
Ide yang muncul dari otak Johan adalah mengikat kaki kaki kucing itu juga lehernya . Ia sangat bahagia saat mendengar suara rintihan kesakitan dari kucing peliharaan nya itu . Walau sempat ia kena cakar dari tanda perlawanan dari kucingnya . Tapi ia tetap berhasil mengikat kucing itu dan menjadi tontonan yang menyenangkan di hatinya .
Kini di depan juga ada tontonan yang sama seperti anak kucing dulu yang terikat sama persis . Hanya saja leher anak itu yang tidak ia ikat . Tangan dan kaki tetap sama di ikat dengan kencang sehingga menimbulkan luka memar dan merah . Dan mulut anak itu ia biarkan mengeluarkan suara teriakan dan tangisan ketakutan . Anak kecil itu adalah Indira putri Semata wayang Arga .
"menyenangkan sekali , Ayo cepat terus teriak , nangis lah , ayo ayo cepat lagi lagi .." ucap Johan seperti seorang anak anak yang melihat sebuah pertarungan .
"Mama , papa , Ayo cepat panggil lagi mama dan papamu ,hihihi tapi kamu tau mamamu sudah ada di sana , mau nyusul mamamu tidak ." ulang Johan dengan sinis piskopat . Membuat indira semakin ketakutan . Johan mengolok olok Indira .
"Kamu panggil mama yang mana manis , mama Angelia mu apa mama kandung kamu yang sudah ada di surga sana ." ucap Johan lagi sambil mengeledek Indira .
Indira menggelengkan kepala , ia benar benar ketakutan , walau sebenarnya sekarang ia berharap Johan melepaskan ikatan di tangan dan kakinya yang semakin menyiksanya .
"Angelia itu bukan mama kamu tau ." bentak Johan ." Angelia itu hanya wanita yang bodoh jatuh cinta pada papamu ." tambah Johan . Pikiran johan sudah hilang kontrol . Bentak kan dan ocehan terus di lontarkan oleh Johan kepada Indira .
Indira hanya balita anak di bawah umur . Sejak lahir tanpa mendapat kasih sayang seorang ibu . Boleh di kata Indira tumbuh dewasa dengan sendiri tanpa bimbingan dan tuntunan serta perlindungan seorang ibu . Walau indira anak yang kuat . Melihat perlakuan Johan bisa di pastikan Indira akan mengalami gangguan sikis yang berat . Itu yang ada dalam pikiran Angel .
Angel terus menggenggam tangan Arga . Hati Angel benar benar hancur , sudah berjam jam Indira di culik sampai sekarang belum juga di temukan .
Namun Angel cukup bersyukur karena keberadaan tempat Johan menyekap Indira sudah di temukan dan sebentar lagi mereka akan segera sampai ke tempat itu . Angel berharap Indira baik baik saja.
Mobil terus melaju menguji adrenalin , kengerian tidak lagi ia rasakan semenjak ia hanya mengkhawatirkan keselamatan Indira . Sekarang yang terpenting adalah cepat menemukan keberadaan Indira .
__ADS_1
Angel berusaha kuat , apa yang dia lakukan tidak lepas dari perhatian Andre , Ayahnya . Andre juga melihat Arga dan Angel saling menguatkan , keduanya berusaha tenang , walau sebenarnya sama sama ketakutan .-
"Aan , Boy kalian tenang saja , kami juga sudah lapor polisi , dan polisi juga sudah sampai tempat itu , mereka memastikan apa benar Johan dan indira ada di sana . Tapi mereka tetap bersembunyi menunggu kedatangan kita ." ucap andre memecahkan lamunan Arga dan Angel . Dan keduanya sama sama menoleh ke arah Andre .
"Apa benar Indira ada di sana pi ." tanya Arga . Andre menoleh menatap Arga sambil mengangguk .
"Bagaimana keadaan Indira Yah ." tambah Angel . Kali ini Andre hanya bisa menggelwngkan kepala .
"belum tau , polisi belum memberi kabar lagi ." ucap Andre . Mendengar itu arga menghembuskan Nafas lemas .
" Tapi Ayah yakin Indira baik baik saja . Karena Rara adalah gadis yang kuat . Bukankah begitu Boy ." ucap Andre . Mendengar ucapan Andre membuat Arga menarik sudut bibir nya . Ia sangat bahagia karena Andre juga sangat menyayangi putrinya .
"Iya putriku kuat , sekuat mamanya ini ." ucap Arga sambil menepuk tangan Angel yang ada dalam genggaman nya . Angel tersenyum lega melihat senyum Arga , itu Artinya Arga telah tidak mempunyai kekhawatiran dan pikiran macam macam dengan Indira .
"Terimakasih Ayah kamu telah menguatkan aku dan mas Arga ." ucap Angel , Andre hanya tersenyum tipis dan kembali menghadap ke depan .
satu jam kemudian mob mereka sampai di tempat tujuan .di sana telah ada mobil Joni dan mobil polisi .yang mssih memantau Johan . Arga segrrs turun dari mobil dan mendekati polisi .dan para anak buahnya .
"bagaimana keadan putriku ." tanya Arga penuh kekhawatiran .
"Kami akan segera masuk ,sekarang pak ." ucap pimpinan polisi itu , sambil mengintruksi anak buahnya . Arga yang juga tidak sabaran juga ingin segera masuk mendahului mereka , tapi di tahan Angel .
__ADS_1
"Tenang mas ,Rara dalam nahaya kalau kita tidak menyusun rencana .mas , " ucap Angel
"Tapi aku sudah tidak tahan inhin bertemu Rara An ." ucap Arga sambil menahan suaranya agar tidak terdengar keras .
"aku juga sama mas , tapi kalau kita gegabah dan Johan tsu kedatangan kita . Malah membahayakan Rara ." jelas Angel .
"Kita akan masuk sekarang pak, silahkan mengikuti kami di belakang ." ucap pimpinan polisi . Kemudian mereka masuk dengan cara me ngendap tapi rapi dan cekatan .Arga dan Angel mengikutinya dari belakang .
Angel masih memeganggi tangan Arga ia takut Arga yang tidak sabaran tiba tiba menerobos masuk bisa bisa merusak rencana mereka . Jiwa Johan yang labil tidak bisa di prediksi .. Tidak menutup kemungkinan Johan yang sudah tidak mempunyai kewarasan akan menyakiti Rara . Mungkin bisa tiba tiba membunuh Rara karena merasa dirinya terancam .
Membayangkan itu semua bulu kudu Angel merinding semua . Harapan Arga dan Angel sama ,Indira tidak kenapa napa .
Benar saja , saat polisi maju bergerak . Johan sadar ada yang mengintainya , ia menoleh kebelakang dwngan cepat ,bersama'an dengan itu salah satu anggota polisi menodongkan pistol ke arah nya .
"Jangan bergerak ." perintah polisi itu , memang Johan orang Gola yang kewarasan nya terganggu . Ia tidak punya rasa takut dan gentar . Dengan gerakan cepat ia meraih tubuh Indira . Sebagai sandraan nya sekarang nyawa Indira benar benar terancam .
"Indira ." teriak Arga yang melihat tubub Indira terikat mengerikan dalam sekapan Johan . Arga ingin segera lari mendekati Indira . tapi ia berhenti saat mendengar ancaman dari Johan berupa teriakan .
"Kamu , jika berani melangkah satu langkah saja , aku akan membunuh putrimu , Arga ." ucap Johan .
"Kau berani ." jawab Arga .
__ADS_1
"kenapa tidak berani . Ayahmu yang selalu di unggul unggul oleh orang orang terdekat aku , semenjak aku masih dalam kandungan ,hingga aku dewasa saja , sudah aku habisi , apa susahnya membunuh kucing kecil ini ."ucap Johan .
"jadi benar kamu yang merusak pesawat pribadi keluargamu yang di tumpangi oleh keluargaku ." teriak Arga . Jihan menutup matanya mendengar pengakuan putranya sendiri .Arga mengepal kan kedua tangan nya . Angel berusaha menangkan Arga dengan mengelus dada Arga .