Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
114


__ADS_3

Rangga menyerahkan posisinya sementara kepada Joni.selaim ingin fokus pada pencarian nya kepada Indah . Ia juga ingin berdamai dwnhan Joni .


"papa tidak yakin dia bisa .melakukan itu . Yang ada perusahaan akan semakin merugi besar .." ucap Adi prata . Rangga tersenyum saat melihat Joni ada menelpon nya tapi Rangga tak ingin mengankat telepon dari joni .


"Papa harus beri dia dukungan dan semangat ," ucap Rangga yang tidak ingin mengangkat telepon dari Joni .bahkan sampai Adi prata selesai menelpon ,Rangga tidak punya niatan untuk mengangkat telepon Joni . Ia ingin pria itu datang sendiri kepadanya .


Rangga percaya sekarang Joni pasti dapat tekanan dari segala penjuru .kepalanya pasti pusing , bawa satu kepala rasa bawa dua kepala , tidak lama lagi pasti akan ada rapat pemegang saham .yang akan membicarakan kinerja Joni .


Rangga menutup matanya tidak mau menghiraukan suara ponselnya yang terus berdering . Tak lama kemudian ada notifikasi 0esan yang masuk . Rangga mengintip nya dan terkejut melihat banyaknya panggilan masuk dari Indah yang tak terjawab .


"Celaka aku lupa ada janji makan malam dengan Indah . Ini adalah kencan pertama kita , aaahh pasti dia akan ngambek , tidak mudah aku membujuknya ." gerutu Rangga dan segera turun dari ranjangnya dan pergi mengambil bajunya .


Hari ini Rangga ada janji makan malam bersama Indah di restoran yang dia rintis dulu bersama Angga . Selesai makan mereka akan pergi nonton . Hari ini merupakan kencan pertama mereka .


Rangga mengambil baju acak dan pergi untuk mandi , tidak mau lama lama Indah menunggunya Rangga menyudahi mandinya dalam lima menit dan menyemprotkan parfum di badan nya . Setelah itu Rangga segera menuju ke rumah Indah .


***


Sementara Indah sudah berakar di ruang tamu menunggu kedatangan Rangga . Di telpon tidak di angkat , sms tidak di balas . Indah ragu kencan pertamanya takut akan gagal lagi .


Indah telah menitipkan Arga kepada kakak iparnya . Ia ingin memulai hubungan mereka dengan jalan berdua saja dengan Rangga , 0ergi makan dan nonton seperti pasangan kekasih pada umum nya .Indah berulang kali melihat penampilan nya .Rasanya tidak sabar menunggu sang pujaan hati .


Indah melihat kembali penampilan nya . Kali ini ia memakai baju sabrina panjang sampai mata kaki tapi ada belahan samping setinggi lutut .dan bagian bahu terbuka . Baju Indah berwarna merah maroon . Baju yang dia beli saat akan masuk kuliah dulu .sampai sekarang masih bisa ia pakai .

__ADS_1


Indah sudah menghubungi Rangga lima kali tapi tidak ada jawaban . Ia kirim pesan Whatsapp juga tidak ia balas hanya di baja saja . Dalam hati Indah sangat kecewa sebenarnya jadi pergi atau tidak ."gumam Indah sedikit kecewa .


Indah masih tetap menunggu Rangga walau tidak ada balasan dan kepastian . Tapi wajah Indah sudah berubah kusut . Satu jam telah berlalu tidak ada kabar dari Rangga , sekedar kirim sms saja tidak ada .


"awas saja kalau sampai ke sini aku tidak jadi pergi ." sunggut Indah .


Tidak lama kemudian Indah mendengar suara mobil . Indah hafal dengan suara mobil itu , mobilmilik Rangga . Indah menunggu Rangga di berand rumah .


"kamu sudah menunggu lama ." ucap Rangga ,saat turun dari mobilnya . Indah sangat kesal datang datang itu yang di ucapkan oleh Rangga bukan meminta maaf .


"Kita pergi sekarang ." ucap Indah jutek .


"Kamu pergi ganti baju dulu ya ." sahut Rangga .


"Ngak ada yang salahkan dengan bajuku ."tanya Indah .


"Bajumu terlalu ketat , aku takut kamu sesak nafas ." alibi Rangga yang tidak mau Indah berdandan seksi dan keseksian nya akan di nikmati oleh laki laki mata keranjang .


"Aku tidak sesak nafas kok . Aku rasa nyaman pakai baju ini ." ucap Indah ia merasa percaya diri berjalan dengan Rangga , memakai dress seperti ini . Rasanya ia kembali ke awal awal ia masih mulai masuk kuliah , seperti belum mempunyai Arga .


"Ganti ." ucap Rangga dengan tegas . Indah menghentak kan kakinya dengan kesal .


"Aku dah menunhhumu satu jam lebih mas , swharusnya kita langsung saja pergi . Tanpa harus meributkan hal tidak penting seperti ini ." ucap Indah .

__ADS_1


"Kalau kamu langsung mengantinya dan tidak banyak protes kita juga sudah berangkat sekarang ." jawab rangga tidak mau kalah .dan Indah segera masuk ke dalam rumah bukan nya untuk mengganti baju tapi malah duduk di sofa dan menyalakan tv ia sudah tidak mau pergi lagi .


"Indah ..." sapa Rangga .


"Kamu pergi sendiri saja lah mas , aku sudah ngak ingin pergi lagi sekarang .


"Maaf ." Rangga mengambil tempat duduk di samping Indah . Ia tau wanitanya sedang marah


Indah tidak mau bicara ia tutup mulutnya rapat rapat , kencan pertamanya harus gagal hanya karena hal yang sepele .


"Aku hanya tidak inginmelihat kamu pakai baju yang seksi , itu sangat terbuka dan ketat . Kamu cukup pakai celana jeans dan kaos biasa saja. Begitu saja kamu sudah cukup cantik kok ." ucap Rangga . Indah tidak merespon dan hanya mengangguk , ia malas berdebat dengan Rangga .karena ia tau , dirinya tidak akan pernah menang melawan pria itu .


***


Joni baru memimpin perusahaan selam satu bulan . Selama satu bulan perusahaan tidak ada perkembangan juga tidak ada proyek baru bahkan telah ada tiga perusahaan yang mengundurkan diri , membatalkan kerja sama . Adi prata juga ikut ikutan menekan nya . Joni mendesis kesal . Ia juga tidak punya niatan untuk membuat perusahaan papanya bangkrut . Tapi kalau perusahaan nya terus seperti ini bisa di pastikan tidak lama lagi perusahaan akan gulung tikar .


Joni sudah memikirkan hal ini satu minggu yang lalu . Ia ingin mengembalikan kembali posisinya keada tangan Rangga .


"Papa benar , aku tidak bisa apa apa , aku sebuah tong kosong yang selalu nyaring bunyinya .aku akan kembalikan ini pada Rangga .tapi anak aku yang akan merebutnya kembali ." gumam Joni ia putuskan ingin punya anak juga dan akan ia didik seperti papanya mendidik dirinya . Joni menatap berkas laporan keuangan yang semakin merosot . Berserakan di meja kerjanya .


Dia merasa malu dengan kata katanya sebulan yang lalu di hadapan Rangga dengan percaya diri nya yang tinggi akan menaikkan penghasilan perusahaan sebesar lima persen .


Sebenarnya joni sudah tidak punya muka lagi untuk berhadapan dengan Rangga lagi .tapi demi mempertahankan perusahaan ia harus pergi menemui Rangga . Joni segera bergegas pergi meninggalkan ruanganya dan meminta alamat rumah Rangga kepada papanya .

__ADS_1


Joni telah sampai di rumah Rangga ia mengamati rumah Rangga yang sederhana tapi halaman Rumahnya sangat luas .dan nyaman .joni sudah menyiapkan diri menerima ucapan sinis dan ejekan dari Rangga . Sebenarnya sejak dulu Joni yang bermasalah ,dengan diri sendiri .


__ADS_2