
Tidak lama kemudian setelah sambungan teleponnya terputus . ada seorang pemuda datang dengan memakai motor satria berwarna hitam dan merah .
"Indah ." panggil pria itu . Indah mengangguk kaku .
"Namaku aliandro , kamu pasti dah dengar nama aku dari abangmu kan ." lanjut Aliandro .
"Sudah ." jawab Indah dengan kaku , ia menatap pemuda di depan nya .dia memakai kemeja biru muda dengan stelan celana kain berwarna hitam , mirip orang orang kantoran ,membuat penampilan pemuda itu kelihatan tampan .
"ayo naik , aku akan mengantar kamu pulang ." ucap pria itu sambil menunjuk jok belakang motornya . Indah pun naik ke atas jok dengan kaku . Motor aliandro melaju meninggalkan pelataran restoran .
Rangga yang melihat mereka berdua mengepalkan tangan nya . Ia menyuruh orang kepercayaan nya untuk mengikuti mereka berdua.kemanapun mereka pergi , apapun yang mereja lakukan .tidak boleh ada yang ketinggalan .
"Ijuti mereka berdua jangan sampai ada yang tertinggal ." ucap Rangga lewat ponselnya
malam sudah larut , Rangga mendatangi apartemen Nando untuk menayakan tentang masalah pribadinya .
"Bagaimana , kamu sudah mendapatkan informasi apa ." tanya Rangga langsung tanpa basa basi .
"Ini juga baru di lakukan , kenapa sih tidak sabar ."tanya Nando kesal karena sahabatnya datang malam malam menganggu istirahatnya .
"Aku harus bertindak cepat , aku ingin segera menendang dia . Indah tidak boleh tertarik dengan laki laki lain ." ucap Rangga . Sambil menyesab teh buatan asisten rumah Nando .
"Kenapa kamu tidak ikat saja Indah dengan sebuah pernikahan saja , dan kamu katakan kalau kamu mengingat malam panas itu .kalau indah tidak mau gunakan putranya sebagai ancaman ." ucap Nando tanpa banyak berpikir . Alasan begitu mudah kenapa harus rumit untuk Rangga .
"Itu bukan diriku ." ucap Rangga .
"iya , dirimu suka main belakang , pengecut ." kesal Nando . Tapi walau bagaimana ia tetap fokus pada layar laptopnya . Rangga menyuruhnya mencari tau siapa Aliandro hanya memberi kan namanya saja tidak memberinya alamat rumah atau fotonya .
__ADS_1
Nando menajamkan pandangan nya ke layar laptop ."Apa ini orang yang kamu maksud ." tanya Nando . Rangga mendekat dan mengamati foto itu dan mengangguk .
"Iya , dia orangnya ." Rangga menyeringai dengan senyum lebarnya . Dia berpikir akan mudah memukul mundur pria bernama Aliandro itu . Nando tertawa lebar .
"Kamu tidak akan mudah untuk menyingkirkan dia atau menyentuhnya ." ucap Nando sambil menyandarkan bahunya . Ia kembali menatap ke layar komputer melihat data data pria itu .
"kenapa begitu ." tanya Rangga penasaran seraya menatap layar komputer sahabatnya . Rangga terpaku menatap perusahaan tempat dia bekerja dan jabatan yang di pegang oleh pria itu .
" Dia asisten sekaligus orang kepercayaan Joni.adi prata ."ucap Nando terseyum melihat wajah tegang sahabatnya baiknya itu .
"Satu satunya cara agar kamu bisa menyingkirkan dia adalah , dengan cara mengambil alih perusahaan papa tirimu itu , atau dengan cara yang pertama menikahi Indah sudah masalah selesai ." ucap Nando . Rangga mengepalkan tangan nya dan pergi meninggalkan apartemen Nando tanpa bicara sepatah kata pun .
Nando percaya Rangga akan mengunakan cara pertama untuk menikahi Indah . Ia tidak mungkin mencari masalah dengan joni adi prata . Ia tau Rangga lebih suka menghindari pertikaian dengan saudara tirinya itu . Bahkan Rangga menolak jabatan sebagai CEO di perusahaan Papa tirinya demi menghindari pertikaian dengan Joni adi prata . Dan sekarang Rangga tidak akan mengudik Joni hanya demi seorang wanita .
***
Indah berdiri di depan pintu ruang kerja Rangga , ia masuk membersihkan ruangan Rangga , Indah bertanya tanya dalam hati .kemana perginya Rangga hampir satu minggu dia tidak ada datang mengunjungi restoran nya .
Terkadang Indah menebak kalau Rangga sebenarnya sudah tau semua itu , tapi dia Acuh . Indah keluar meninggalkan ruangan Rangga setelah selesai semua pekerjaan nya .
Indah berdiri di samping meja kasir . Ia memperhatikan para pengunjung restoran menikmati makanan nya . Tatapan matanya berhenti pada sepasang suami istri di mana di tengah tengah mereka ada seorang balita .
Balita itu sangat senang mendapat suapan dari Ayah dan bundanya , sesekali balita itu bertepuk tangan meng ekspresikan kebahagiaan nya .Indah terus memandangi keluarga kecil itu .sampai ia tidak sadar kalau Rangga telah berdiri di belakangnya .
"Apa yang sedang kamu lihat ." tanya Rangga berbisik .Rangga telah datang ke restoran .
"lihat keluarga itu , mereka sangat bahagia ." ucap Indah tanpa menoleh . Ia tidak menyadari kalau yang melontarkan pertanyaan padanya adalah Bosnya .Rangga mengikuti arah tatapan Indah , ke sebuah meja yang di duduk i oleh keluarga kecil itu .
__ADS_1
"Kita akan lebih bahagia dari mereka ." gumam Rangga pelan mungkin hanya dirinya sendiri yang dengar apa yang ia ucapkan . Rangga masih setia berdiri di belakang Indah .
Indah membalik kan badan nya , dan langsung menunduk malu saat matanya beradu tatap dengan mata kelam hitam milik Rangga .
"Siang pak ." sapa Indah tanpa berani menatap wajah Rangga .
"kenapa kamu berdiri di sini ." tanya Rangga tanpa menjawab sapaan Indah .Indah menatap sekeliling , ia melihat sahabat sahabatnya sedang sibuk melayani pengunjung . Hanya dirinya yang berdiri seperti patung manekin .
"I ..itu sa...saya ." Indah tidak tau harus bicara apa .
"Ikut saya ." perintah Rangga , lalu pergi lebih dulu ke ruangan kerjanya .
"Cari perhatian terus , dasar ganjen ." Indah melihat salah satu teman nya mencibir dari belakang . Indah berhenti , ia ingin memastikan bila ucapan itu tidak di tunjuk kan pada dirinya
"Indah.., Apa yang kamu tunggu ." teriak Rangga sedikit berteriak mengundang tatapan dari beberapa pengunjung dan karyawan lain nya . Indah segera menyusul Rangga dan mengabaikan perkataan teman kerjanya .
"Ada apa. ya pak ," tanya Indah setelah sampai di dalam ruangan kerja Rangga .
Rangga duduk di balik meja kerjanya . Ia mengeluarkan sebuah map dari laci meja kerjanya .
"Bacalah." ucap Rangga . Selama seminggu ini Rangga telah memikirkan matang matang langkah apa yang harus ia lakukan. Rangga tidak ingin jadi pengecut , terus menunggu hingga Indah , mau berterus terang dan mengatakan kalau Arga adalah putranya .
Rangga memutuskan mengambil langkah lebih cepat . Ia juga tidak ingin Indah jatuh cinta pada laki laki lain.
"Ini apa ." tanya Indah tidak mengerti .
"Menurutmu itu apa .?" Rangga balik bertanya . Indah menatap Rangga gugup
__ADS_1
"Jadi , bapak sudah tau semuanya ." tanya Indah . Berusaha menekan ketakutan nya .
"Tau apa ." tanya Rangga , Indah menatap Rangga dengan kening berkerut . Sementara Rangga menatapnya dengan tatapan datar , tidak bisa di tebak . Air muka pria itu sangat tenang , seoerti air laut tanpa ombak .namun siap menghayutkan kapan saja .