Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
228


__ADS_3

"Awas jangan sampai ada orang ketiga ." ucap orang yang tiada lain adalah Anis .


Arga melepaskan pelukan nya dari Angel tapi tetap menggenggam erat tangan Angel .


"Maaf sekarang saya harus panggil apa ." tanya Arga . Anis terkikik geli mendengar oertanyaan dari Bosnya .


"Ini ada di luar ruangan kantor , terserah Bos panggil saya ." ucap Anis .


"Is , begitukan panggil an papi untukmu ." mata Angel membola mendengar Arga telah mengetahui hubungan Anis dan Ayahnya .


"Mas sudah tau ." tanya Angel .


"Hemm ." jawab Arga .


"mungkin kamu juga belum tau kalau novia atau Novita itu adalah adik kandung Bos Arga ." tambah Anis .


"Apa ." benar dugaan Anis . Arga hanya tertawa melihat bola mata Angel yang hampir keluar .


"Sayang , sering sering melotot , kasian bola mata kamu ." ucap Arga sambil menghapus lembut wajah Anis .


"Sayanggg , bagaimana , merdu tidK , romantis tidak , bagaimana bedanya dengan kemarin dalam suasana salah paham ." tanya Anis . Angel yang di tanya hanya cemberut saja .


keduanya saling mengeratkan pelukan nya satu sama lain . Terlihat jelas kalau mereka berdua benar benar tak ingin terpisahkan lagi . Cinta telah menyatukan mereka .


Arga telah berjanji pada diri sendiri , anak dan istri akan mencintai dan memberikan seluruh perasaan nya , hanya untuk Angel seorang . Tidak akan pernah lagi , ia sia siakan perempuan yang berada dalam pelukan nya saat ini .


"Ayo kita turun ke bawah , mas takut akan kilaf lagi padamu , is mi juga sudah turun . Kalau tetap di sini mas takut akan lakukan sesuatu padamu ." ucap Arga .


Pipi Angel jadi merona , ia paham dengan apa yang Arga maksud , kepalanya mengangguk dengan cepat .

__ADS_1


"Ayo mas ." jawab Angel . Arga segera menggenggam tangan Angel turun ke bawah menuju ke ruangan kerja mereka . Walau mereka telah masuk ruangan kerja para karyawan , Arga masih engan melepas genggaman di tangan Angel .


"Mas , lepasin banyak yang melihat kita ." bisik Angel tapi Arga tidak perduli malah semakin mengeratkan genggaman nya .


"Biar semua orang tau . Kalau kamu sekarang milik aku , Angelia ." balas Arga berbisik . Angel menekan dadanya merasa dirinya semakin jatuh cinta .


"ehemm ."tiba tiba teguran itu membuat Angel dan Arga menoleh ke belakang bersamaan .siapa pelakunya kalau bukan Anis . Tanpa takut di depan banyak karyawan berani menegur bosnya , sambil mengangkat kedua ibu jarinya . Dengan senyum lebarnya .Untuk pertama kalinya Arga tersenyum di depan umum .


"Wahhh , pesona Bos Arga memang beda saat tersenyum lebar begitu ." canda Anis menggoda Angel . Pujian anis langsung dapat delikan dari Angel .


"jangan macam macam Nis , ini sudah jadi milik aku ." jawab Angel .


" Aduh sayang ,Aku lebih suka yang sudah matang ." jawab Anis menjawab godaan Angel. Ia tersenyum semakin lebar melihat Angel akhirnya mampu menemukan kebahagiaan nya . Sudah cukup ia melihat Angel murung dalam beberapa hari ini karena kisah cintanya hampir di ujung tanduk . Syukurlah sekarang kembali baik baik saja .


***


Joni hanya bisa geleng geleng kepala di buatnya ." Sudah cukup Jo , sudah cukup kamu permalukan papa . Kamu masih beruntung apa yang kamu lakukan di inggris tidak ketahuan ." ucap Joni .


Beberapa minggu yang lalu Johan tiba tiba pulang , saat mendengar perusahaan GM Group akan mengadakan rapat pemegang tetap pimpinan GM Group . Dengan paksaan dan ancaman Johan minta saham orang tua nya di balik nama , menjadi nama Johan .


Joni merasa lega akhirnya Tetap Arga yang memegang pimpinan di perusahaan itu , yang memang sudah seharusnya itu milik Arga . Hanya dirinya yang pengecut belum berani menghadapi Arga . Sebenarnya Ia ingin menyerahkan saham itu kepada anak cucu Rangga kelak .


"Benar kata papamu Jo , sebaiknya kamu berhenti buat onar lagi ." ucap Ambar istri Johan .


"bukankah kalian yang ingin aku seperti paman Rangga , cerdas , mandiri ,dan sukses . Dwngan mudahnya aku juga sudah menyingkirkan paman Rangga , kenapa kamu tidak membanggakan diriku ." bentak Johan .


Ambar dan Joni menguatkan genggaman tangan masing masing .dan saling pandang .


"JO sudah cukup jangan buat onar lagi , mama mohon." pinta Ambar lagi .

__ADS_1


Johan memandang kedua orang tuanya penuh kebencian . Ia tidak terima sejak dulu di anggap pembuat onar .papa dan mamanya selalu begitu , ia merasa papa dan mamanya pilih kasih , terhadapnya .


"kalian memang tidak pernah perduli dengan penderitaan aku ." bentak Johan .


"bukan begitu Jo , papa tau kamu tudak akan mampu memimpin perusahaan , karena papa peduli dan tau kondisimu ." jelas Joni


Sudah cukup ia mengalah pada keadaan dan kondisi Johan selama ini. Sudah saatnya ia bertindak tegas pada Johan .


"Papa akan kirim kamu keluar negri lagi , tempat rehabilitas kamu ,tempat yang seharusnya kamu huni ." tegas Joni .


"pa ." tegur Ambar ia sedikit tidak setuju dengan keputusan Joni . Menurut nya Johan sudah sedikit membaik jadi tidak perlu Johan tinggal di tempat itu . Ia benar benar tidak tega melihatnya


"Tidak bisa ma , papa tidak punya pilihan sebelum ada penyesalan lagi papa harus kirim dia ke ingris kembali ." ucap Joni .


Mendengar ucapan papanya Tentu Johan tidak suka , ia tidak setuju , siapa yang mau tinggal di tempat seperti itu lagi , ia merasa kesehatan nya sudah membaik . Tapi ia tidak bisa melawan Papanya , kalau papanya sudah bertindak .


Jika sampai ia di kirim lagi ke tempat itu dan belum bisa membalas dendam kepada Arga dan Angel , ia pastikan akan menyesal untuk selama lamanya . Tak ingin merasakan penyesalan Johan diam diam pergi meninggalkan rumah Joni . Joni yang mengetahui itu ingin mengejarnya tapi di halangi oleh Ambar .


"Biarkan Johan tenang dulu Pa . Mama percaya dia bisa mengontrol emosinya ."ucap Ambar .


."Papa tidak percaya Ma , Johan orang yang nekat tidak memiliki kontrol diri yang baik . Bahkan dokter sudah memberi kita peringatan , agar kita berhati hati ." balas Joni yang membuat Ambar terdiam .


Memang benar Johan tidak mampu mengontrol emosi nya , Johan berbeda dengan laki laki normal yang lain nya , dia sangat mengerikan sebelum apa yang ia inginkan jadi kenyataan dia bisa seperti seorang piskopat . Sekarang Ambar merasa khawatir , ia takut Johan akan mencari orang orang yang telah membuat nya kesal .


"Apa yang harus kita lakukan sekarang pa ." tanya Ambar kebingungan .


Joni.menghela nafas berat , tidak ada yang bisa ia lakukan selain menyuruh orang orangnya untuk mencari keberadaan Johan sekarang .


"Mama jangan khawatir , papa akan menyuruh orang orang papa untuk mengawasi gerak gerik Johan ." ucap Joni , sebenarnya di dalam hatinya ia juga tidak kalah khawatir seperti istrinya .

__ADS_1


__ADS_2