
Angel meraba wajahnya , sambil tersenyum ia menggelengkan kepalanya ."Tidak ada apa apa , Pak ." jawab angel .
Arga mengangguk pelan , tampak masih ada yang mencurigakan di mata Angel ." Ada yang masih ingin kamu bicarakan ." tanya nya lagi .
Pupil mata Angel membesar ." kenapa Arga tiba tiba bertanya seperti itu ? ." ucap Angel dalam hati .
"Angelia ." Arga memanggilnya kembali karena melihat perempuan itu hanya diam membisu . Tampak termagu dengan mata terus menatapnya .
"Enggak , ngak apa Pak ." ucap Angel sambel terkekeh karena salah tingkah .
Alis Arga terangkat satu , sebenarnya ia masih menunggu Angel untuk bicara dengan jujur . Tapi sampai detik ini Angel tidak mengatakan apa apa . Maka Arga telah membulatkan tekatnya . Ia akan memanfaatkan perasaan Angel , untuk mendekati George dan mendapatkan dukungan nya .
Arga yakin bila ia memiliki hubungan dengan Angelia anaknya , ia percaya George pasti akan mempertimbangkan semuanya .
"Kamu sudah makan siang ." Arga mengalihkan pembicaraan perlahan tapi pasti Arga mulai mendekati Angel .tak lagi berkata ketus dan mengabaikan keberadaan nya . Arga mulai memberi Angel perhatian , ia berhati hati biar tidak ketahuan . Pelan pelan Arga berubah sikap . Ia akan membuat Angel seolah di cintai olehnya .
"Be....belum Pak ." ucap Angel terbata . Sesungguhnya angel menyadari perubahan Arga . Bosnya yang galak tiba tiba berubah bicara lembut padanya . Sikap dingin dan nada sinis kala berbagi kata dengan nya entah hilang kemana . Angel mengira Arga terlalu banyak pikiran akhir akhir ini hingga lupa cara bicara padanya . Arga memperlakukan nya dengan cara yang jauh lebih baik dari yang biasa laki laki itu lakukan .
Namun sekali lagi Angel tak mau banyak bicara , ia menikmati setiap perhatian kecil yang Arga coba berikan untuknya itu . Karena Angel takut akan kehilangan Arga kembali . Kalau terlalu banyak menaruh curiga .
"Ayo makan siang bersama ." Ajak Arga tiba tiba .
"Tapi pekerjaan saya masih banyak belum selesai , pak ." ucap Angel . Ia ingin dengar tanggapan Arga .
__ADS_1
Arga melirik beberapa berkas berserakan di atas meja Angel , akhir akhir ini memang mereka sangat sibuk . Beberapa proyek besar kerja sama dengan perusahaan lain hampir terselesaikan . Sedangkan proyek proyek yang baru sudah meminta perhatian mereka .karena itulah meja Arga dan Angel tidak pernah sepi oleh berkas berkas .
"Kamu Bereskan dulu ,nanti.Aku bantu ." ucap Arga .
biasanya Arga tidak mentoleransi soal.pekerjaan .Bila memang harus di selesaikan dengan cepat , maka ia tidak akan menunda . Tapi masih ada yang membuat Angel tidak percaya akan jawabannya , Arga akan membantunya menyelesaikan berkas berkas tersebut .
Seumur umur bekerja sama dengan Arga belum pernah Angel mendengar Arga akan membantunya menyelesaikan pekerjaan nya yang memang di peruntukan untuknya tersebut. Tidak mau banyak bertanya lagi , Angel hanya menyungingkan senyumnya , merasa girang akan perubahan sikap Arga .
Astaga , cinta memang buta . Bahkan kejanggalan sebesar itu pun Angel abaikan. Padahal sikap Arga terang terangan ingin mendekatinya .memang semua akan terlihat normal , bila tidak ada insiden Johan ingin merebut posisi Arga . Sedangkan yang akan menentukan semua itu adalah Ayahnya .
Mungkin orang lain akan segera sadar apa tujuan Arga .tapi Angel tidak merasakan kecurigaan apapunterhadap Arga .
Pasti , Angel akan terluka suatu saat nanti ,bila tau tujuan Arga yang sesungguhnya .
"Tinggal sedikit sih pak ,bapak tunggu aja sebentar ." ucap Angel begitu melihat Arga berjalan menuju ke meja kerjanya .Arga segera menoleh , sesuatu yang tak pernah Angel bayangkan pun terjadi . Bos galak nya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala , Angel benar benar terpesona .
Saliva Angel terasa susah untuk di telan .Demi Alloh Arga benar benar perhatian terhadapnya , membuat Angel semakin jatuh cinta saja .Dan Arga menyadari itu , ia merasa telah berhasil membuat Angel menjatuhkan hatinya sejatuh jatuhnya , padanya .
Yah memang itu tujuan Arga mendekati Angel. Ia ingin membuat Angel mencintainya lebih dari apapun , Agar kelak hati Angel itu akan terluka ketika tau maksud dan tujuan nya .
Kejam sekali niat Arga selain ingin memanfaatkan perasaan Angel . Bukan hanya untuk mendapatkan dukungan dari George , tapi juga ingin menghancurkan mental Angel sehancur hancurnya . Tidak tau salah siapa , tapi Arga merasa di permainkan sehingga ia ingin balas dendam .
Walau niat Angel bukan untuk mempermainkan Arga . Ia tulus mencintai Arga bukan dari harkat dan martabat serta kedudukan . Arga sebenarnya hanya salah paham .
__ADS_1
Mengabaikan tatapan mata Angel yang terpesona padanya ,Arga pun melangkah melanjutkan tujuan nya untuk membantu Angel mengerjakan berkas berkas nya . Angelpun ikut bergerak , Benar , lebih cepat di kerjakan , maka lebih ce0at terselesaikan .
Bermenit menit telah berlalu , Arga tak ingin menyia nyiakan kesempatan sedikitpun jika itu berhubungan dengan Angel . Ia akan menciptakan kesan yang sulit di lupakan oleh Angel sekarang juga .
Pekerjaan Angel sudah terselesaikan karena di kerjakan berdua sama Arga .Arga memperhatikan gerak gerik Angel yang sedang menyusun lembaran lembaran kertas berkas di atas meja .
Layak seorang predaktor yang memperhatikan mangsanya .sekalipun Arga tidak mengedipkan menatapnya , Dan , ketika tiba waktunya , Argapun segera ikut mengambil selembar kertas yang akan di ambil oleh Angel .
Seperti apa yang Arga bayangkan .telapak tangan Arga jatuh melingkupi punggung tangan Angel sepenuhnya , tentu saja membuat Angel terkejut , dan spontan ia menoleh pada Arga , namun langkahnya tidak tepat karena apa yang ia lakukan malah membuatnya semakin terkejut lagi . Karena saat ini wajah nya dan wajah Arga hanya berjarak sejengkal saja .
"Arga ?." Angel memangil Arga dengan termagu menatap wajah Arga .
Arga mengunakan kesempatan ini untuk mengunci tatapan mata Angel . Agar Angel tidak akan sanggup melupakan kejadian ini . Di mata Angel seperti banyak di penuhi oleh kunang kunang , bukan karena ingin pingsan tapi karena terpesona .
"Ahh , maaf aku tadi hanya ingin membantu ." ucap Arga dan segera menarik tangan nya dari atas punggung tangan Angel .
Dengan dalih ingin membantu , tapi Arga telah berhasil membuat detak jantung Angel berdetak kencang tidak karuan .
"Kesan yang mendalam ." bisik Arga dalam hatinya sendiri . Senyumpun tak lepas dari sudut bibir Arga , biar Angel tidak bisa berhenti memikirkan nya .
Memang benar akan seperti itu .sekarang saja Angel hanya terdiam membisu . Masih tidak percaya tangan nya baru saja di genggam oleh Arga . Astaga ,demi Alloh Angel benar benar berlebihan . Arga tidak mengenggam tangan nya , hanya saja tanpa sengaja menyentuh tangan nya .
"ehemm , pekerjaan ku sudah selesai ." ucap Angel sambil berdehem agar tenggorokan nya yang kering akibat terlalu lama termagu menjadi sedikit basah .
__ADS_1
"Kita bisa makan siang sekarang , Pak ." lanjutnya .
"ok ." jawab Arga , rasanya sudah cukup ia tak mau memperpanjang dramanya lagi . Akan berbahaya bagi kesehatan jantung Angel , bila ia menyerangnya secara bersamaan .