Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
221


__ADS_3

Pagi itu pertama kalinya mereka berdua bertatap muka . Arga merasakan ada desiran aneh di dadanya , air matanya juga serasa ingin jatuh . Arga menolak menahan air matanya , tak mungkin ia jatuh kan air matanya tanpa sebeb yang jelas . Arga juga kagum ternyata laki laki parubaya yang bernama George Andrean mahardika masihlah cukup muda , mungkin usianya tidak beda jauh dengan almarhum Ayahnya . Andre menerima kedatangan Arga dengan ramah .keduanya kemudian mengobrol .


Di ruang lain balik tirai ada tiga gadis yang berdiri menyaksikan dan mendengarkan obrolan itu .mereka adalah Angel , novia dan Anis .


"Bagaimana keadaan perusahaan nak Arga ." Andre memulai basa basi .


"Keadaan perusahaan baik tuan , cuma saya tidak tau tiba tiba keadaan menjadi kacau telah terjadi perebutan kekuasaan . Ya saya sadar saya hanya bernasib untung mempunyai saham 5% di perusahaan itu , saya juga tidak tau dari mana asalnya karena almarhum Ayah tidak pernah cerita . Dan saya juga beruntung , keberuntungan dari Ayah saya hingga saya terpilih menjadi seorang CEO di perusahaan GM group ." ucap Arga .


"Kenapa kamu tidak terkejut melihat saya , kalau saya ternyata Ayah nya Angel ." tanya Andre .


Arga menarik nafas nya dan memberanikan diri menatap wajah Andre , mau tidak mau ia harus berterus terang . Apa pun nanti keputusan nya yang akan dia dapat Arga tidak perduli ia hanya ingin jujur .


"Maaf tuan , sejak dari awal saya sudah tau kalau anda Ayah dari Angelia ." jawab Arga tegas tidak bertele tele . Andre hanya mengerjapkan mata sebagai reaksi untuk Arga . Sementara Angel meremas tangan Anis dengan dada yang berdebar . Mendengar pengakuan dan kejujuran dari mulut Arga . Ia benar benar percaya kalau Arga selama ini hanya memanfaatkan dirinya untuk mendapatkan simpati dan saham dari Ayahnya .


"Sebelumnya saya minta maaf , karena memiliki tujuan yang buruk selama ini ." ucap Arga .


"Maksudmu ." tanya Andre .


Arga merasa bingung dan gugup , ia merasa gelisah dan takut kalau Andre akan marah kepadanya .


"Sejak saya tau , anda Ayah dari Angelia , saya merencanakan sesuatu agar anda tetap mendukung saya . Saya memanfaatkan perasaan Angelia untuk mendapatkan Saham Anda ." ucap Arga dengan jujur .

__ADS_1


Jatuh sudah air mata Angel tak dapat ia bendung lagi .mendengar pengakuan Arga , dadanya semakin sesak , sakit sekali saat mendengar pengakuan itu benar benar keluar dari mulut Arga . Angel tidak pernah menyangka apa yang terjadi dengan nya selama ini hanya setingan belaka .


"Apa maksudmu ." tanya Andre kembali dengan tenang .masalah ini Andre belum tau karena yang di awasi selama ini hanyalah putrinya ,dan bertemunya Angel dan Arga kembali ia anggap benar benar sebagai takdir .


" kamu mempermainkan putriku ." tak terasa Andre membentak Arga , Arga juga hanya mengangguk kan kepala . Seketika tangis Angel semakin menjadi .ia meremas d**anya yang semakin terasa nyeri . Tak sanggup dengan kenyataan itu , Angel menjauh dan berlari pergi ke dalam kamar dan menangis sejadi jadinya .


Anis menahan novia yang ingin mengejar Angel ." Biakan dia menangis , sekarang dengarkan alasan abang kamu lakukan ini semua , biar kamu juga tidak salah paham ." ucap Anis .


Cinta sepihak dengan Arga tidak pernah membuatnya menangis seperti ini. Di abaikan seperti apapun juga tidak membuat Angel sesakit ini . Namun di permainkan oleh Arga sakitnya tak bisa ia tahan . Angel tersiksa karena terlalu banyak berharap banyak terhadap Arga .


" seharusnya aku tidak terlalu banyak berharap sama mas Arga . Kalau tau begini tak perlu terlalu dekat , kalau hanya demi Rara , tak harus dekat aku masih bisa menjaganya , wasiat mbak Angel juga masih bisa ku jalan kan ." gumam Angel . Sambil menghapus laju air matanya .


***


Sementara Arga masih tetap melanjutkan obrolan nya dengan Andre . Ia hanya berhenti untuk menghirup udara , ke dalam paru parunya agar bisa bicara dengan tegas , dalam mengatakan maksud dan tujuan nya .


" tapi saya benar benar telah j!tuh cinta pada Angel putri Anda ." ucap Arga , Andre diam diam menarik nafas lega mendengar ucapan dan kesungguhan di mata Arga .tapi ia masih ingin melihat sebesar dan sedalam apa cinta Arga kepad! Putrinya .


" Sungguh tuan , saya sangat mencintai putri anda , saya tidak bohong ." ucap Arga menyakinkan Andre .


" bagaimana kamu membuktikan nya ." tanya Andre .

__ADS_1


Arga terdiam sejenak ." Awalnya saya mengingginkan saham anda tuan , untuk mendukung saya tetap bisa duduk di kursi CEO di perusahaan GMGroup .tapisekarang saya tidak butuh itu , jangan Anda berikan saham Anda pada saya , saya tidak ingin putri anda salah paham dengan saya ." ucap Arga .


"lantas bagaimana kamu akan bertahan di perusahaan itu ." tanya Andre .


Arga tersenyum tipis , dulu ia sangat takut kehilangan kedudukan nya , tapi tidak untuk sekarang. Ia tau semua pasti ada jalan lainnya untuknya bangkit kembali .


"Saya percaya masih ada jalan yang lain untuk pertahankan posisi saya tuan ." ucap Arga dengan percaya diri sebenarnya ia tertawa hanya untuk menahan Air matanya yang ingin jatuh sejak tadi .


Andre diam ia mengamati wajah dan sorot mata Arga , ada kejujuran di sana . Ia bangga ada jiwa pamannya di sana , paman Abimana . Walau sebenarnya ia semapat marah karena Arga mengawali semua dengan sebuah permainan .


"Kenapa , Apa kamu ingin menangis . Menangis lah , sejak kapan terakhir kali kamu menangis ." tanya Andre tiba tiba .


Arga terkejut Air matanya yang telah mengambang di pelupuk matanya pun tak dapat ia pertahan kan .


"Menangislah , tidak ada yang melarang laki laki untuk menangis ."ucap Andre .


"maaf , lima tahun yang lalu saya menangis , di saat kedua orang tua saya , juga istrinya saya , serta dua orang tua yang saya kenal sebagai oma dan opa saya meninggal di hari yang bersamaan .Tiada siapa siapa di sisi saya , saya seorang diri mengebumikan mereka . "ucap Arga sambil memukul dadanya .


" lima tahun kemudian baru aku menangis lagi saat saya kehilangan jejak Angel , putri anda di sebuah pantai , dadaku terasa sakit tak mampu saya untuk bernafas , dan terakhir kemarin lusa , di saat aku saya membaca surat terakhir almarhum istri saya , putri anda ternyata kekasih kiriman dari istri saya , enam tahun yang lalu mereka bertemu di inggris ." Arga menghapus air matanya .


"Tuan jangan katakan pada Angel bila saya mengetahui pertemuan dan wasiat tentang Angel dan istri saya ,saya tidak mau Angel salah paham dan mengira saya mencintai nya karena wasiat dari istri saya . Saya tulus mencintai Angel dari pertama kali dia melamar di kantor GM Group ." andre tersenyum dan menghapus air mata Arga yang terus membasahi pipinya .

__ADS_1


__ADS_2