
Nisa menarik nafasnya dalam dalam dan menghembus kan nya pelan pelan , ia lakukan itu berulang ulang untuk meredakan amarah di dadanya . Ia masih ingat dengan pesan dari dokter tadi siang .agar tidak banyak pikiran dan terlalu stress .
"Kamu mau kemana ." tanya Angga sambil menahan tangan Nisa yang akan membuka pintu utama rumahnya .
"Seperti perintahmu , aku akan mencari bukti vidio fullnya bersama calon anak mu , yang kamu anggap tidak bisa memberi muka terhadap sahabat dan mantan kamu ." ucap Nisa sambil menyentak tangan nya dari pegangan Angga . Namun Angga tidak melepaskan nya begitu saja .
" Aku mencari bukti bukan untuk mendapatkan kepercayaan darimu , aku hanya ingin membuktikan bahwa diriku tak sebar bar yang kamu dan mantanmu ucapkan ." ucap Nisa .
"Lakukan itu besok , sekarang sudah hampir malam ,pergilah kamu istirahat ," ucap Angga sambil menarik paksa tangan Nisa . Kembali menaiki tangga menuju kamar mereka .sampai di kamar Nisa menarik kasar tangan nya ,
Nisa mengambil baju dari kemari dan masuk ke dalam kamar mandi . Angga hanya menatap punggung istrinya yang menghilang di balik pintu kamar mandi . Ia menarik nafas kasar , sebenarnya ia tak inginkan pertikaian seperti ini . Niatnya tadi hanya ingin menegur istrinya , tapi tidak ia sangka akan menjadi serumit ini .
Nisa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar . Ia kembali menuju ke lemari dan mengambil selimut serta bantal dari ranjangnya .dan berjalan keluar kamar .
"kamu mau kemana ." Angga menahan langkah Nisa kembali yang akan membuka pintu kamarnya . Dengan membawa bantal dan selimut .
"Aku akan tidur di kamar tamu ." kata Nisa pelan . Angga merebut bantal dan selimut di tangan Nisa .
"Kita tidak akan tidur terpisah , kamu jangan kekanak kan seperti ini ." Angga mwnyimpan kembali selimutnya ke dalam lemari dan melempar bantalnya ke ranjang .
"Aku tidak bisa tidur satu ranjang dengan orang yang tidak percaya padaku .aku merasa tidak nyaman ." sarkast Nisa . Angga diam terpaku dengan ucapan istrinya . Namun Angga tetap tidak mengijinkan Nisa tidur pisah kamar dengan nya . Kalaupun masalah ini akan lebih dari ini , ia tetap tidak ingin tidur berpisah .
...****************...
Ke esokan harinya saat Angga bangun ia sudah tidak mendapati Nisa tidur di sampingnya , ia tidak tau kemana perginya wanita yang telah mengandung anaknya itu pergi .
__ADS_1
Angga segera mandi dan memakai setelan jas kerjanya , dan segera keluar menuruni tangga .
"Bi kamu lihat Nisa ." tanya Angga pada bik sarijem saat dia telah sampai di dapur . Sekarang bi sarijem telah tinggal dua puluh empat jam di rumah Angga , semua pekerjaan rumah di ambil alih oleh bi sarijem .
"Nyonya sudah berangkat sekitar satu jam yang lalu tuan ." ucap bi sarijem .
"Apa dia mengatakan mau pergi ke mana ." Bi sarijem menggeleng kan kepalanya .
"Tidak tuan . Nyonya tidak bilang apa apa ." ucap bi sarijem.
Angga melangkah keluar memeriksa garansi mobilnya . Benar di sana mobil kesayangan istrinya telah tiada hanya tinggal mobilnya sendiri . Angga kembali masuk ke kamar mengambil ponselnya dan segera menghubungi istri . Dering pertama tidak di angkat , dering kedua juga tidak di angkat dan dering ke tiga ponsel Nisa sudah tidak aktif .
"sial .c kesal Angga . Ia ingat pertengkaran nya dengan istrinya , yang menyuruh istrinya mencari bukti ful vidio pertengkaran nya dengan Devina .
Angga segera menuruni tangga dengan buru buru .
"mama bawakan makanan kesukaan dia ." tambah Putri sambil mengangkat rantang yang berisi makanan kesukaan Nisa . Yang ada di tangan nya .
"Nisa sudah berangkat kerja ke butik ma ." ucap Angga bohong , ia tidak mau bercerita tentang pertengkaran nya semalam dengan Istrinya .
"Kerja , kenapa kamu ijinkan kerja . Bukan kah dokter menyaran kan nya agar dia banyak banyak istirahat . Kemarin Dokter juga bilang agar Nisa tidak banyak pikiran dan stress." .
"Dokter ." ulang Angga .
"Iya , apa Nisa tidak cerita ke kamu . Kalau kemarin saat mau makan bersama mama dan mertuamu . Ada wanita gila yang tiba tiba menjegal kaki Nisa , hingga Nisa terjatuh , untung Nisa bisa melindungi cucu mama , entah ada permusuhan apa wanita gila itu dengan menantunya ." Angga menggeleng , degup di dadanya semakin membuncah rasa bersalah semakin besar di hatinya .
__ADS_1
"sebenarnya mama ingin menampar wanita gila itu . Tapi Nisa telah menjambak wanita itu lebih dulu . Jadi mama mengurungkan niat itu ." kesal putri kalau masih menginggat ulah wanita itu ,
"kalau saja cucu mama kenapa napa , mama pastikan menguliti wanita itu ." ucap putri .
"Dokter bilang apa lagi ma ," tanya Angga cemas .
"Tidak ada , cuma suruh istrimu banyak istirahat , jangan banyak pikiran atau strees ."ucap putri kepada putranya
"ma ,Angga mau jemput Nisa dulu , Angga mau bawa Nisa pulang dan menyuruhnya istirahat total ." ucap Angga yang langsung pergi tanpa menunggu balasan dari mamanya .
Angga segera meluncurkan mobilnya untuk mencari istrinya , penyesalan tinggal penyesalan .tujuan pertamanya adalah mencari istrinya ke butik . Tapi sampai di butik pintu butik belum di buka , Angga menatap parkiran khusus untuk istrinya juga tidak ada . Angga kembali meninggalkan tempat itu dan melajukan mobilnya menuju restoran miliknya .
Sementara si rumah Devina Rangga menwmui Devina , Rangga terpaksa mengedit vidio yang terjadi kemarin dan dia kirim ke angga atas suruhan dan ancaman Devina . Kehidpunan yang tidak normal dan liar yang di jalani Rangga dan Devina menjadi ancaman satu sama lain .
"Ini terakhir kalinya membantu mu vin , lain kali aku tidak akan membantumu lagi ." lagi Rangga pada Devina .
"Tidak bisa , kamu harus membantuku sampai aku mendapat kan rangga kembali ."ucap Devina dengan ngotot .
"Angga sudah menikah . Dan dia kelihatan bahagia dengan pernikahan nya . Lagian dulu kamu sendiri yang meninggalkan nya ." ucap Rangga kesal kepada sepupunya itu .
"Aku masih mencintai Angga . Dan wanita bernama Nisa itu tidak pantas bahagia sebagai istrinya ." Devina mendelik saat mengingat perlakuan Nisa kepada nya kemarin . Sampai sekarang kepalanya masih berdenyut bekas jambakan Nisa .
Rangga berdiri dari dusuknya ." aku tidak akan mempertaruhkan persahabatan kami demi ambisi mu ."ucap Rangga lalu berjalan meninggalkan rumah sepupunya itu .
"Aku akan membuka rahasiamu kepada kedua orang tuamu jika kamu tidak mau membantuku ." ancam Devina kepada Rangga .Dan ancaman itu mampu menghentikan langkah Rangga .
__ADS_1
"Aku akan mengatakan pada kedua orang tua mu , jika kamu sebenarnya telah mempunyai anak dengan perempuan yang kamu tiduri , yang bekerja di restoran kamu dan Angga ." tambah Devina .
Raut wajah Rangga berubah dingin dan membalik kan badan menatap Devina sepupunya itu .