
"seorang Istri yang mencintai suaminya demi kebahagian anak dan suami rela lakukan itu , bagaimana menurut mas ." tanya Angel ingin tau reaksi Arga .
Dalam hati Angel berharap Arga dan Indira adalah orang orang yang di serahkan oleh wanita itu untuknya . Karena semua klu mengarah ke sana . Jam tangan pemberian wanita itu telah mati lima tahun yang lalu ,dan berjalan lagi setelah mendengar Indira memanggilnya mama . Indira adalah nama yang ia titipkan pada wanita itu untuk bayi yang telah ia selamatkan .tapi Angel ingin Arga tulus mencintainya bukan karena wasiat dari istri almarhum nya .
"Mas ." sapa Angel .
"Jangan tanya kan itu padaku , sama seperti cerita wanita itu , kita hidup bergantung dari takdir ." jawab Arga .
"Tapi kita bisa merubahnya mas . Tidak semua perempuan itu jahat kok , kalau mas butuh bukti , ayo aku bisa buktikan , kalau aku bisa jadi seorang mama yang baik untuk Indira . Dan aku akan anggap Indira seperti putriku sendiri . Aku juga bisa tak perlu melahirkan anak aku sendiri , cukup ada mas dan Indira dalam hidup aku ."ujar Angel .
"Aku tidak bermaksud merebut posisi mama nya Indira di hati mas . Cukup mas beri aku sedikit tempat di sini untuk aku ." ucap Angel menunjuk ke dada kiri Arga .
Arga yang sejak tadi sudah menahan diri . Kini Arga menahan tangan Angel yang akan meninggalkan dadanya .Arga mengunci tatapan Angel , sambil membuka genggaman tangan Angel pelan pelan dan lebar lebar kemudian ia letakkan di atas dadanya .
Angel mengalihkan tatapan matanya ke tangan nya yang sekarang berada di dada Arga tersebut . Dahi Angel berkerut karena penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Arga .
"Mas ." lirih Angel saat merasakan degupan jantung Arga yang seperti sedang kejar kejaran . Demi Alloh semua itu mirip dengan apa yang di rasakan sekarang .
Arga sendiri diam tidak mengatakan apa apa , Tentang detak jantungnya memang ada , karena Arga sangat terharu dengan ucapan Angel .tentang cintanya , rela tak akan punya anak sendiri demi dirinya dan putrinya .
Tiba tiba Arga menarik Angel untuk lebih mendekat ke arahnya . Tanpa bicara apa apa , juga tidak terduga Arga langsung mendaratkan bibirnya di bibir Angel , Mata Arga tertutup rapat meski benda kenyal itu tetap diam .
__ADS_1
Sementara Angel , pupil matanya melebar karena terkejut oleh aksi Arga . Lalu pelan pelan Angel juga memejam kan matanya seperti apa yang di lakukan oleh Arga .
Angel yang mulai menggerakkan bibirnya , kini Arga yang jadi terkejut di buatnya , tapi itu tak bertahan lama . Arga juga ikut menggerakkan bibirnya .cukup lama mereka bercumbu , hingga uap kopi yang di buat Angel sudah hilang dan menjadi dingin .
Arga segera menyudahi cumbuan nya . Karena Arga kasihan melihat Angel yang kehabisan nafas .
"kamu ngak pa pa ." tanya Arga sambil mengusap sisa saliva nya yang masih membasahi permukaan bibir Angel . Mata Arga menatap tajam Angel dengan intens .tetapi ada kelembutan yang jarang Arga tunjukan di sana .
Angel menggeleng pelan . Biasanya Angel akan bersikap Bar bar , tetapi sekarang dirinya justru terlihat malu malu .
"Ini ciuman pertama kita mas , juga ciuman pertama aku ." ucap Angel .
Masalah degup jantung yang bertalu Arga juga tidak tau alasannya . Tapi Arga tidak terlalu perduli . Baginya ia bisa manfaatkan itu untuk menambah Angel tambah terpesona padanya .
"An , mana kopi mas .?" tanya Angel mengabaikan ucapan Angel tentang ciuman pertamanya . Ia melangkah meninggalkan Angel ,meski begitu Angel juga tidak marah sama sekali . Angel mengira Arga malu karena telah mencium nya .
Angel dengan cepat segera mengikuti Arga ke ruang tamu ,dan duduk di sebelahnya . Arga sedang sibuk menyeruput kopi buatan Angel tadi .
"Kopi buatan kamu memang tidak mengecewakan , An ." ucap Arga .tanpa sadar ia telah memuji kopi seduhan Angel . Karena Arga sudah terbiasa dengan kopi buatan Angel selama ini .
Memang bagi Arga sebenarnya kopi buatan Angel memang tiada duanya . Bahkan tanpa sadar Arga telah melupakan rasa kopi buatan istrinya .selain karena istrinya sudah terlalu lama meninggal , dan juga sudah hampir setahun lebih ia selalu menikmati kopi buatan Angel . Bahkan yang lebih parah lagi , lidah Arga tidak bisa minum kopi selain buatan Angel .
__ADS_1
"terimakasih , kopi mas sudah habis , hari juga malam mas pulang dulu ." pamit Arga . Angel juga tidak bisa menahan nya karena ada Indira di rumah yang mungkin lebih membutuhkan Arga .
"Ya udah mas hati hati di jalan , jangan ngebut ngebut ." ucap Angel .Arga mengangguk lembut mendengar ucapan berupa peringatan dari Angel .
" mas pulang dulu ya , sampai jumpa besok di kantor ." ucap Arga , saat Angel mengantar Arga sampai luar pintu unit apartemen nya .
Angel mengangguk lembut dan melambaikan tangan nya saat Arga berjalan mundur dan berbalik menuju ke arah lift .tanpa mereka sadari , ada yang melihat keakraban mereka sejak tadi .iya siapa lagi orangnya jika bukan Johan putra adi prata tetangga Angel .
Johan mengepalkan tangan nya , menatap Angel dan kepergian Arga dengan tatapan tajam . B******n umpatan umpatan telah Johan keluarkan dalam hatinya untuk memaki Arga .kedekatan Arga dan Angel telah membuat kecil nyali Johan .
" Arga tunggu giliran kamu , tidak Ayah , tidak Anak , kalian selalu ingin unggul dariku ." Johan mengeluarkan senyum pskopatnya .
Sementara Angel yang tidak mengetahui keberadaan Johan , langsung masuk ke dalam apartemen nya setelah melihat Arga lenyap dalam pintu lift .
Angel tidak bisa menghentikan senyumnya , saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu . Angel pergi menuju ke meja dan mengambil jam tangan peninggalan Angela .
"Kak , untung Arga tidak melihat keberadaan jamnya , semoga dia bisa menerima aku dengan tulus , biar aku bisa menjaga putri kita .walau tidak secara langsung darah ku yang mengalir di badanmu pasti juga mengalir di dalam badan putri kita . Kak aku minta maaf bila pada akhirnya mas Arga tidak bisa menerima aku , tapi aku akan tetap mendo'akan putri kita sehat sehat selalu ." Angel menyimpan kembali jam tangan itu ke dalam laci .ia tak mau sembarang taruh , takutnya suatu saat Arga datang lagi dan menemukan itu semua .
Meski tiada kata cinta yang terucap dari mulut Arga , Tapi Angel percaya kalau sebenarnya Arga juga telah mencintainya .
"Mas Arga ." syahdu sekali Angel rasakan saat dirinya memanggil Arga dengan panggilan itu .ia benar benar jatuh cinta pada Arga . Tidak ada obatnya selain menikahi laki laki itu nantinya .
__ADS_1