
Tapi Alasan kesalahan Angga yang ke tiga hanya bisa Nisa ucapkan dalam hati . Karena itu akan sangat memalukan kalau sampai Angga tau , kalau dirinya telah mulai mempunyai rasa pada pria itu.
"Kalian sedang ngobrol apa ." tanya putri yang telah kembali dari Toilet .
"Bukan apa apa mam ," jawab Angga ketika melihat Nisa memilih diam .
"O iya nama mu tadi siapa ." tanya Putri meski.dengan kata kata lembut penuh ke ibuan .namun hal itu tidak menyurutkan kecanggungan yang Nisa alami .
"Ni...Nisa tante ." jawab Nisa gugup .
"Nisa saja , ngak ada nama panjang atau nama belakang gitu ." ucap putri .
"Ngak sekalian nama panggung mam ." jawab Angga yang dapat lirikan dari putri dan Nisa . Membuat Angga langsung tutup mulut .
"Arfira khoirun nisa ." jawab Nisa gugup . Angga juga terpesona dengan nama Nisa yang lengkap .
"Arfira khoirun nisa , sebentar aku seoertinya pernah dengar nama itu . Ar .... Apa bundamu bernama mutiara senja . " Nisa tersentak menatap putri .yang mengenal bundanya . Dan akhirnya Nisa mengangguk . Putri bertepuk tangan bahagia .
"hah akhirnya aku bisa besanan dengan dia . Bundamu adalah sahabat tante juga kakak tante ." ucap putri .
"Walau kita bertemu dalam suasana yang serba canggung , dia sangat baik pada tante , selalu membujuk dan menguatkan tante .iya ampun ngak nyangka banget kalian akan bertemu kembali ."ucap putri bahagia sambil mempertemukan tangan kiri Angga dengan tangan kanan Nisa .
Angga dan Nisa saling tatap , ada rasa hangat yang menjalar di tangan mereka seperti sebuah lingkaran energi yang menenangkan jiwa .
Kesempatan Nisa semakin hilang untuk menolak pernikahan ini . Jujur saja walaupun dirinya mulai sayang pada sama Angga , tapi ia belum siap menikah dengan pria itu . Ia masih ingin menikmati masa lajang nya .
"jadi kapan kami bisa datang kerumah kamu ." tanya putri semakin antusias .
"Ayah dan bunda masih ada di jerman tante , mungkin satu minggu lagi baru pulang ." ucap Nisa .
"Sayang , sejak kapan kamu kembali ke tanah air bukan nya kalian pindah singapura 24 tahun yang lalu ." tanya putri yang membuat mata Nisa berkaca kaca .
"Sayang ," Angga ikut menatap Nisa . Putri mendekap bahu Nisa .
__ADS_1
"Ada apa , apa yang telah terjadi bagaimana kabar eyang dan adikmu , laki laki apa perempuan ." tanya putri .
"ma ." Angga memanggil mamanya saat ia melihat air mata Nisa bercucuran tanpa suara .ada luka yang sangat dalam di hati wanita yang ia kagumi .
"adik Nisa laki laki tante ." ucap Nisa .
"Alkhamdulillah benarkan apa yang ku bilang pasti adik kamu laki laki .terus sekarang dia di mana apa ikut orang tuamu ke jerman atau masih di singapura bersama eyangmu dan oma mu ." tanya putri lagi membuat Angga geleng kepala melihat antusias mamanya .
"Mereka sudah tidak ada tan ." ucap Nisa .
"ma maksudmu ." tanya putri .
"di umur dia 10 tahun , adik saya pergi sama teman nya tanpa pamit . pergi untuk mancing , mereka tidak menyadari kalau air sedang meluap . Mendengar kabar ini eyang kambuh jantungnya dan tidak tertolong . Bunda sangat depresi menerima kenyataan ini , kepergian adik dan eyang dalam waktu yang bersamaan . Nisa salut dengan Ayah yang mampu menjadi Ayah maupun suami untuk bunda . " ucap Nisa .
"Ya Alloh jadi mimpi itu nyata . Dalam mimpi tante melihat bundamu menangis dengan mengendong bayi . Tante kira itu dirimu , ya sudah jangan bersedih yang sabar ya . Kalau begitu minggu depan kami akan datang melamar kamu , tapi .."putri memandang curiga kepada Nisa
"Tapi apa Tante ."tanya Nisa penasaran , juga Angga yang juga ikut was was terhadap Mamanya .
"Ngak lah tante ." sangkal Nisa .
"Belum ma ." jawab Angga yang hampir bersamaan dengan jawaban Nisa .
"Boro boro mau hamil , di jebol aja belum ." gumam Angga pelan , sangat pelan sehingga hanya dapat ia dengar sendiri . Putri mengelus dada lega .
"syukurlah kalau begitu ,jadi mama tidak akan dengar omongan omongan teman arisan mama yang super julid julid itu ." ucap Putri .
"Tapi setelah menikah cepat hamil ya , mama sudah tidak sabar ingin menggendong cucu ,"ucap putri lagi . Dan lagi lagi membuat Angga dan Nisa tersedak bersamaan .putri hanya melihat mereka berdua dengan alis bertaut . Ia merasa ada yang janggal di antara mereka berdua . Tapi dengan cepat Putri mengabaikan itu semua .
" Jadi , sudah berapa lama kalian saling mengenal ." tanya Putri .
"Mama , mama sekarang beralih profesi ya , jadi seorang wartawan ." ucap Angga . Bukan nya menjawab Angga mengalihkan pembicaraan , Angga kira semua sudah cukup , karena Angga melihat wajah Nisa yang kelihatan sangat tertekan .
"mama kan hanya ingin tau ." ucap Putri .
__ADS_1
"Masih banyak waktu ma , untuk bertanya . Mama lupa apa tujuan mama tadi ke mall mau apa ." ucap Angga , Angga ingat kalau mamanya mengajaknya ke mall untuk mencari kado buat papanya .
"Kamu tidak sibuk kan sayang ." tanya putri kepada Nisa . Nisa mengeleng pelan .
"Kalau begitu , mau kan temani tante belanja ." tanya Putri dengan lembut . Mau tidak mau Nisa menemani putri pergi belanja . Dua jam lamanya Nisa menemani putri berkeliling mall .
"Makasih ya sayang sudah temani tante belanja . O iya boleh tante minta nomer telepon bundamu ." ucap Putri .
"Iya tante boleh ." Nisa mengetik nomer tiara di ponsel putri .
"Angga jaga Nisa baik baik , dialah bayi yang selama ini kamu cari . Dia pergi meninggalkan mu di.saat kamu masih berumur 7 hari ." ucap putri .Angga hanya mengangguk kan kepala sambil menatap Nisa yang hanya menunduk kan wajahnya
"saya pamit dulu tante ." ucap Nisa .
"Iya sayang , hati hati di jalan ya . Angga antar Nisa pulang selamat sampai rumah ." pesan putri .
Sampai di rumah Nisa melemparkan tubuhnya di atas kasur .ia menatap lurus ke langit langit kamarnya .ingatan nya kembali ke kejadian di mall tadi siang .
"Bodoh ....Bodoh .." ucap Nisa sambil mengetuk ngetuk pelan kepalanya .
"Aisshh ." Nisa membalik kan badan nya dan membenamkan wajahnya ke bawah bantalnya .
"seandainya waktu bisa di putar . Aku tidak akan melakukan hal senekad ini ." gumam Nisa . Nisa kembali menyesali perbuatan nya sendiri .
Nisa kembali meraih ponselnya , ia ingin menelpon orang tuanya , agar bisa memperpanjang urusan nya di jerman . Agar tidak cepat kembali ke tanah air . Sehingga ia bisa mengulur waktu hingga mama Angga lupa untuk datang kerumahnya .
"Hallo bunda , assalamuallaikum ." sapa Nisa .
"ya wa allaikum salam sayang ." jawab Tiara dari sebrang ponselnya .
"Ayah ,dan bunda masih lama di jerman nya ." tanya Nisa langsung ke intinya .
"Ngak dong sayang , Ayah dan bunda akan pulang besok ." jawab Tiara yang membuat Nisa melonggo .
__ADS_1