
"Hemmm bahagianya . Ternyata seperti ini rasanya di layani istri ."ucap Angga .
Angga menerima sepiring nasi dan sepotong omlet dari tangan istrinya . Ia mulai menyuapkan ke dalam mulutnya . Ia menguyah dengan pelan untuk menemukan cita rasa makanan yang ia makan .
"Bagaimana rasanya ." tanya Nisa antusias dengan ekpresi suaminya merasakan masakan pertamanya .
"kurang garam , tapi sudah bagus ." jawab Angga jujur .Nisa segera meraih sendok dan ikut mencicipi omlet buatan nya .
"Iya benar , bahkan tidak ada rasanya . Mungkin aku terlalu sedikit masukin garam ." ucap Nisa lesu .
"Kamu baru pertama kali memasak , tidak apa apa , semakin kamu rajin belajar kamu pasti bisa mengalahkan koki hotel bintang lima .jadi jangan sedih . Aku bangga padamu sayang ." ucap Angga yang ingin menyemangati istrinya .
senyum Nisa pun terbit ." aku Akan belajar dengan giat ." ucap Nisa penuh antusias .
Sudah seminggu sejak Nisa belajar masak , seminggu pula Angga harus membawa bekal dengan lauk yang sama .Omlet telur buatan sang istri .di meja makan pagi sarapan pakai omlet , bekal ke kantor juga omlet , pulang kerja sampai rumah juga ketemu lagi dengan omlet
Dan siang ini Angga menatap kotak bekal makan siang dari istrinya tanpa selera .
"Andrean ." panggil Angga kepada asisten nya .Andrean datang dengan wajah yang lesu , Angga mengeryitkan keningnya .
"Ada apa dengan mu ." tanya Angga .
"ini semua gara gara Bos , semalaman saya tidak bisa tidur ." ucap Andrean .
"Kok saya , kenapa ." tanya Angga yang heran .
"Gara gara Bos telepon nyonya salah nomer . Semalam wanita itu mengejar ngejar saya . Meminta pertanggung jawaban ."ucap Andrean mengebu ngebu .
"kamu kan bisa jelasin kalau salah sambung , kok ribet ." jawab Angga kelewat santai sangat santai seakan tiada beban .
"Sudah Bos . Sudah saya jelasin berkali kali .Tapi dia malah ngotot , terus minta saya nikahi ." ucap Andrean cemberut .
"Kalau begitu dia rejeki buat kamu . Tinggal nikahi aja kok bingung ." ucap Angga .
__ADS_1
"Ya tidak bisa begitu Bos , Saya masih muda ,masih ingin meniti karir , membahagiakan orang tau , lagian dia lebih tua tiga tahun dari saya ." ucap Andrean yang tidak bisa terima perbedaan umur mereka .
"Berapa usia kamu ." tangga Angga .
"Dua dua Bos ." ucap Andrean .
"kamu dua dua berarti dia dua lima , tidak jauh jauh amat . Kamu tau siapa yang lebih tua antara saya dan Istri saya , dan kamu tau siapa yang minta di nikahi ." Angga menatap Andrean yang juga menatap dirinya penasaran .
"Istri saya ." jawab Angga membuat Andrean menelan ludah .
"Bos Apa itu penyakit menular ." tanya Andrean yang dapat jitak kan dari Angga .
"Kalau iya salahnya di mana , yang penting rumah tangga kita bahagia , hidup rukun , saling percaya ."jelas Angga .
"Sudah lah bapak tidak tau penderitaan saya . Ada apa bapak panggil saya ." ucap Andrean .biarkan saja di bilang tidak sopan Bos nya juga yang bikin masalah untuknya .pikir Andrean dalam hati .
"Ini , istriku memasak lebih , jadi ini aku berbaik hati , aku berikan padamu untuk makan siang ." ucap Angga menyerahkan kotak bekalnya pada Andrean .
Andrean menerima kotak bekal itu dan keluar dari ruangan Angga setelah mengucapkan terima kasih . Ia keluar dan memakan bekal itu untuk makan siang .
Angga telah sampai di rumah tepat hampir jam enam sore , ia turun dari mobilnya sambil menenteng tas kerjanya dan kotak bekalnya .
"kamu sudah pulang ." sapa Nisa menyambut kepulangan Suaminya dengan wajah yang cerah .Nisa mengambil alih tas kerja juga jas suaminya dan ia letak kan di sofa .
"kamu bawa apa ." tanya Nisa saat melihat suaminya bawa bungkusan di plastik Nisa penasaran .jantung Angga mulai berdegup kencang , bersiap siap menerima omelan dari istrinya .
"ini makanan laut , yang aku beli pas mau pulang tadi ." jawab Angga was was .
"Kamu tau aja , kalau malam ini aku tidak masak , yang ." jawab Nisa sambil mengambil tas berisi makanan dari tangan Suaminya dan berjalan menuju ke dapur .
"kok tumben tidak masak ." ucap Angga yang mengikuti istrinya dari belakangnya .
"persedia'an telur kita sudah habis ." jawab Nisa .
__ADS_1
"hoh syukurlah ." gumam Angga sambil mengelus dada nya . Untung Nisa tidak mendengarnya .
"Kamu mau makan dulu atau mandi dulu ." tanya Nisa sambil memindahkan makanan ke dalam piring saji .
"makan dulu saja ,yang , mumpung masih hangat juga tidak perlu kita bolak balik keluar masuk kamar buat hemat tenaga . Setelah ini nanti kita ngurung diri di dalam kamar ." ucap Angga sambil mengerlingkan matanya kepada istrinya .
Itu cuma alasan juga kenyataan , sebenarnya Angga sudah sangat lapar karena belum makan sejak siang tadi . Jadi sekarang Angga lebih membutuhkan makanan dari pada mandi .
Nisa mendengus mendengar ucapan suaminya .
"Mesum ." sungutnya , tapi tak urung wajah nya memerah mendengar ucapan suaminya .
"Tapi kamu suka kan ." goda Angga .dengan malu malu.Nisa hanya melirik suaminya dan mengangguk kan kepalanya .
Setelah mereka selesai makan , Angga berdiri dan mendekati Istrinya .
"Astaga ." ucap Nisa yang terkejut tiba tiba suaminya sudah memeluknya dari belakang .
"Sekarang aku tidak ingin mandi , tapi aku ingin di dalam kamu , yang ." bisik Angga di telinga istrinya dengan suara serak .
Tanpa menunggu persetujuan dari istrinya , Angga segera membopong tubuh istrinya menaiki anak tangga . Angga tidak henti hentinya.mencium bibir istrinya itu .
"Buka pintu nya , yang ." ucap Angga yang bibirnya masih menempel dengan bibir istrinya .Nisa dengan cekatan mengulurkan tangan nya dan membuka handel pintu kamarnya .
pelan pelan Angga membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang . Angga mencium dan ******* bibir istrinya sangat dalam . Dan tangan nya melepaskan bajunya dan baju istrinya .
Sebelum memulai ritualnya , Angga mengecup perut istrinya terlebih dulu .
"Hallo jagoan dady , ijinkan dady menjengukmu malam ini ." Bisik Angga pelan di depan perut istrinya .Nisa tersenyum haru melihat perlakuan suaminya kepada dirinya juga bayi dalam kandungan nya .
Pagi telah tiba .Angga sudah selesai mandi dan memakai bajunya , ia masih melihat istrinya bermalas malasan di ranjang .
"Jadi pagi ini kamu mau pergi ke butik ." tanya Angga sambil mengancingkan kancing kemejanya . Nisa menjawab tapi suaranya tidak jelas membuat Angga mengulangi pertanyaan nya lagi .
__ADS_1
"Jadi , nanyak mulu ." ucap Nisa sambil menghempaskan selimutnya dan beranjak dari tempat tidurnya pergi menuju ke kamar mandi . Angga mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal .bingung di mana salahnya , karena sejak kemarin istrinya itu sangat sensitif . Dia sangat mudah marah bahkan hanya karena hal sepele .
Seperti kemarin di ruang belakang di taman gara gara menginjak seekor semut tiba tiba dia juga menangis .