Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
54


__ADS_3

"Hemmm bahagianya . Ternyata seperti ini rasanya di layani istri ."ucap Angga .


Angga menerima sepiring nasi dan sepotong omlet dari tangan istrinya . Ia mulai menyuapkan ke dalam mulutnya . Ia menguyah dengan pelan untuk menemukan cita rasa makanan yang ia makan .


"Bagaimana rasanya ." tanya Nisa antusias dengan ekpresi suaminya merasakan masakan pertamanya .


"kurang garam , tapi sudah bagus ." jawab Angga jujur .Nisa segera meraih sendok dan ikut mencicipi omlet buatan nya .


"Iya benar , bahkan tidak ada rasanya . Mungkin aku terlalu sedikit masukin garam ." ucap Nisa lesu .


"Kamu baru pertama kali memasak , tidak apa apa , semakin kamu rajin belajar kamu pasti bisa mengalahkan koki hotel bintang lima .jadi jangan sedih . Aku bangga padamu sayang ." ucap Angga yang ingin menyemangati istrinya .


senyum Nisa pun terbit ." aku Akan belajar dengan giat ." ucap Nisa penuh antusias .


Sudah seminggu sejak Nisa belajar masak , seminggu pula Angga harus membawa bekal dengan lauk yang sama .Omlet telur buatan sang istri .di meja makan pagi sarapan pakai omlet , bekal ke kantor juga omlet , pulang kerja sampai rumah juga ketemu lagi dengan omlet


Dan siang ini Angga menatap kotak bekal makan siang dari istrinya tanpa selera .


"Andrean ." panggil Angga kepada asisten nya .Andrean datang dengan wajah yang lesu , Angga mengeryitkan keningnya .


"Ada apa dengan mu ." tanya Angga .


"ini semua gara gara Bos , semalaman saya tidak bisa tidur ." ucap Andrean .


"Kok saya , kenapa ." tanya Angga yang heran .


"Gara gara Bos telepon nyonya salah nomer . Semalam wanita itu mengejar ngejar saya . Meminta pertanggung jawaban ."ucap Andrean mengebu ngebu .


"kamu kan bisa jelasin kalau salah sambung , kok ribet ." jawab Angga kelewat santai sangat santai seakan tiada beban .


"Sudah Bos . Sudah saya jelasin berkali kali .Tapi dia malah ngotot , terus minta saya nikahi ." ucap Andrean cemberut .


"Kalau begitu dia rejeki buat kamu . Tinggal nikahi aja kok bingung ." ucap Angga .

__ADS_1


"Ya tidak bisa begitu Bos , Saya masih muda ,masih ingin meniti karir , membahagiakan orang tau , lagian dia lebih tua tiga tahun dari saya ." ucap Andrean yang tidak bisa terima perbedaan umur mereka .


"Berapa usia kamu ." tangga Angga .


"Dua dua Bos ." ucap Andrean .


"kamu dua dua berarti dia dua lima , tidak jauh jauh amat . Kamu tau siapa yang lebih tua antara saya dan Istri saya , dan kamu tau siapa yang minta di nikahi ." Angga menatap Andrean yang juga menatap dirinya penasaran .


"Istri saya ." jawab Angga membuat Andrean menelan ludah .


"Bos Apa itu penyakit menular ." tanya Andrean yang dapat jitak kan dari Angga .


"Kalau iya salahnya di mana , yang penting rumah tangga kita bahagia , hidup rukun , saling percaya ."jelas Angga .


"Sudah lah bapak tidak tau penderitaan saya . Ada apa bapak panggil saya ." ucap Andrean .biarkan saja di bilang tidak sopan Bos nya juga yang bikin masalah untuknya .pikir Andrean dalam hati .


"Ini , istriku memasak lebih , jadi ini aku berbaik hati , aku berikan padamu untuk makan siang ." ucap Angga menyerahkan kotak bekalnya pada Andrean .


Andrean menerima kotak bekal itu dan keluar dari ruangan Angga setelah mengucapkan terima kasih . Ia keluar dan memakan bekal itu untuk makan siang .


Angga telah sampai di rumah tepat hampir jam enam sore , ia turun dari mobilnya sambil menenteng tas kerjanya dan kotak bekalnya .


"kamu sudah pulang ." sapa Nisa menyambut kepulangan Suaminya dengan wajah yang cerah .Nisa mengambil alih tas kerja juga jas suaminya dan ia letak kan di sofa .


"kamu bawa apa ." tanya Nisa saat melihat suaminya bawa bungkusan di plastik Nisa penasaran .jantung Angga mulai berdegup kencang , bersiap siap menerima omelan dari istrinya .


"ini makanan laut , yang aku beli pas mau pulang tadi ." jawab Angga was was .


"Kamu tau aja , kalau malam ini aku tidak masak , yang ." jawab Nisa sambil mengambil tas berisi makanan dari tangan Suaminya dan berjalan menuju ke dapur .


"kok tumben tidak masak ." ucap Angga yang mengikuti istrinya dari belakangnya .


"persedia'an telur kita sudah habis ." jawab Nisa .

__ADS_1


"hoh syukurlah ." gumam Angga sambil mengelus dada nya . Untung Nisa tidak mendengarnya .


"Kamu mau makan dulu atau mandi dulu ." tanya Nisa sambil memindahkan makanan ke dalam piring saji .


"makan dulu saja ,yang , mumpung masih hangat juga tidak perlu kita bolak balik keluar masuk kamar buat hemat tenaga . Setelah ini nanti kita ngurung diri di dalam kamar ." ucap Angga sambil mengerlingkan matanya kepada istrinya .


Itu cuma alasan juga kenyataan , sebenarnya Angga sudah sangat lapar karena belum makan sejak siang tadi . Jadi sekarang Angga lebih membutuhkan makanan dari pada mandi .


Nisa mendengus mendengar ucapan suaminya .


"Mesum ." sungutnya , tapi tak urung wajah nya memerah mendengar ucapan suaminya .


"Tapi kamu suka kan ." goda Angga .dengan malu malu.Nisa hanya melirik suaminya dan mengangguk kan kepalanya .


Setelah mereka selesai makan , Angga berdiri dan mendekati Istrinya .


"Astaga ." ucap Nisa yang terkejut tiba tiba suaminya sudah memeluknya dari belakang .


"Sekarang aku tidak ingin mandi , tapi aku ingin di dalam kamu , yang ." bisik Angga di telinga istrinya dengan suara serak .


Tanpa menunggu persetujuan dari istrinya , Angga segera membopong tubuh istrinya menaiki anak tangga . Angga tidak henti hentinya.mencium bibir istrinya itu .


"Buka pintu nya , yang ." ucap Angga yang bibirnya masih menempel dengan bibir istrinya .Nisa dengan cekatan mengulurkan tangan nya dan membuka handel pintu kamarnya .


pelan pelan Angga membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang . Angga mencium dan ******* bibir istrinya sangat dalam . Dan tangan nya melepaskan bajunya dan baju istrinya .


Sebelum memulai ritualnya , Angga mengecup perut istrinya terlebih dulu .


"Hallo jagoan dady , ijinkan dady menjengukmu malam ini ." Bisik Angga pelan di depan perut istrinya .Nisa tersenyum haru melihat perlakuan suaminya kepada dirinya juga bayi dalam kandungan nya .


Pagi telah tiba .Angga sudah selesai mandi dan memakai bajunya , ia masih melihat istrinya bermalas malasan di ranjang .


"Jadi pagi ini kamu mau pergi ke butik ." tanya Angga sambil mengancingkan kancing kemejanya . Nisa menjawab tapi suaranya tidak jelas membuat Angga mengulangi pertanyaan nya lagi .

__ADS_1


"Jadi , nanyak mulu ." ucap Nisa sambil menghempaskan selimutnya dan beranjak dari tempat tidurnya pergi menuju ke kamar mandi . Angga mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal .bingung di mana salahnya , karena sejak kemarin istrinya itu sangat sensitif . Dia sangat mudah marah bahkan hanya karena hal sepele .


Seperti kemarin di ruang belakang di taman gara gara menginjak seekor semut tiba tiba dia juga menangis .


__ADS_2