Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
144


__ADS_3

Angel yang mendengar itu , siapa yang perduli , yang penting ia mendapatkan ciuman pertama nya dengan Arga . Sekarang Angel benar benar yakin , kalau Indira bisa ia jadikan sekutu yang berharga .lihat saja yang bisa ia lakukan setelah ini . Angel berjanji akan mendapatkan hati Arga secepat yang ia bisa .


Angel mengiringi kepergian Arga dengan terkekeh senang . Setelah itu ia alihkan pandangan nya kepada Indira , dengan alis naik turun . Indira pun ikut terkekeh malu bersamanya .


"Ayo kita pergi ." ajak Angel kemudian . Yang di angguki oleh Indira dengan antusias .


Namun sebelum itu sus monika memanggil Angel ."mbak , maaf ." ucapnya , Angelpun menoleh menatap Sus monic dengan senyum ramahnya .


"Ya ada apa sus ." tanya Angel ramah .


"mbak , nona Indira belum makan dari tadi ." jawab Sus monic kepada Angel .


Angel yang menatap sus monic segera mengalihkan pandangan nya kepada Indira . Angel mengerutkan keningnya .


"Rara kenapa belum makan ." tanya Angel dengan lembut . Kini gantian Indira yang mengerutkan keningnya karena Angel lagi lagi Angel memanggilnya Rara . Lalu senyum Indira muncul di sela sela bibir mungilnya . Indira tahu maksud mama Aannya .


"Rara ingin makan bareng mama Aan ." jawab Indira .


Angel berpikir sebentar ,Dan Indira was was melihat Angel tidak langsung menjawab . Ia takut wanita yang ia panggil mama Aan itu engan mengabulkan keinginan nya untuk makan bersama .


"Asyik ." teriak gadis kecil itu , setelah Angel mengangguk kan kepalanya .


"bi nina , sus monic siapkan makanan buat aku dan mama Aan ya ." teriak Indira kepada Art dan sus nya . Indira juga baru tau nama nama mereka .kelak Angel pasti akan sering sering memanggil mereka .hal itu membuat Angel senyum senyum sendiri .


Bi nina menganggukan kepalanya dan segera pergi menyiapkan keperluan makan majikan nya .


"Ma , kita pergi ke ruang makan ya ." ucap Indira pada Angel .Angel tersenyum gemes sambil mencubit hidung mungil Indira .

__ADS_1


"Makasih ya Indira , sudah ajak mama makan di sini ." ucap Angel . Indira tersenyum lebar .


"sama sama mama cantik ." ucap Indira . Mereka berdua berbincang dan ngobrol bersama , dan keduanya cepat sekali akrap . Arga yang menyaksikan mereka dari kejauhan , melihat keakraban mereka ia mengeratkan kepalan di tangan nya . Rahangnya juga ikut mengeras menahan marah , kenapa Angel malah begitu akrab dengan Indira . Sungguh membuat Arga tambah khawatir saja . Terbersit pikiran penyesalan telah mempertemukan mereka .


Tak ingin banyak berpikir dan bertanya tanya , Arga berjalan mendekati mereka . Arga meraih Indira turun dari pangkuan Angel . Hal itu mengundang tanda tanya bagi Indira dan Angel . Tapi Arga tidak perduli .


"Sayang , tunggu sebentar di sini ya , jangan kemana mana ya ,papa mau bicara dulu dengan Angelia ." ucap Arga .


Angel mulai curiga begitupun dengan Indira . Namun tanpa bisa membantah Indira terpaksa membiarkan papanya membawa mama barunya pergi .


"Kamu ngapain masih di sini ." tanya Arga sinis kepada Angel .


"menyebalkan ," gumam Angel tapi ia masih tetap memberikan senyum manis nya pada Bos galaknya .


"Kan tadi bapak sendiri yang suruh saya bicara sama Indira ." kini Angel balik tanya .


"tcek ." Angel tidak tahan untuk tidak berdecak lidah .


"Gini ya pak , ngomong sama anak itu ngak gampang , kita harus pelan pelan jangan sampai menyakiti perasaan nya . Kita perlu situasi dan kondisi yang tepat . Bapak mau Indira sedih ,atau marah dan tak mau lagi bicara sama bapak lagi , setelah ini " ucap Angel .


Arga mendengus kesal , ia juga tidak ingin itu terjadi . Ia tak ingin itu terjadi lagi dan membuat Indira bersedih dan tak mau bicara lagi dengan nya .karena kejadian ini akan memusuhinya lagi .


"Jadi rencanamu apa ." tanya Arga .


Angel menggelengkan kepalanya , dengan bibir mengerucut ke depan , tampak cemberut di depan Arga . Hal itu membuat Arga menginggat lagi hal yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu . Ia segera mengalihkan pandangan nya , agar ciuman yang tidak sengaja itu tidak menganggunya .


"Kamu gimana sih , Angelia . Terus maksud kamu apa ,kalau kamu juga tidak ada rencana ." kesal Arga .

__ADS_1


"Astaga pak Arga .! Kan Saya tidak pernah bilang kalau tidak ada rencana . Nanti.akan saya bereskan , ba]ak tidak usah tegang . Okay ." ucap Angel .Arga kembali mengalihkan pandangan nya kepada Angel .


"Siapa yang tegang ." bantah Arga . " punyaku masih tidur dengan nyaman ."tambahnya .


Angel mengerutkan keningnya tidak paham dengan apa yang di katakan oleh Arga .


"Bapak ngomong apa sih , ya sudah saya mau nyuapin Indira dulu , susternya bilang sejak yadi dia belum makan ." ucap Angel sambil melambaikan tangan sekali dan pergi meninggalkan Arga .


Arga sendiri masih salah tingkah dengan apa yang di ucapkan oleh mulutnya sendiri . Arga merutuki dirinya sendiri setelah sadar .


"Punyaku masih tidur dengan nyaman , astaga Arga apa yang telah kamu katakan , untung saja Angelia masih polos ." gumam Arga sambil mengetuk keningnya sendiri . Tidak mengerti kenapa ia katakan itu kepada Angel . Untung Angel benar benar masih polos tidak paham dengan apa yang ia ucapkan .


Arga kembali menyusul Angel yang sudah kembali bersama Indira . Di atas meja Angel dan Indira telah terhidang banyak makanan . Makanan itu seharusnya terhidang untuk makan malam nanti .


"Maaf tuan , nona Indira yang meminta menyiapkan semuanya ." ucap bi nina . Arga hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti lagian hari juga sufah cukup sore . Boleh makan malam sekalian bila nanti lapar tinggal suruh bibi untuk masak lagi .


"Papa ayo makan bersama ." teriak Indira dan Arga segera mendekat dan menganggukan kepala sambil tersenyum .


Gadis kecil itu tersenyum bahagia . Mungkin ia telah merasakan keutuhan keluarga kecil yang ia dambakan selama ini , ada mama dan ada papa saat mereka makan malam bersama .


" Akh sayang ." pikiran arga teralihkan saat mendengar suara Angel meminta Indira membuka mulutnya , suara Angelia lembut sekali . Mungkin mampu mencairkan tembok es yang telah di bangun oleh Arga . Bila Arga tidak keras kepala .


"Enak sayang ." tanya Angel kembali . Indira mengangguk penuh semangat .


"Enak , Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana rasanya di suapi oleh mama ." jawab Indira .


Mendengar kata kata Indira , Arga mengepalkan tangan nya di bawah meja makan . Ia dapat merasakan betapa rindunya Indira dengan kasih sayang seorang mama , tapi sayang Angel telah tiada juga demi Indira lahir ke dunia ini .

__ADS_1


Arga tau dengan adanya Angelia rindu Indira kepada mamanya bisa terbayarkan . Tetapi Arga tidak mengijinkan ini berlanjut terlalu lama . Arga harus minta maaf kepada Indira karena tidak bisa meberinya keluarga yang utuh .karena Arga tidak ingin Angela bersedih di alam sana , karena posisinya di hati nya dan hati putrinya telah tergantikan oleh wanita lain .


__ADS_2