
Sekali lagi Angel menarik nafas dengan berat . Ia kembali menoleh pada Arga . Ia sudah tidak tahan menahan rasa penasaran nya lagi . Angel melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya . Jarum jam baru menunjuk kan pukul sepuluh WIB . Angel benar benar bimbang sekarang . Haruskah ia memberanikan diri bertanya lagi kepada Arga . Konsekuensinya telah terpampang di depan mata . Mungkin arga akan marah besar padanya karena membicarakan masalah pribadi di ruang kerja . Tapi dengan suasana begini Juga membuat Angel tidak bisa konsentrasi , dalam mengerjakan pekerjaan .
Angel menggeleng keras bukan untuk menghentikan ke inginannya untuk bertanya langsung kepada Arga . Tapi ia mencoba menghentikan keraguan nya . Angel sudah tidak bisa menunggu terlalu lama . Baginya masalah kalau di biarkan akan berlarut larut .
Angel mengangguk dan bertekad kalau memang Arga akan marah biarkanlah dia marah . Dengan berbekal berkas yang telah Arga tugaskan ia melangkah menghampiri Arga .
"Pak berkas yang anda berikan sudah saya cek dan semua baik tidak ada yang salah ." ucap Angel .sambil meletak kan berkas itu tepat di depan meja Arga .
Arga yang sejak tadi menunduk kan kepalanya pun mendongak menatap Angel dan berkasnya bergantian .
"Iya ." jawab Arga begitu singkat .membuat Angel menarik nafas .
"Apa dia begitu membenci aku ." gumam Angel yang melihat dari sorot matanya , seakan tidak mengharap kehadiran nya .angel semakin binggung dengan apa yang terjadi sebenarnya terjadi .
"Pak ." sapa Angel .
Arga mengeryitkan dahinya mendengar Angel memanggilnya dengan nada sedikit tinggi . Ia yang telah kembali dengan aktivitasnya kembali menatap Angel .
"Ada yang kurang ." tanya Arga dingin .
Angel menggeleng sambel meremas kedua tangan nya untuk menambah kekuatan .
"Sebenarnya apa yang terjadi malam kemarin ." tanya Angel Akhirnya , ia merasa sedikit lega , walau ia tau konsekuensinya , Arga pasti akan semakin marah . Lihat saja sekarang lelaki itu menatapnya dengan tajam .
"Maaf pak saya lupa dengan apa yang terjadi kemarin malam , tapi melihat bapak seperti ini pasti telah terjadi sesuatu hal yang besar ." buru buru Angel menambahkan penjelasan . Ia benar benar menyesal karena tidak ingat satu hal pun .
__ADS_1
Arga sempat terkejut mendengar pengakuan Angel yang sebenarnya .meski bukan kejadian di pesta itu yang membuat ia marah . Tetapi pengakuan Angel cukup membuatnya terkejut , karena Angel melupakan kejadian itu . Tapi di sisi lain Arga merasa lega karena ia mengira kejadian itu hanya dirinya saja yang tau .
"Hem ." hanya itu yang Arga suarakan demi atas pengakuan dan permintaan maaf Angel . Mendengar gumaman Arga Angel tidak terima ia kembali bertanya .
" Apa bapak sudah memaafkan ? Saya benar benar ...
Angel terkejut tiba tiba saja Arga berdiri dari duduknya , Angel belum sempat menyelesaikan kata katanya . Kini Angel merasa terkejut bukan karena Arga yang berdiri tiba tiba . Tapi sekarang Rahang Arga Arga mengeras dalam beberapa detik , memperlihatkan kalau dia sedang menahan sebuah kemarahan .
Sementara Arga yang sedang bertahan untuk tidak melampiaskan kekesalan nya karena sekarang masih jam kerja . Namun Angel telah memancingnya .
Arga memutari meja kerjanya hingga berdiri beberapa langkah di depan Angel . Tiba tiba jari jemari Arga mencengkeram dagu dan leher Angel . Membuat Angel terkejut , begitu juga dengan Anis yang memperhatikan mereka berdua sejak tadi dari meja kerjanyanyapun ikut terkejut . Ia terkejut melihat perlakuan Atasan nya pada sahabatnya .
Dapat Anis lihat tatapan Arga kepada Angel , membuat Anis merasa ketakutan . Sayang nya ia tidak bisa mendengarkan percakapan mereka berdua di dalam sana . Yang bisa anis rasakan hanya rasa khawatir .
"ya Alloh begitu berat kah cobaan mereka berdua . Mereka adalah sepasang ya Alloh , tolonglah hamba , sadar kan Arga , Anggel adalah tunangan nya , yang ia minta sejak masih dalam kandungan ibunya ." doa Anis dalam hati .
"Kamu .." ujar Arga dengan tatapan tajam .
"Berani berani nya kamu menipuku , Angelia Andriana ."tambah Arga .
Angel terkesiap ia berpikir kembali apa yang telah ia lakukan di malam pesta kemarin hingga Arga benar benar marah seperti ini . Seumur umur baru kali ini Arga merasa terganggu dengan kehadiran nya .
"Ma....maksud bapak ." ucap Angel terbata bata karena cengkeraman tangan Arga di lehernya membuat Angel sedikit kesulitan untuk bicara .bukan angel pura pura ia benar benar tidak tau apa yang di maksud Arga sekarang .
" masih berani mengelak ." bentak Arga yang merasa Angel semakin berani menipu nya . Angel menggelengkan kepalanya .
__ADS_1
"Bu ....bukan begitu pak ., sungguh saya tidak mengerti dengan apa yang bapak bicarakan . Saya benar benar lupa dengan kejadian malam itu ."ucap Angel .
Arga berdecih sebal ia mengencangkan cengkraman nya .
"kamu lupa apa yang saya minta hari itu . Saya ingin kamu menjelaskan hubungan kita yang sebenarnya pada putriku . bukan untuk memanipulasi hubungan kita , seakan kamu benar benar calon ibunya " teriak Arga di depan wajah Angel .
Keterkejutan terpampang jelas di wajah Angel . Mulutnya terbuka dengan tidak sadar karena mendengar ucapan Arga .
"A...apa ? ." tanyanya terbata , rasa tidak percaya memenuhi benak Angel . Kini yang ada dalam pikiran nya hanya satu , kenapa di malam pesta itu ia bisa membongkar rahasia ini di depan Arga ," Astaga ini namanya aku mengali kubur ku sendiri ." gumam Angel dalam hati .
Padahal bukan begitu , Arga tau semuanya dari bibi nina . Yang tanpa sepengetahuan Angel mengetahui rahasianya bersama Indirandan suster monica .
"Pak , anda salah paham ..
"Diam ." bentak Arga memotong ucapan Angel .
"kamu jangan banyak Alasan Angelia . Dengarkan baik baik mulai besok kamu tidak usah datang kerja lagi . Kamu saya pecat .
Angel terkejut mendengar ucapan Arga . Ia menggelengkan kepalanya seperti biasa ia menolak pemecatan itu . Namun keputusan Arga sudah bulat . Berada di dekat Angel benar benar bukan hal yang baik untuknya dan Indira . Arga menganggap Angel sebuah racun yang harus di hindari kalau tidak ingin terbunuh .
Cukup sudah Arga memiliki rasa bersalah pada Almarhumah istrinya dengan kehadiran Angel .sikap Angel yang berhasil mempengaruhi Indira , ia merasa gagal menjaga amanah istri tercintanya .
"Saya minta maaf pak , saya bisa jelaskan semua nya ...saya
"Saya bilang diam ." bentak Arga kembali .
__ADS_1
Angel telah berkaca kaca ia tidak ingin di pecat , ia masih ingin bersama Arga . Entah itu sebagai sekretaris atau sebagai orang spesial untuk Laki laki itu .
Namun perkataan Arga tampak tegas , laki laki itu nampak tidak ingin menarik ucapan nya lagi . Kali Ini Angel harus benar benar angkat kaki dari perusahaan itu . Arga tidak perduli bahwa pemecatan ini tidak konsisten , karena di dasari oleh masalah pribadi . Yang ada dalam pikiran Arga hanya Angel pergi jauh jauh dari kehidupan nya .