
Sebuah mobil hitam mengkilat berhenti tepat di hadapan mereka . Seorang pemuda berpenampilan kasual turun dari dalam mobil . dia adalah andre teman sekaligus asisten nya Angga .
Andre membuka bagasi mobil dan memasukan semua barang belanjaan Angga . Andre tersenyum saat bersitatap dengan Nisa .
"Dia Andre , teman SMA aku dan sekarang menjadi asisten aku ." kata Angga memperkenalkan nya .
"Aku pergi dulu , dan nanti sore aku akan datang lagi untuk menjemput mu di sini , kita pulang sama sama ." ucap Angga , sontak Nisa menoleh memandang Angga
"Kenapa kamu harus menjemput aku ." tanya Nisa mengerti , Karena hubungan mereka ia rasa belum sedekat itu .
"Karena kamu pacar aku ." jawab Angga santai .
"Tidak perlu , tidak usah repot repot kamu menjemput aku . Aku bisa pulang sendiri . Apa lagi hubungan kita tidak sedekat dan sesimpel itu ." ucap Nisa langsung masuk ke dalam toko tanpa menunggu balasan dari Angga .
Nisa tau dirinya mudah kebawa oleh perasaan . Maka karena itu ia tidak mau terperangkap dengan laki laki yang tidak benar benar mencintainya . Dan lagian tujuan pria itu hanya untuk mengaman kan hubungan Lisa dan Bilyam . Nisa juga menyakini satu hal , kalau Angga juga memiliki rasa suka sama Lisa . Karena itu Nisa tidak mau dekat dekat dengan Angga .
Namun satu hal yang tidak Nisa sadari . Kalau hati tidak bisa untuk di kontrol . Sekeras apa pun usahanya , Hati akan tetap jatuh , Bila hati sudah merasa nyaman .
Awal Angga tahu siapa Nisa adalah . Dimana saat ia menemani mamanya dan tantenya badriah sedang makan siang bersama .Di sana tante badriah menunjuk kan foto Nisa kepada nya .tanye badriah mengatakan kalau Nisa calon menantunya dia baik .
Pertama kali Angga melihat foto Nisa , terbersit satu kata di kepala Angga "CANTIK "
Nisa benar benar cantik di foto pertama yang dia lihat . Kemudian dia juga tanpa sengaja melihat Nisa di sebuah Mall , Tidak jauh berbeda dengan yang di foto .
"Wanita itu memang terlihat cantik ." gumam Angga .
__ADS_1
Setelah itu Angga tidak pernah lagi bertemu dan mendengar kabar Nisa . Hingga ia mendengar kabar kalau perjodohan Mereka batal . Karena Bilyam lebih memilih bersama dengan Lisa .
Lalu Saat melihat kedatangan Nisa ke rumah Bilyam waktu itu , membuat berpikiran buruk kepada Nisa . Sekarang asumsi itu telah hilang setelah mendengar semua penjelasan dari mulut Bilyam sendiri .
Sekarang Angga sedang berada di kantor Bilyam yang awalnya membahas tentang pekerjaan . Entah berawal dari mana tiba tiba pembicaraan mengarah ke masalah ini .
"Mereka memang berteman baik , sampai sekarang mereka belum pernah terlibat dalam masalah apa pun . Hanya kadang Nisa menyebalkan , dia selalu mendandani Lisa menjadi lebih cantik dan seksi . "ucap Bilyam .
"Tapi kenapa tiba tiba kamu tanyakan ini ." lanjut Bilyam sambil menyelesaikan berkas terakhirnya . Dan mengumpulkan nya menjadi satu .
"eh ngak kenapa napa aku hanya penasaran saja ." ucap Angga berbohong .
"Benarkah , apa bukan karena kamu menyukainya , kan ." ucap Bikyam sambil melihat sepupunya itu dengan tatapan menggoda.
"Tentu saja bukan . Kau tau dengan jelas ,kalau aku menyukai wanita bernama Lisa ." kata Angga balik mengoda . Bilyan meraih semua berkas yang ada di mejanya dan langsung ia lemparnya dengan kasar ke wajah Angga .
"mas bilyam iihh ." ucap Angga menirukan renggek an Lisa .Bilyam menampilkan ekspresi jijik pada Angga .
"pergi dari sini sekarang Atau kamu mau aku lempar dari sana ." ucap Bilyam sambil menunjuk ke arah jendela kaca ruangan nya . Angga bergidik , lantai ruangan Bilyam ada di lantay 40. Bayangkan saja kalau jatuh dari sana mati atau hidup . Mungkin kalaulah hidup bukanlah orang tapi mayat hidup .
Angga langsung berdiri dan mengumpululkan semua kertas berkas kerja sama mereka yang berantakan . Angga tidak ada takut takutnya dengan bilyam .sampai di tengah pintu ia membalik kan badan nya .
"Bagaimana kalau aku benar benar menyukai Lisa , bang ." ucap Angga dengan mimik serius .
Bilyam segera berdiri dan mengangkat kursi kerjanya .dan langsung melemparnya kepada Angga , untung Angga dengan cepat meninggalkan ruangan tempat Bilyam kerja dengan tawa yang di tahan . Angga tidak perduli dengan 0engawai Bilyam yang memandangnya penuh tanya .
__ADS_1
Angga mengendarai mobilnya kembali ke kantornya dalam jangka waktu satu setengah jam . Kini dia telah sampai ruangan kantor perusahaan papanya .
Sudah satu minggu Angga tidak menemui Nisa hanya sesekali ia kirim pesan dan hanya di balas singkat seperlunya saja oleh Nisa . Mengingat percakapan nya tadi dengan Bilyam , membuat Angga untuk berpikir ulang , untuk mengikat Nisa lagi sebagai pacarnya .
Setelah berpikir panjang akhirnya Angga memutuskan untuk mengakhiri semua ini . Ia sudah tidak punya alasan untuk tetap mempertahan kan Nisa sebagai kekasihnya lagi . Terlebih mereka juga tidak saling mencintai .
Jika boleh jujur Angga sebenarnya enggan untuk mengakhiri semua ini , ia sebenarnya sudah nyaman bersama Nisa .walaupun Nisa sangat pandai mencari masalah untuk berdebat dengan nya . Namun ia juga tidak mau menyakiti wanita itu .
Satu satunya cara hanya melepaskan nisa . Dan mungkin akan mendekatinya lagi dengan cara yang benar , mungkin dengan cara mengajaknya berkenalan kembali .
Membayangkan itu saja membuat Angga tersenyum geli . Apalagi membayangkan ekspresi Nisa nanti . Perhatian angga teralihkan
Oleh ketukan pintu ruangan kerjanya .
TOK ..TOK...TOK.
"Masuk .." ucap Angga . Mempersilahkan orang yang ada di luar pintu untuk masuk .tak lama kemudian masuk seorang wanita berpakaian ketat dan bawahan rok pendek masuk dengan membawa map di tangan nya .
Wanita itu bernama Riana sekretaris Angga .karena Andre sebentar lagi akan mengundurkan diri tidak lama lagi . Angga juga punya Riana sebagai sekretarisnya .
"Permisi pak , ini catatan laporan keuangan yang anda minta bulan lalu ." ucap Riana menyerahkan map di tangan nya kepada Angga .Riana berdiri di depan Angga seberang meja kerjanya , sengaja biar ia bisa menyerahkan itu dengan sedikit membungkuk maka keindahan bagian depan badan nya akan terlihat nyata oleh Angga .
Angga hanya meliriknya sekilas ." letakan saja , nanti baru saya periksa . Dan sekarang kamu boleh keluar ." ucap Angga mengusir Riana ia muak lama lama melihat dada palsu sekretarisnya itu . Kalau bukan karena kepandaian dan cekatan nya dalam kerja Angga sudah menendangnya dari perusahaan .
Sedangkan Nisa memandangi ponselnya sejak tadi . Ia menunggu pesan yang di kirim dari Angga . Dalam satu minggu ini ia.selalu mendapat pesan yang penuh dengan perhatian dari Angga . Dan biasanya Angga akan mengirim pesan saat jam makan siang dan malam .
__ADS_1
Dan sekarang sudah lewat jam makan siang Angga belum mengirimnya pesan .
TING...