indah dan berdiri ia ingin ke ruang tamu untuk melihat putranya .
Saat Indah kembali ia sudah tidak melihat teman teman arisan Wulan . Yang ada tinggal Marisa dan mamanya Rangga . Indah mempercepat langkahnya dan segera meraih putranya yang ada di pangkuan marisa . Karena putranya merasa tidak nyaman di pangkuan wanita itu . Arga rewel dan merengek terus .
"tidak usah kamu begitu takut , saya tidak akan melukai anak itu , Toh kelak dia juga akan menjadi anak saya juga ." ucap Marisa . Dan membiarkan Indah mengambil Arga dari pangkuan nya .
"Itu tidak akan 0ernah terjadi ." ucap Indah tanpa perduli dengan Wulan mamanya Rangga . Ia segera naik ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya .
Marisa dan wulan saling lempar senyum melihat kepergian Indah .
"Jangan khawatir , dia tudak akan pernah menjadi menantu mama ." ucap Wulan .
"Tapi bagaimana dengan Rangga ma ," ucap Marisa yang telah memanggil Wulan dengan sebutan mama , karena merasa dirinya yang benar benar akan menjadi Istri Rangga .
"serahkan semuanya sama mama , mama yang akan mengatasinya ." ucap Wulan percaya usahanya akan berhasil . Rangga akan menuruti rencananya karena sudah banyak rencana yang telah ia susun , untuk mengusir Indah agar pergi meninggalkan Rangga .
"Mama memang yang terbaik ." ucap marisa sambil mengacungkan kedua jempol tangan nya . Dia akan mendapatkan Rangga tidak lama lagi . Marisa sebenarnya wanita yang kerja sama dengan Joni untuk menjebak Rangga lewat bantuan Indah du tahunan yang lalu . Marisa sudah tidak sabar melihat reaksi Rangga di hari pernikahan mereka nanti .
Sepanjang malam Indah tidak bisa tidur .matanya tidak merasakan kantuk sama sekali .ucapan demi ucapan Marisa dan Wulan berputar putar di kepalanya . Indah bangun dari berbaringnya ia tatap wajah putranya yang tertidur begitu pulas .
Indah berdiri dan mengambil ponselnya . Ia tidak mau menelan bulat bulat apa yang telah di katakan oleh Wulan dan marisa . Dia ingin memastikan semuanya dari mulut Rangga sendiri . Di layar ponselnya telah menunjuk kan pukul satu dini hari , tapi itu tidak mengurungkan niatnya untuk menghubungi Rangga .
__ADS_1