
Angel menatap jam tangan itu , mata nya membola tidak percaya . Lima tahun yang lalu jam tangan itu sudah tidak berjalan , berulang kali ia menganti batrei tetap saja tidak jalan .
"Aneh benar benar aneh , aku juga lupa siapa nama wanita yang hamil yang aku tolong swkitar enam tahun yang lalu . Dia gangguan jantung tapi juga sedang hamil , bagaimana kabar dia dan bayinya ." gumam Angel .
Angel menghela nafas dalam dalam . Kisah cintanya kepada Arga tidak akan berhenti sampai di sini , hanya karena status dia seorang duda dan beranak satu yang telah berumur lima tahun . Angel bertekat akan tetap mengejar Arga sampai suatu saat Arga akan bertekuk lutut , dan jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada dirinya .
Angel mencintai Arga bukan karena obsesi , tapi karena tulus mencintai .ia akui memang kesalahan nya juga tidak bisa meyakin kan klien penting di perusahaan , yang telah di manfaatkan oleh Arga untuk memecat dirinya . Ia juga tidak tau kalau kepergian Arga tanpa kabar karena ingin merayakan ulang tahun Indira , kedatangan nya yang mendadak juga telah menghancurkan kebahagiaan Indira . Di balik ketidak terbukaan Arga ada privasi yang tak ingin di ketahui banyak orang .
Angel kembali melajukan mobilnya untuk segera pulang , hari ini hari yang terlalu lelah baginya kesana kemari menemui klien .Angel ingin segera mengistirahatkan dirinya .pulang ke apartemen mandi makan dan tidur .
Angel telah sampai di basement apartemen nya ia segera keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam lift , setelah ia menekan tombol tutup sebuah tangan menjulur menghalangi pintu lift agar tetap terbuka .
"Tunggu ." suara laki laki yang sama , yang pernah memergokinya di dalam lift tempo hari dan mendengar suara perutnya yang keroncongan . Angel tersenyum.simpul pada pemuda yang tiada lain .
"Lantai sepuluh kan ." tanya Angel untuk ramah tamah . Laki laki itu mengangguk sopan sambil memamerkan senyum nya pada Angel .
"Tank 's ." jawab laki laki itu . Angel hanya mengangguk menanggapi setelah itu yang ada hanyalah keheningan . Angel merasa sangat lelah tak ingin tanya jawab dengan laki laki itu , hingga bunyi lift menyadarkan keheningan itu .
TING..
Pintu lift terbuka , Angel keluar dari lift dan di susul oleh laki laki itu dari belakang . Keduanya masih diam menuju ke apartemen masing masing .
"Hah ...akhirnya sampai juga ." ucap Angel yang telah memasuki ruang apartemen nya , sambil mendudukan diri di sofa .
__ADS_1
"enak aja Arga , demi apa kamu akan memecatku begitu saja . Hari ini aku sangat lelah untuk menyakinkan para klien untuk mengatur ulang jadwal meeting ." Angel mengingat sikap Arga ia tidak bisa terima keputusan Arga . Ia juga tidak perduli jika Arga engan menganggapnya sebagai sekretarisnya lagi .
Angel menghembuskan nafas dan beranjak berdiri untuk membersihkan diri baru masak malam sederhana untuk mengganjal perutnya .
***
Sementara Arga setelah Angel pergi meninggalkan rumahnya , ia segera pergi membersihkan diri .rencananya malam ini gagal semua karena kehadiran Angel .
Rencana ingin bacakan surat dari Aan untuk Indira dan rencananya lembur di kantor setelah membacakan surat dari Aan pun gagal . Tidak mungkin Arga meninggalkan Indira yang sedang meraju karena yang Indira punya hanyalah dirinya saja .
Arga menguyur badan nya dan segera mengeringkan nya . Setelah memakai piyama tidur Arga segera pergi untuk menemui Indira . Arga melihat kedua Artnya berdiri di depan kamar Indira .
"Indira di mana ." tanya Arga .
Arga menghela nafas berat , ia tau putrinya pasti sedih setelah melihat kemarahan nya tadi ." kalian pergi istirahat saja , biar saya yang temani Indira ." ucap Arga . Kedua Artnya membungkuk dan segera pergi .
Arga mencoba mengetuk pintu kamar putrinya , ttapi tidak ada jawaban . Arga mencoba mendorong pintu kamar itu , ternyata tidak di kunci . Arga kembali menarik nafasnya dengan berat . Ia melihat putrinya tertidur dengan mata sembab . Dan bantalnya juga basah oleh air matanya .
"Sayang ." panggil Arga .
" papa minta maaf , papa tidak bisa kontrol emosi papa bila berada di depan Angel sekretaris papa ." Arga mengucapkan seribu maaf kepada putri semata wayangnya , karena kemarahaan nya pada angel berimbas pada putrinya pula .
"Maafin , papa sayang , bukan maksud papa untuk membentak dan menyakitimu ." ucap Arga sungguh sungguh . Ia mengecup kening putrinya penuh dengan cinta . Karena ia telah membuat putrinya meneteskan air mata di hari istimewanya .
__ADS_1
Kecupan Arga di kening putrinya . Mampu membangunkan Indira .Indira membuka matanya dengan tatapan sayu . Membuat Arga menahan gejolak kesedihan . Dan rasa bersalah di dalam hatinya . Ia merasa gagal membahagiakan putrinya di hari istimewanya .
" Di mana mama Aan , pa ." tanya Indira .
Pertanyaan Indira membuat kerongkongan Arga tercekat dan kering . Arga tidak senang Indira memanggil wanita lain dengan panggilan mama Aan .panggilan itu seharusnya Indira ucapkan pada mama kandungnya . Ingin Arga membentak Indira tapi ia tahan .ia tidak ingin putrinya bersedih dan akhirnya membenci dirinya .
Arga terpaksa tersenyum ." sudah pulang sayang , kenapa kamu bangun hem ." tanya Arga berusaha mengalihkan pembicaraan tentang Angel . Tapi Arga salah ,Indira semakin semangat menanyakan tentang Angel .
"Kenapa mama pulang , pasti papa marahi mama lagi ." tuduh Indira . Tuduhan Indira seperti sebongkah batu yang menghantap jantung nya . Arga memijit tepian hidungnya . Ia berusaha meredam amarahnya karena Indira terus membahas Angel .
"Dia sibuk sayang , besok kan harus kerja ." jawab Arga . Tapi Arga menangkap raut wajah kecewa dan tidak percaya di wajah putrinya .Arga menghembuskan nafas berat sekali lagi dan meraih tangan putrinya . Demi menghibur putrjnya terpaksa ia lakukan ini .
" kamu mau bertemu dengan nya lagi ." tanya Arga . Karena hanya itu yang bisa menghibur Indira.
Indira yang tadi menunduk lesu , segera mengangkat wajahnya , lagi lagi hati Arga terluka oleh sorot mata putrinya yang syarat oleh kerinduan dan kekecewaan . Seakan putrinya terlahir untuk menjadi putri sekretarisnya . Tentu Arga tidak ikhlas .
Tapi Arga harus menurunkan egonya , hitung hitung untuk menebus kesalahan nya pada Indira yang telah menghancurkan pesta ulang tahun nya malam ini .
" papa mau bawa Indira bertemu dengan mama Aan ." tanya Indira penuh semangat .
Arga tidak ingin menghancurkan kebahagian dan harapan putrinya lagi .Dengan cepat Arga mengangguk dan tersenyum untuk putrinya . Ia tak berani mematahkan semangat dalam diri putrinya .
"Papa serius ." tanya Indira dengan suara balita yang lucu. Entah terbang kemana rasa sedih dan kecewanya tadi . Kini yang nampak hanya semangat dan binar kebahagiaan untuk bertemu dengan Angel. Sepertinya Arga benar benar tidak bisa memecat Angel waktu ini . Karena hanya Angel yang mampu membuat Indira tersenyum bahagia . Jangankan novita sebagai tantenya saja belum pernah melihat senyum atau mendengar suara indira .
__ADS_1