Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )

Benang Merah (Cinta Tiada Tara 2 )
127


__ADS_3

Angel merasa dirinya bisa pulang dan menghabiskan sisa harinya dengan bermalas malas , baru saja Driver akan menuju alamat yang di berikan tadi , ada pesan yang masuk dari sahabatnya .sahabat karibnya di perusahaan GM Group . Yang bekerja sebagai resepsionis .


"What.? Pekik Angel . Yang tersentak dengan isi pesan teman nya .


"Pak , maaf ngak jadi ke alamat baru , kita ke alamat awal yang tertera di aplikasi tadi , alamat kantor saya ." ucap Angel dengan dongkol pada Arga sang Bos super dingin . Anisa baru saja mengirimkan sebuah pesan .


"Aan kamu di mana kenapa tidak balik ke kantor bersama pak bos . Pak Bos udah sampai ."itu pesan dari Anisa .yang membuat Angela panik , ia telah melakukan kesalahan hari ini ,ia juga tidak mau masuk jebak kan 'Bosnya yang ingin berusaha menendangnya dari pekerjaan nya .


"Arga kamu jahat sekali manusia es sejagat raya . Apa kamu tidak kasihan padaku , aku tidak enak badan masih aku bela belain menemanimu meeting ke luar kota , apa benar kamu tidak sayang padaku . Aku sumpahin kamu bertekuk lutut padaku ya . Oh iya kamu pasti mau buat jebak kan untuk ku , agar kamu bisa mendepak aku karena tidak kembali ke kantor lagi kan . Apa kamu begitu tidak menyukai ku ." Angela berdecak kesal . Ia geleng kepala , ia tau jawaban dari pertanyaan nya sendiri , ya Arga tidak mencintai dirinya .


"Pak tolong ngebut dikit ya ." ucap Angel . Angel telah mengetahui rencana Arga .


"sial , dia telah merencanakan pemecatan untuk ku dan mengunakan cara ini agar aku hengkang dari kantornya . Jahat sekali kamu Arga ." umpat Angel dalam hati .


"Baik mbak saya carikan jalan yang kebih dekat menuju ke kantor mbak ." ucap Driver . Ia tau apa yang sedang di alami oleh Angel jadi ia tidak marah pada Angel yang plin plan .


"Loh pak kenapa kita putar balik ." tanya Angel yang tiba tiba taxsi nya memutar balik .


"Tenang mbak , tadi saya dah bilang saya akan cari jalan ceoat menuju kantor mbak . Dan jalan ini lah yang cepat bebas mancet mbak ." jawab Driver .membuat angel bisa bernafas lega .

__ADS_1


***


Angel benar benar menarik nafas lega setelah turun dari taxsi onlin nya . Dalam hati Angel berkata ." tenang Bos Arga tidak bisa di lawan dengan kemarahan , dia harus di hadapai dengan senyuman dan kelembutan . Agar dia merasakan kekecewaan atas kegagalan nya , yang ingin menjebak dirinya agar hengkang dari perusahaan nya ."


"Anisa , Terimakasih ." ucap Angel kepada Anisa gadis yang selalu berpenampilan rapi dan berdiri di meja resepsionis , Angel memberikan senyum pada Anisa yang juga mengangguk kan kepalanya .


Anisa sebenarnya juga tidak tau ucapan terimakasih yang di ucapkan oleh Angel . karena Anisa mengirim kan pesan pada Angel sebenarnya hanya ingin tanya keberadaan Agel . karena tidak pulang sama sama Bosnya .masak pergi sama sama pulang tidak sama sama , padahal tujuan nya sama sama pulang ke kantor .


" Selamat siang , Maaf pak arga , saya sedikit terlambat sampai di kantir . Karena lama menunggu driver online ." ucap Angel sambil tersenyum dan membungkik hormat pada Arga .


Arga di buat Angel terkejut dengan kemunculan batang hidungnya sekretaris yang telah ia suruh pulang tadi . Karena arga masih kesal dengan kesalahan yang telah Angel perbuat , ia kira ia sudah tidak bisa kerja sama lagi dengan angel . Namun kedatangan Angel kembali yang telah ia usir terpaksa ia harus menunda pemecatan nya .


Sementara Angel diam diam menikmati kemenangan nya , Arga pikir mudah baginya untuk mengusir seorang Angel dari perusahaan itu . Arga tidak tau siapa Angelia andriana yang sesungguhnya . Yang Arga tau dia gadis sableng yang nerima saja saat Arga marah marah . Angelia punya sebuah rahasia yang mungkin akan di sesali oleh Arga kelak bila melakukan kesalahan .


Angel kembali ke meja kerjanya . Apa yang terjadi hari ini ia anggap tidak pantas ia pikirkan . Padahal di mata Arga ia telah melakukan kesalahan yang fatal hingga Arga berpikir akan memecatnya . Karena menunggu Angel untuk mengundurkan diri sendiri tidak mungkin terjadi .mengingat sekretaris nya telah bertahan dari dari sikapnya selam ini .


Dengan keberadaan Angel di sampingnya sangat menganggu diri Arga . Angel tidak segan segan menunjuk kan sikap ketertarikan nya pada Arga biarpun Arga membentak nya atau memarahinya , dan bersikap kasar dan enggan untuk di dekati . Arga sangat terganggu dengan itu , di tambah wajah polos Angel yang sangat membahayakan , Arga tidak suka itu . Arga menggeleng kesal .


"Ada apa pak Arga ? Ada yang bisa saya bantu ." ucap Angel yang melihat Arga terus geleng geleng kepala . Sementara mata tetap fokus pada berkas di tangan nya .

__ADS_1


Sekali lagi Arga di buat terkejut , karena tiba tiba Angel telah berada tepat di depan wajahnya . Entah sejak kapan sekretarisnya itu berada di depan nya .


"Tidak ada , kamu kembali saja ke mejamu ." perintah arga dengan suara dingin tapi semakin membuat jantung Angel bergetar .


"Bapak yakin ." tanya Angel karena tidak tega melihat raut wajah Arga yang sedang berpikir berat , Arga berdecak kesal .


"Pergiii ! ,"oerintah arga sambil menatap Angel tajam .


Angel menelan ludahnya , kemudian mengangguk pelan .


"Baik pak ." ucap angel sambil melangkah pergi . Angel tidak habis pikir kenapa Bos nya begitu dingin dan tidak berperasaan . Namun angel tidak bisa mencegah perasaan nya untuk tidak menyukai CEO tampannya itu . Karena ia semakin hari semakin jatuh cinta , pada Arga dan semoga saja Arga cepat membalas perasaan nya .


Lain dengan apa yang di harapkan Angel , lain pula dengan apa yang di pikirkan oleh Arga . Pria itu sedang memikirkan bagaimana caranya wanita yang bernama Angel seperti nama almarhum istrinya itu bisa secepatnya meninggalkan perusahaan itu . Bukan hanya karena kesalahan yang di buat Angel , tetapi Arga juga mulai merasa tidak nyaman berada satu ruangan dengan nya .


***


Malam itu Arga terpaksa lembur karena banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan .dalam setahun penuh Arga bekerja keras untuk memulihkan kenaikan profit perusahaan . Semwnjak masuk kerja kebersamaan nya dengan putrinya juga semakin tersita .


Angel selalu bekerja dengan rajin bila Arga lembur maka ia juga akan menemani Arga lembur , tidak perduli Arga mau atau tidak ia temani . Angel tetap menunggunya .

__ADS_1


Jam di dinding telah menunjuk kan pukul delapan malam . Araga segera membereskan semua berkas berjas nya siap siap untuk segera pulang ke rumah .


__ADS_2