
Hubungan persahabatan Nisa dan Lisa telah semakin membaik bahkan ia bertambah satu teman lagi yang bernama pelangi senja . Pertama kali mendengar nama itu Nisa tertawa terbahak bahak .setelah mendengar silsilah dari namanya ia diam tak bicara kembali . Ia rahasiakan semua itu di dalam hatinya .
Dan hari ini rencananya Nisa ingin mengajak Lisa dan pelangi atau di panggil angi yang berprofesi sebagai seorang guru . Untuk pergi Lisa dan Angi pergi ke festival di pusat kota .
Sehingga Nisa mendatangi rumah Bily untuk menjemput Lisa dulu Nisa mengendarai mobilnya sambil bersenandung .
Brrteman dengan Lisa dan Angi tidak seburuk yang ia bayangkan . Dulu ia pikir berteman dengan mereka ia akan selalu mengeluarkan uang saat jalan jalan dengan mereka . Lisa dan Angi adalah teman pertamanya yang berasal dari kalangan bawah . Selama ini temanya berasal dari kalangan atas . Mereka semua mempunyai bisnis bisnis sendiri ,setiap bertemu selalu membahas bisnis masing masing dan pamer incom yang mereka dapat . Tak jarang mereka saling pamer dan saling menjatuh kan satu sama lain .
Berteman dengan Lisa dan Angi merupakan pengalaman pertama dan sesuatu yang harus ia syukuri .Dia menemukan hal hal yang baru saat berkumpul dengan mereka berdua . Pandangan nya tentang desa atau kampung juga telah berubah . Mendengar cerita tentang desa angi ,membuatnya antusias suatu hari ia ingin datang berlibur ke desa angi .
Nisa menekan klakson saat telah sampai di depan pintu gerbang calon mantan tunangan nya itu .saat pintu gerbang di buka ada sebuah mobil yang jalan mundur , menghalangi jalan nya .Nisa kembali menekan klakson mobilnya . Memberi kode agar mengalah padanya .
"Maaf , kamu bisa mundur sedikit tidak , saya mau masuk ." Nisa sedikit berteriak karena mobilnya sudah masuk separuh tidak mungkin dirinya akan mundur lagi . Yang ada dia akan menabrak mobil mobil yang lalu lalang di belakang nya .
Nisa mengerutkan keningnya saat melihat mobil di depan nya hanya diam tidak mau bergerak . Nisa turun dari mobil dan menghampiri pengemudi mobil yang ada di depan nya . Dan mengetuk jendela kaca mobil itu dua kali .
Tok ....Tok
Dewangga menurunkan jendela kaca mobilnya . Dan menatap Nisa dengan sinis .
" Ada apa ." ucap Dewangga dengan dengan angkuh , sambil mengelus tangan nya yang tiba tiba menghangat .
Nisa mengerutkan keningnya , menatap pemuda di depan nya sepertinya tidak menyukainya . dari tatapan mata itu , ia mencoba mengingat ingat , di mana ia pernah bertemu dengan pemuda itu , apa mungkin ia pernah berbuat salah pada pria itu ,tapi ia tidak mendapati ingatan apapun tentang pria itu
"Eh , maaf bisa tidak kamu mundur sedikit , saya mau masuk ." ucap Nisa dengan sopan dan tersenyum manisnya ,bukan untuk mengoda pria di depan nya itu , itu hanya salah satu cara agar pria itu tidak akan tersinggung .
"memangnya kamu ada urusan apa sama yang punya rumah ini ." tanya Dewangga Dingin . Tidak ada tanda tanda 0ergerak kan seperti yang Nisa ingin kan .
__ADS_1
"eh saya tidak ada urusan dengan yang punya rumah , tapi saya ada urusan dengan Lisa ." jawab Nisa dengan jujur . Memang ia hanya ingin mencari Lisa .juga tidak punya urusan dengan Bily laki laki yang tinggi gengsinya .
Jawaban Nisa semakin memperkuat kecurigaan Dewangga . Kalau Nisa ingin mencari Lisa untuk di intimidasi karena dia gadis polos .
Nisa mundur satu langkah melihat tatapan tajam dari Dewangga yang seakan membakar dirinya , hanya dengan tatapan tajam nya itu .
" Maaf , Apa ada yang salah ." Nisa tidak terima di tatap seperti itu . Ia merasa tidak berbuat salah tapi ia di pandang seperti seorang yang ketahuan berbuat kejahatan .
"Apa tujuan kamu untuk menemui Lisa ." Dewangga kembali bertanya dengan pelan .namun nadanya tetap dingin tapi menusuk . Siapa sangka pria yang memiliki sifat ramah dan supel bisa memiliki nada yang dingin dan menusuk .
Nisa semakin kesal dengan sifat angkuh Dewangga itu .
"Itu bukan urusan kamu ." sungut Nisa . Ia memilih untuk mengalah .dan ingin masuk ke dalam mobil , untuk memundurkan mobil nya , bila mobil Dewangga dah keluar baru Nisa akan masuk lagi .
BRUK....
"Apa sebenarnya masalah kamu .? Dengar , saya tidak mengenalmu . Jadi swbaiknya kamu jangan menghalangi jalan ku ." Nisa berseru kesal dan menyentak tangan Dewangga dari mobilnya .
Namun lagi lagi Dewangga menahan nya . Dewangga menangkap tangan Nisa dan menariknya Nisa , masuk ke dalam mobil Dewangga .
"Pak tolong Urus mobil itu ." ucap Dewangga kepada satpam rumah Bily .
"Saya tidak kenal kamu lepaskan .saya tidak mau ikut dengan mu , turunkan saya .pak tolong saya pak ." teriak Nisa berteriak panik .sambil mengedor ngedor pintu mobil Dewangga .
Melihat tatapan tajam mata Dewangga , para satpam tidak berani ikut campur . Terlebih mereka mengenal siapa Dewangga .
"Diam ," bentak Dewangga pada Nisa . Yang terus berteriak minta tolong .
__ADS_1
"Saya tidak punya urusan sama kamu ." teriak balik Nisa . Ia tidak terima di bentak oleh Dewangga , mesti ada rasa takut di hatinya .
"Kamu akan berurusan dengan saya . Di saat kamu akan menghancurkan hubungan Lisa dan Bily ." seru Dewangga .
"Siapa yang akan menghancurkan hubungan mereka ." tanya Nisa dengan sewot yang ada diri nya berkorban untuk mereka berdua
"Tidak perlu mengelak , saya tau apa yang kamu rencanakan ." ucap Dewangga .
"Saya tidak merencanakan apa pun ." nisa hanya ingin keluar dengan teman nya , tapi kenapa serumit ini .
"Lalu apa alasan kamu datang ke rumah calon tunangan kamu ." tanya Dewangga sinis .
"Saya sudah bilang , saya hanya ingin perlu dengan Lisa ." sahut Nisa .
"Saya tidak akan ijinkan kamu untuk menemui Lisa . Saya tidak akan membiarkan kamu menyakiti gadis polos itu ." sontak Nisa tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Dewangga .
"Memang nya kamu siapa nya Lisa . Dan saya tidak akan pernah menyakiti Lisa . Karena kami teman baik . Tidak mungkin saya melakukan kejahatan pada teman saya ." kata Nisa setelah tawanya mereda . Mungkin Dewangga salah menilai dirinya .
"Saya sepupunya Bily . Dan apa kamu pikir saya bodoh dan mudah kamu tipu .? ,"Dewangga menatap Nisa dengan datar .
"Saya tidak berbohong , saya dan Lisa telah bersahabat sejak satu bulan yang lalu ."Ucap Nisa .
"Teruslah berbohong semakin kamu banyak mengumbar kata . Semakin kelihatan kalau kamu seorang penipu ." sahut Dewangga .
Nisa sontak melotot ,ia mengebrak dashboard mobil Dewangga dengan keras .
"Hei , kamu ! Saya tidak butuh kamu percaya atau tidak , cepat sekarang turun kan saya ." ucap Nisa dengan tegas .
__ADS_1
Dewangga hanya melirik Nisa dan tetap melajukan mobilnya tanpa menghiraukan permintaan Nisa .