Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
23


__ADS_3

Nisa punya ide tiba tiba muncul di otak nya . Nisa tersenyum licik di belakang pria itu . Ia akan membuktikan sendiri kelainan pria itu .


Tiiin ..


" Cepat sedikit Nisa , aku ada rapat ." ucap Angga dari dalam mobilnya . Nisa buru buru masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Angga


Nisa melirik Angga dengan sudut ekor matanya . Bergantian dengan tas yang ia pegang. Nisa sedikit ragu , antara melanjutkan rencananya atau tidak .


"Kamu kenapa gelisah begitu ," tanya Angga tanpa melihat ke arah Nisa . Ia fokus pada perjalanan di depan nya .


"Tadi pagi aku buru buru dan salah ambil bra , sekarang aku pakai kekecilan dan rasanya sesak sekali ." kata Nisa , sebenarnya itu cuma siasat Nisa untuk memancing Angga . Angga hanya melirik sebentar dan kembali fokus ke jalan di depan nya .


"Apa yang kamu lakukan ." tanya Angga terkejut melihat oergerak kan Nisa yang membuka blazer hitam yqng di pakainya .


"mau membuka bra ku ini kekecilan ." ucap Nisa santai dengan menutup bagian dadanya dengan blazer nya . Dengan cekatan tangan nya telah mengeluarkan bra dari balik blazernya dan melipat nya dan memasukan nya kembali ke dalam tasnya .


Angga menepikan mobilnya di ujung jalan . Kemudian menatap nisa dengan tatapan tajam .


"kamu tau , apa yang sedang kamu lakukan ." tanya Angga dengan wajah datar .


"Aku melepas bra aku yang kekecilan ." jawab Nisa santai .


"Kamu tau apa yang terjadi , jika kamu lakukan itu depan pria dewasa ."tanya Angga lagi .


"Kamu tidak akan nafsu dengan dada rata aku kan .." Nisa balik bertanya .


"lagi pula Kamu juga tidak suka wanita kan ." jawab Nisa .


"Apa.maksud kamu ." tanya Angga , Nisa memberanikan diri merubah posisi duduknya menghadap Angga .


" Dengar , Aku sudah tau kamu seorang GAY kan .makanya kamu tetap ngotot ingin menikah dengan ku ." ucap Nisa berani .


"apa," Angga tidak percaya dengan apa yang di katakan wanita yang duduk di depan nya sekarang ini .

__ADS_1


"Tenang saja ,aku tidak akan memberi tau siapa pun tentang ini ,aku orang yang dapat di percaya kok ." ucap Nisa .


"Jadi kamu sengaja membuka bra di depan aku , karena kamu mengira aku bukan pria normal ." ucap Angga dan Nisa mengangguk santai .


Angga tersenyum smirk ia mengambil ponselnya dari dasdboard nya dan menghubungi asisten nya .


"Batalkan semua jadwal saya hari ini , saya ada hal yang lebih penting ." ucap Angga langsung mematikan sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari asisten nya .


"Wanita ini memang perlu diberi pelajaran , dia tidak tahu semenjak.kemarin aku tinggalkan kamar dia .membuat ku tidak bisa tidur . Dan sekarang dengan seenaknya dia mengatakan kalau aku seorang GAY .Dan dengan sengaj membuka bra di depan mata aku sendiri ." gumam Angga dalam hati .


Demi Tuhan hanya Angga dan Tuhan yang tau keman Angga akan membawa Nisa .


Nisa mengamati.jalanan yang mereka lewati dan sepertinya tidak asing baginya .


"Ini bukan jalan ke butik aku ." ucap Nisa .


"memang ." jawab Angga singkat .


"Kamu mau bawa aku ke mana , aku ada pekerjaan memeriksa pesanan gaun pengantin orang ."jelas Nisa .


"aku tidak perduli dengan pekerjaan kamu itu. Yang aku perdulikan adalah tanggung jawab aku . Pada gaun yang telah di pesan jauh hari oleh pelangan aku ." ucap Nisa .


CDan kamu juga harus bertanggung jawab dengan tuduhan kamu tadi ." ucap Angga .


"Tuduhan yang mana .? Yang mengatakan dirimu GAY . Bukan nya memang kamu GAY .? ," ucap Nisa yang belum mengerti kalau pria di depan nya tersinggung oleh tuduhan nya .


"Dari mana kamu menyimpulkan kalau aku GAY ." tanya Angga , dengan penasaran tapi masih tetap terselip nada kesal di dalam nya .


"Pertama , saat aku mabuk dan mencium mu , kamu tidak bereaksi sama sekali . Kedua kamu tidak bernafsu saat aku setengah telanjang ." ucap Nisa dengan bangga .


Angga menghentikan mobilnya di bagasi rumahnya .


"Pertama , aku tidak akan mencium orang yang sedang mabuk . Kedua aku berbohong , Dan sekarang aku akan membuktikan nya Kalau aku bukan Seorang GAY seperti apa yang kamu tuduhkan ." ucap Angga datar .

__ADS_1


Ia membuka pintu mobilnya dan turun lebih dulu . Angga memutari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk Nisa . Nisa masih diam terpaku di dalam mobil .Alram tanda bahaya di otaknya telah berbunyi.Di tambah senyum misterius di sudut bibir Angga .


"Keluar Nisa ." panggil Angga datar saat melihat Nisa masih duduk terpaku di dalam mobil..


A apa yang ingin kamu lakukan ." tanya Nisa gugup .


"membuktikan padamu kalau aku pria yang normal . Dan kamu akan merasakan betapa perkasanya milik ku ini ." Bisik angga .Nisa merasa merinding seketika mendengar perkataan Angga . Apa lagi di akhir katanya Angga meniupkan nafas panas di telinganya Nisa .


"Bisa kah ...bisa kah jangan sekarang ." ucap Nisa menelan ludah nya dengan kasar .


"oh ..lalu kapan ." tanya Angga yang belum menarik wajahnya dari telinga Nisa


"Mak ...maksudku jangan di sini ." ucap Nisa dengan gugup bermaksud agar Angga membatalkan Niatanya .


"kamu ingin aku memboking hotel atau apartemen begitu ." Tanya Angga membuat Nisa mengelengkan kepala


" Berati kita lakukan di sini ," ucap Angga langsung menarik tangan Nisa untuk turun dari mobil , namun nisa berpegangan erat pada setir mobil .


"jangan sampai aku memaksamu melakukan nya di sini ." ucap Angga .


Nisa segera melepaskan pegangan nya dari setir dan berusaha mengumpulkan keberaniaan nya .


"Ba baiklah ayo kita buktikan ." ucap Nisa sambil menahan rasa takutnya . Angga menarik alisnya tinggi tinggi , merasa tertarik dengan sifat keberanian yang di tunjukan oleh wanita di depan nya ini .


Angga membawa nisa cepat ke dalam kamarnya . Mereka bahkan tidak menghiraukan para asisten rumah tangga nya yang memandang aneh dan menyapa mereka .


sampai di dalam kamar , Angga lansung menyudutkan Nisa ke dinding kamarnya , dan mengkung kungnya dengan tubuh kekarnya .


Nisa melirik Angga penuh dengan ke takutan . " Bisakah kita hentikan ini .. Aku percaya kamu pria normal. "Bisik Nisa lemah


"Tidak sebelum kamu merasakan nya sendiri ." ucap Angga . Kemudian angga menunduk menatap bibir Nisa , dan meraup bibir Nisa dengan sensual . Satu tangan nya menahan tengkuk Nisa , dan tangan satu nya lagi sedang meraba pinggang Nisa .


Nisa melnguh saat lidah Angga menelusup ke dalam mulutnya . Ciuman angga semakin dalam dan menuntut . Nisa yang tidak bisa mengimbangi permainan pria itu hanya bisa memukul dada Angga . Menandakan kalau dia butuh oksigen untuk bernafas .

__ADS_1


Nisa terengah kala Angga membebaskan bibirnya .namun serangan Angga tudak berhenti .ia memindahkan bibirnya di pertengahan leher Nisa . Menandai dan meninggalkan jejak merah di leher putih Nisa .


__ADS_2