
Anis terperanjat tiba tiba mendengar ketukan di depan wajah nya . Karena fokus Anis hanya tertuju pada Angel yang sedang kena masalah dari Bos nya sejak tadi . Anis mengerjap heran saat melihat seorang laki laki berpakaian setelan jas berdiri di sebrang mejanya .Dahinya mengerut mengingat siapa laki laki itu .
"Ada yang bisa saya bantu ." Ucap Anisa dengan ramah .tapi masih tetap berusaha mengingat di mana ia pernah melihat , laki laki berpakaian jas yang berdiri di depan nya itu .
"Bisa tunjukan kepada saya di mana ruangan Arga indra abimana .?
Anis segera mengangguk dan meraih gagang telepon di mejanya . Ia ingin menghubungi Angel atau Arga sendiri .tapi sebelum ia menekan tombol telepon Anis menanyakan siapa laki laki itu .
"Mohon maaf dengan siapa saya bicara ." tanya Anis
"Katakan padanya kalau Johan putra abimana ingin bertemu ." jawab laki laki itu , Anis menelan kasar ludahnya .mendengar nama laki laki itu .
Ya setelah kemarin pergi menemui Andre Ayah Angel . Hari ini Johan ingin pergi ke perusahaan GM Group untuk menemui Arga . Rencana yang Johan lakukan diam diam adalah mengincar kedudukan CEO di perusahaan GM Group .
"Apa anda sebelum nya sudah buat janji ."tanya Anis dengan gugup sesekali melihat keadaan di dalam ruangan Arga dan Angel . Keduanya masih terlibat dalam masalah , bahkan tangan Arga masih berada di dagu Angel . Anisa ingin mengulur waktu hingga perdebatan Arga dan Angel selesai .
Tanpa anis duga Johan mengikuti arah pandang Anis . Mata Johan melotot Melihat Angel di bawah tekanan dan intimidasi Arga .
"Kurang Ajar ." teriak johan . Membuat Anis tersadar ia pikir Johan mengatai dirinya . Ternyata bukan Johan ikut menatap suasana ruangan Arga dan Angel . Johan juga melihat semua yang terjadi di dalam sana .
Tanpa bicara lagi Johan segera melangkah menuju ke ruangan Arga .
"Astaga ! Pak anda tidak boleh sembarangan masuk ." teriak Anis untuk menghalangi Johan . Anis berlari menyusul Johan yang baru ia sadari kalau laki laki itu adalah tetangga Angel . Karena Angel pernah memamerkan foto Johan dan menceritakan siapa dia .
Langkah Johan yang terlalu lebar membuat Anis kesusahan untuk menghalanginya . Tepat saat Johan akan membuka pintu Anis mampu menghalanginya .
"Bapak tidak bisa masuk sembarangan ." ucap Anis sambil terengah engah . memberi johan peringatan .Anis menahan pintu itu agar tidak bergeser sedikitpun . Bisa bisa ia kena marah Arga , karena telah membiarkan orang asing masuk ke perusahaan dengan tiba tiba .
__ADS_1
"Minggirr ." bentak Johan .
Anis menggeleng tegas , ia tidak akan pergi sebelum mendapat perintah langsung dari bosnya .untuk mengijinkan Johan masuk .
"Pak , silahkan tunggu di sana ." ucap Anis menunjuk ke kursi tunggu sebrang mejanya .
Johan berdecak kesal ia tidak suka di halangi ." Minggir ." seharusnya Anis sadar dan menuruti kalau perintah itu mutlak tapi Anis keras kepala menghalangi Johan untuk masuk .
"Silahkan tunggu sebentar pak , saya akan segera hubungi Bos saya ." ucap Anis .
Tidak mungkin seorang Johan menuruti , dalam beberapa detik johan telah mampu membuka pintu ruangan Arga dan Angel . Ia mendorong Anis hingga jatuh ke lantai yang dingin . Anis meringis karena pergelangan tangan nya terasa nyeri .
"Sial ." gerutu Anis . Sudah terlambat ia akan menghalangi Johan lagi , karena Johan dan Arga telah berhadap hadapan . Mata Anisa membola melihat Johan telah mencengkeram kerah baju atasan nya tersebut .
Buru buru Anis berdiri dan merapikan pakaian nya yang sedikit berantakan karena bertarung dengan Johan ,lalu segera masuk ke dalam ruangan atasan nya .
"Johan ." mulut Angel menyebut nama Johan yang tidak lain tetangganya , kini Angel sadar tadi pagi ia lihat Johan berpakaian formal karena ingin datang ke perusahaan tempat kerjanya .
"tapi kenapa ?, kenapa Johan datang ke perusahaan nya ? , bukan karena ingin menemuiku bukan ." Angel bertanya tanya dalam hatinya , tapi tak satu jawaban pun yang ia dapatkan .
Angel semakin terkejut dengan keberanian nya . Johan meraih kerah baju Arga dan mencengkeram dengan kuat .pada Dagu dan leher Arga , seperti yang Arga lakukan tadi pada dirinya .
"A...apa yang kamu lakukan di sini ." tanya Angel terbata bata .
Johan tidak menjawab , perhatian nya sepenuhnya tertuju kepada Arga . Dan kedua laki laki itu saling berhadapan dan bertatspan dengan tajam .
"Jooo ..
__ADS_1
"Astaga ." teriak Anis .
"maaf pak , pak Johan tidak mau mendengarkan saya , dia menerobos saja masuk ke ruangan bapak ." tambah Anis sambil memijit mijit pergelangan tangan nya . Suaranya bergetar karena merasa tidak bisa menghalangi Johan dan kini telah buat keributan .
"bahkan pak Johan mendorong saya hinga jatuh , sampai tangan saya terkilir ." lanjut Anis , ia harus menceritakan semuanya .Angel segera meraih tangan Anis .
"Auk ." pekik Anis . Kedua pria itu masih saling tatap tak ada yang menjawab atau bersuara . Arga masih menatap tajam pada Johan ia merasa kehadiran Johan benar benar akan membuat masalah di kantor untuknya .
Anis dan Angel saling pandang saat tak ada yang bicara dari mereka berdua . Akhirnya Angel mengambil keputusan ia segera menarik tangan Johan dari leher Arga .
"Jo kamu apa apaan sih ." tanya Angel pada Johan yang sedang menatap dirinya . Angel merasa Johan datang hanya akan menambah masalah saja . dengan kedatangan nya juga hanya akan membuat Arga semakin membencinya .
"kamu kenapa harus datang ke sini , kedatangan mu hanya akan mengacaukan semuanya ." ucap Angel .
Johan mengeraskan rahangnya , tangan nya juga terkepal erat mendengar ucapan Angel .Arga juga maklum dengan ucapan Angel .karena Angel sendiri juga belum tau maksud dan tujuan kedatangan Johan .
" kamu ngikutin aku hah ." bentak Angel . Johan masih memaklumi itu ia cuma menggelengkan kepala .wajah yang tadi marah , rahang yang tadi mengeras , perlahan lahan menghilang .kini hanya tinggal senyuman yang ada di wajah tampan Johan .
"Aku ngak ngikutin kamu , Angelia . Aku sengaja datang ke sini karena aku juga akan bekerja di tempat ini juga ." ucap Johan .
" maksud kamu ." tanya Angel . Bukan hanya Angel yang penasaran tapi Anis dan Arga juga merasa penasaran .
Johan terkekeh ia raih bahu Angel kanan dan kiri dan meremasnya pelan . Johan melirik sebentar ke arah Arga sebelum memantapkan tatapan nya kepada Angel .
Mulai sekarang aku akan menjadi bos kamu , karena sebentar lagi aku yang akan mengantikan posisi CEO dari seorang Arga indra abimana ." jelas Johan .
Johan menjelaskan tujuan kedatangan nya dengan tenang , tapi lain dengan Arga yang hanya mendengarkan , Arga mendengar itu bagai di sambar petir , Arga benar benar terkejut mendengar pengakuan Johan .
__ADS_1