
"Aku datang sendirian tiada teman untuk makan . Bolehkah aku bergabung makan dengan kalian ." ucap Devina dengan merangkul lengan Nisa seakan mereka teman baik .
"Tidak ..
"Boleh , kamu boleh makan dengan kami ." Jawab Nisa memotong jawaban Angga . Sambil tersenyum , senyum palsu untuk Devina .
"Sayangggg ." panggil Angga dengan tatapan mata tidak setuju kepada istrinya . Tapi Nisa tetap pada pendirian nya . Ia mengangguk menyakin suaminya itu .
Devina mengerutkan keningnya saat mereka melangkah ke area dapur restoran . Meski penasaran , Devina tetap diam . Mungkin Angga hanya ingin melihat keadaan dapur saja , pikir devina .
"Nah kita sudah sampai , ini untuk kamu ." Nisa memberikan satu celemek pada Devina . Devina menerima nya dengan perasaan bingung .
"Ini untuk apa ." tanya Devina .Angga hanya diam melihat apa yang akan di lakukan oleh istrinya , rencana apa yang akan di lakukan istrinya terhadap wanita penganggu itu .
"Kamu ingin makan bersama kami kan ." tanya Nisa , Devina mengangguk masih dalam keadaan bingung , masih tidak paham dengan keberadaan mereka di dapur dengan celemek terpasang badan nya .
"Karena sebelum makan kita harus memasak makanan kita masing masing . Aku sudah berbaik hati lo sama kamu , mau kasih kamu celemek , takut baju mahalmu kotor kena minyak ." ucap Nisa yang masih berdiri di samping Angga .
Nisa meraih tangan suaminya dan ia taruh di perutnya untuk mengelus perutnya , dalam hati Nisa berucap amit amit jabang bayi .
"Masak yang enak ya Dady , anak mu menunggunya ." ucap Nisa penuh dengan manja , Angga menggerakan tangan nya di perut istrinya dan mengelus dengan lembut . Kemudian ia menunduk dan mencium perut istrinya .
" Sabar ya jagoan Dady ." ucap angga dengan lembut . Ia tidak perduli dengan para karyawan dapur yang melihat kelakuan nya . Devina mendesis pelan melihat kemesraan kedua orang itu . Wajahnya memerah menahan amarah yang ingin meledak . Kalau dia tau jika hanya ingin di jadikan penonton kemesraan mereka , dia pasti memilih untuk pulang dan menyusun rencana yang lain , untuk mendapatkan Angga kembali ke dalam pelukan nya .
"Kamu mau masak apa , kenapa kamu belum ambil bahan yang akan kamu masak ." tanya Nisa sama devina dengan sopan .
"Hemm , Aku tidak bisa masak .." jawab Devina ia merasa benar benar di permalukan di depan para karyawan Angga .
" Oh bilang dong dari tadi kalau tidak bisa masak . Tau gitu kami tidak akan ajak kamu masuk ke dapur ." ucap Nisa dengan nada tidak enak hati . Hal itu membuat Devina tidak bisa membalas perkataan Nisa . Apa lagi dengan tatapan para karyawan Angga . Devina berbalik badan dan pergi meninggalkan dapur tanpa sepatah katapun .
__ADS_1
Nisa melihat kepergian Devina tersenyum penuh kemenangan .
"kamu sudah puas mengerjainya ." tanya Angga sambil tangan nya bergerak dengan luwes mengolah daging yang akan di masak .
"sebenarnya belum sih , tapi dia dah keburu pergi sendiri .....ngomong ngomong , apa kamu tidak marah ."Nisa duduk sambil menopang dagunya dan memperhatikan suaminya .
"kenapa aku harus marah ." Angga tanya balik .
"Dia kan mantan kamu . Orang yang pernah kamu cintai ." Nisa menunggu jawaban dari suaminya . Tapi sampai selesai masak suaminya tidak pernah menjawabnya . Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut suaminya selain menyuruhnya makan .
...****************...
Nisa baru saja pulang dari butik , hari ini ia tidak bersama Angga , karena Angga seharian ini sibuk di kantor dan hanya mengirim pesan satu kali saja .menanyakan istrinya sudah makan apa belum , setelah mendapat jawaban dari Nisa tak ada lagi balasan hingga Nisa pulang ke rumah .
Sampai di kamar nya Nisa membanting tasnya mahalnya ke atas tempat tidur . Nisa pergi menuju ke lemari dan mengambil baju ganti , ia taruh di dekat tasnya dan masuk ke kamara mandi . Ia merasa sangat lelah ia ingin berendam untuk merenggangkan otot otot badan nya yang terasa kaku .
"kemana baju ku tadi kan ngak mungkin bi sarijem ambil dan mengira baju kotor ." Nisa berpikir bi sarijem mengambil baju kotor pagi hari dan ranjang baju kotor ada di dalam kamar mandi . Tanpa sengaja Nisa melihat tas kerja suaminya . Nisa kemudian berteriak memanggil suaminya .
"Gaa ." panggil Nisa tapi tidak ada jawaban .
"Anggaaaa ." teriak Nisa dari ujung tangga paling atas ia melihat suaminya sedang duduk di ruang tamu .
"Ga ." teriaknya lagi ..
"Woy...
"Iya ." sahut Angga mendongak menatap istrinya yang berkacak pinggang di sana .
"Kok baju yang dah aku siapkan kamu pakai ." ucap Nisa sewot . Angga berdiri dan naiki tangga menghampiri istrinya .
__ADS_1
"Aku pikir kamu nyiapin baju untuk aku , lagian inikan baju aku , yang ." ucap Angga santai .
"Jadi aku ngak boleh pakai baju kamu ." ucap Nisa nyolot .
"I ya boleh ."
"Ya udah lepas sekarang aku mau pakai ." pinta Nisa .lalu mendorong suaminya masuk ke dalam kamar mereka .
"kamu ambil yang lain aja dech , yang . Aku malas ganti lagi , atau aku bantu ambilkan ." ucap Angga
"Aku mau nya itu, Ga . Suruh siapa mau pakai ngak tanya tanya dulu ." ucap Nisa membuat Angga garuk kepala , jadi mau pakai baju sendiri harus tanya dulu . Batin Angga . Akhirnya Angga terpaksa pergi ambil baju baru sendiri ke almari dan menggantinya dengan baju yang ada di badan nya sekarang .
"ini sudah aku ganti ." ucap Angga sambil memberikan baju yang mau di pakai oleh Nisa . Nisa menerima baju dari tangan suaminya .
"Tunggu dulu deh ." ucap Nisa saat Angga akan pergi ke luar dari kamar .
"aku ngak jadi pakai yang ini , aku mau pakai yang sekarang kamu pakai ." ucap Nisa Angga mengelus dadanya , berbisik dalam hati "SABAR " .Angga lalu melepas bajunya lagi tepat di depan istrinya langsung .
Nisa menerimanya dengan senyum cerah .lalu dengan santainya Nisa meloloskan handuknya di depan suaminya ,bukan bermaksud menggoda ia hanya ingin balas perlakuan suaminya tadi .
Perlakuan Nisa semakin hari semakin aneh Angga rasa . Hari ini Angga baru pulang dari kerja dia langsung pergi mandi , setelah selesai mandi Angga membuka lemari bajunya .di sana ia tidak mendapatkan baju bajunya . Hanya ada sebuah piyama di sana .
"Arfira Khoirun Nisa .' teriak Angga tapi tak ada jawaban dari istrinya .
"Sayang ." panggil Angga kembali .
"Ada apa sih udah teriak teriak kayak di hutan saja ." sahut Nisa yang datang membawa buah buahan dan susu di tangan nya .
"Yang kamu liat , baju dan kaos di almari aku kok semua ngak ada ." ucap Angga sambil menunjuk almari tempat nya menyimpan baju .
__ADS_1