Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
81


__ADS_3

Indah kembali mengantarkan makanan yang baru di masak oleh chef haikal ke ruangan Rangga , ia mengetuk pintu ruangan Rangga dan di persilahkan masuk , Indah segera masuk .


"Masakan apa ini ." tanya Rangga tanpa menyentuh makanan itu . Indah menghela nafasnya . Dalam hati ia berkata ." aku salah lagi ." pikir Indah .


"Ini masakan yang baru pak , sesuai dengan permintaan bapak ." ucap Indah .


"saya tau , tapi saya tidak minta masakan yang sama dengan yang tadi ." ucap Rangga .


"Tadi bapak tidak bilang begitu ." ucap Indah . Ia merasa lelah , kepala nya sudah pusing dan semakin berat .


"kamu punya mulut kenapa tidak tanya dulu sama saya . Memang kamu tidak pecus bekerja . Sebagai karyawan ." Indah berusaha bersabar dan segera mengambil kertas dan pena , dari dalam saku celananya .


"Bapak mau pesan menu apa ." tanya Indah dan siap untuk menulis .Rangga berdecih .


"Tidak perlu saya sudah tidak selera makan lagi , karena kamu sebagai karyawan tidak pecus bekerja ."ucap Rangga . Kemudian Rangga pergi keluar bersama teman wanita nya , meninggalkan Indah seorang diri di ruang kerjanya .


Indah mendongak kan kepalanya ia hapus air matanya yang sudah mengambang . Indah menyusun semua piring piring yang sudah kosong . Dan menuruni tangga menuju dapur .


"Ada apa lagi ." tanya Chef haikal heran .Indah hanya menggelengkan kepalanya . Dengan senyum .setelah meletakan semua piring di meja , Indah segera pergi ke ruang istirahat .


Indah duduk seraya meminum segelas air putih .Indah berusaha menaik kan moodnya . Ia kembali menerawang ke kejadian malam itu di Bar malam .


"Andai saja aku tidak melakukan kesalahan . Aku tidak akan berada di sini ." gumam Indah pelan .


Saat itu Indah sedang kuliah semester dua . Ia terpaksa berhenti kuliah karena hamil di luar nikah . Terkadang Indah menyesali keputusan itu , mempertahan kan kehamilan nya . Tapi sekarang indah sangat bersyukur ia mempunyai malaikat kecil setampan Arga dalam kehidupan nya .

__ADS_1


"Indah ." Indah membalik kan badan ke arah suara yang ada di belakangnya . Ia melihat Rita asisten chef Haikal yang memanggil namanya .telah berdiri di belakangnya .


"Kamu baik baik saja ." tanya Rita . Indah mengangguk kan kepalanya .


" selama ini Aku tidak pernah melihat pak Rangga semarah ini , dan selama ini dia juga tidak pernah makan siang di luar ."ucap Rita sambil menatap Indah . Dengan tatapan ingin tau , ia juga sangat prihatin dengan keadaan Indah yang sangat kacau .


Rita juga melihat wajah Indah yang sangat pucat dan kantung matanya bawahnya yang hitam , menantakan bahwa dia sangat membutuhkan istirahat .


"aku tidak tau di mana letak kesalahan aku , " ucap Indah menjawab rasa penasaran Rita .


"Jadi pak Rangga marah marah tanpa sebab ." lagi lagi Indah menggelengkan kepala


"Aku tidak tau Rit , Aku meras melakukan 0ekerjaan aku sudah sesuai dengan aturan kerja . Lantas makanan yang dia pesan tidak di masak matang , apa itu salah aku ." Rita tersenyum tipis merasa kasihan dan tidak enak hati , karena Indah menjadi pelampiasan Rangga karena kelalaian orang dapur .


Indah kembali bekerja tanpa istirahat , karena hari ini restoran sangat ramai . Seperti biasa malam itu Indah pulang sampai rumah sudah jam sebelas malam lebih lima belas menit .


"Kamu baru pulang dek ." ucap Dodo yang sedang duduk menatap Indah . Indah hanya mengangguk dan duduk di samping abangnya . Satu satu nya keluarga yang ada di dunia ini .


"Iya bang ." jawab Indah .


"Kenapa kamu tidak telepon Abang , Abang bisa jemput kamu , ini sangat bahaya untukmu sebagai seorang perempuan , dan kamu sering pulang malam malam seorang diri ."Ucap Dodo .


"Karena Indah masih bisa pulang sendiri , bang . Kalau Indah sudah tidak bisa pulang sendiri baru Indah akan telepon Abang ." jawab Indah dengan lugas .


Dodo menatap istrinya yang duduk di hadapan nya . Cyntia mengedipkan sebelah matanya memberi kode padanya , Agar berbicara terus terang kepada Indah yang sebenarnya .

__ADS_1


"Dek , Apa kamu keberatan kalau Abang minta padamu untuk keluar dari pekerjaan kamu ." ucap Dodo yang juga sangat kasihan melihat adek satu satunya harus kerja keras . Dan akhir akhir ini adeknya selalu pulang larut malam .Untuk menghidupi putranya seorang diri , kemana Ayah dari putranya juga tidak di ketahui rimbanya .


"Kenapa ." tanya Indah , ia menatap abang dan kakak iparnya bergantian .


"Abang tidak mau melihat mu selalu pulang larut malam ." jawab Dodo .


"Inikan cuma sementara saja Bang ." jawab Indah .


"Mas Dodo sudah naik jabatan In . Gaji bang Dodo bisa untuk mencukupi kita semua , jadi kamu tidak perlu kerja keras seperti ini ." ucap Cyntia ikut menimpali .


"Aku tau maksud kalian . Tapi aku tidak mau terus terusan bergantung pada kalian ." ucap Indah .


"Dek , kamu adalah tanggung jawab Abang . Sudah seharusnya kamu bergantung sama Abang ." ucap Dodo dengan tulus menatap adeknya .


Kedua orang tua mereka meninggal enam tahun yang lalu , saat itu Dodo telah berusia dua puluh tahun . Dodo telah kuliah sambil kerja untuk menghidupi dirinya dan adek satu satunya , saat itu Indah masih berusia Empat belas tahun .


"Untuk saat ini , Indah ingin menikmati nya dulu pekerjaan Indah ini Bang , kalau Indah merasa sudah lelah indah pasti akan tinggalkan pekerjaan ini ." ucap Indah .


Sebenarnya sekarang ini Indah sudah merasa lelah dan ingin berhenti . Tapi ia sudah bertekad tidak ingin membeban kan hidup nya terhadap Abangnya .sudah cukup selama ini Abangnya selalu membantu dan berkorban untuknya . Kadang ia merasa bersalah , harus hamil dan punya anak tanpa suami .


Setelah abang dan kakak iparnya pamitan pulang , Indah langsung masuk ke dalam kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas kasur . Ia tidak susah payah untuk menganti bajunya .badannya benar benar sudah lelah .


Indah memiringkan badan ia tatap.Arga tidur dengan nyenyak malam ini . Indah segera ikut memejam kan matanya . Dan ikut masuk ke alam mimpi , tapi baru saja ia memejamkan matanya ia sudah mendengar suara tangis putranya .


Indah memaksakan matanya untuk terbuka dan berjalan ke dapur untuk membuat susu , tapi langkahnya seperti melayang di awang awang .Indah berusaha untuk menyeimbangkan badan nya . Seluruh badan nya terasa kaku dan pegal pegal .

__ADS_1


Indah meraih putranya dan memberinya minum susu . Setelah susunya habis Arga bukan nya tidur tapi malah mengajak Indah bergadang . Terpaksa indah menemani putranya terjaga .


"Sayang tidur yuk ." bisik Indah di telinga putranya .ia merasakan kepalanya berat dan kelopak matanya telah panas . Untuk menghindari sesuatu yang tidak di inginkan terjadi . Indah membaring kan Arga di atas tempat tidurnya dan dirinya juga ikut berbaring di samping putranya .


__ADS_2