
"jangan pernah bermain main dengan ,Devina . Aku juga memegang kartu AS kamu . Semua rahasia yang kamu sembunyikan dari semua orang , dan salah satunya adalah..."Devina belum sempat meneruskan kata katanya . Rangga mendekat dan berbisik .
"Membunuh darah daging kamu sendiri ." Rangga kemudian menjauh dari Devina . Dia menatap sinis muka pucat Devina .
"B ..ba...bagaimana kamu bisa tau ." tanya Devina dengan suara gugup , ia mencengkeram tangan nya untuk membuang rasa takutnya .
"kamu tidak hanya sekali , tapi tiga kali , membunuh bayi yang tidak berdosa ." Ucap Rangga bukan nya menjawab pertanyaan Devina tapi malah semakin membongkar rahasia sepupunya , semakin membeberkan fakta sesungguhnya .
"Jangan coba mengancam aku , kamu akan tau akibatnya ." ucap Rangga dan melangkah pergi meninggalkan rumah Devina .
Wajah Devina pias tapi tak hanyal swnyum licik masih muncul di sudut bibirnya .
"Aku pasti bisa memisahkan Angga dari Nisa tanpa bantuan kamu ." ucap Devina lirih sambil menatap punggung Rangga yang semakin menjauh .
Angga telah tiba di restoran miliknya , yang ia bangun bersama sahabatnya Rangga sekitar sepuluh tahun yang lalu .Angga memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam restoran . Angga masuk lewat pintu khusus karyawan yang ada di samping bangunan .
"pagi pak ."sapa para karyawan yang berpapasan dengan nya .
"pagi ." jawab Angga dan berjalan menuju ke lief para karyawan . Angga menuju ke ruangan kontrol keamanan . Dua orang karyawan membungkuk memberi hormat pada Angga .
"saya ingin lihat rekaman CCTV jam makan siang kemarin ." ucap Angga .kedua pengawai keamanan mulai membuka rekaman kejadian kemarin yang di minta oleh Angga juga Bosnya .
"Ya mulai dari sini ."ucap Angga saat melihat Nisa mulai masuk ke dalam restoran . Nisa mulai membuka pintu restoran . Nisa tersenyum sambil melambaikan lambaikan tangan nya dan mempercepat langkahnya .Dari rekaman itu Angga merasa ada yang aneh . Tadi Nisa melambaikan tangan di barisan meja 1 dan tiba tiba Nisa telah berada di meja ke empat dan menjambak devina .
Angga memutar mutar ulang Vidio itu ia merasa ada yang aneh . Ada dua tiga menit durasi yang terpotong , Angga berpikir keras dalam otaknya .
"Seperti ada yang kepotong beberapa menit , menit di mana Nisa melewati meja ke dua dan ketiga . Apa mungkin Nisa langsung melompat ke barisan meja ke empat ." gumam Angga dalam hati . Angga menatap kedua pegawainya dengan tajam dan menuntut .
Kedua pegawainya tau makana tatapan bosnya itu .
__ADS_1
"I ..itu ." Diantara kedua pegawainya itu tak ada satupun yang berani menjawab .
"jawab ." bentak Angga sambil mengebrak meja dengan keras .
"Maaf kan saya , pak Angga . Ini pak Rangga yang meminta kami untuk menghapusnya ." ucap dari salah satu pegawai control room .
Angga memijit pangkal hidungnya lelah , kekecewaan terpancar jelas di wajahnya dan Angga tidak pernah menyangka kalau Rangga akan menipu nya seperti ini . Mengakibatkan pertengkaran terjadi di rumah tangga nya
Angga keluar dari ruangan control room itu dan menuju ke ruangan kerja nya .ia berdiri di depan pintu .
" jangan kan sahabat , saudara kandung saja masih bisa menikam saudara sendiri ." Angga menarik nafas berat mengingat ucapan istrinya semalam . Mata Angga menatap ruangan kerja Rangga yang ada di sebelahnya . Angga kemudian masuk ke dalam ruangan kerjanya mengambil berkas berkas dan kembali pergi menuju ke butik istrinya lagi .
Sebenarnya Angga juga tidak tau di mana keberadaan istrinya . Sejak tadi ponsel istrinya tidak aktif , Ia hanya mencari keberuntungan saja mencari istrinya kembali ke butiknya . Dan berharap dia di sana menemukan Nisa .
Sesampainya di butik Nisa Angga langsung menuju ke ruangan kerja istrinya .
"Maaf pak , bapak cari mbak Nisa ." tanya ulfa dari balik pintu .
"Iya apa dia tidak datang kemari ."tanya Angga .
" Mbak Nisa sudah dua hari tidak datang mengunjungi butik pak ." jawab Ulfa .
"Apa dia ada menghubungi kamu ." tanya Angga .
"mbak Nisa terakhir menghubungi saya pagi tadi pak . Meminta saya mengirimkan hasil penjualan ke email nya ." jawab Ulfa .
"ada yang di katakan lagi selain itu ."tanya Angga .
"Tidak ada pak ." jawab Ulfa .
__ADS_1
"baik terimakasih ." ucap Angga .
Angga segera keluar dari ruangan kerja istrinya ia berusaha menghubungi Nisa kembali .kali ini telepon nya tersambung dan di angkat oleh Nisa .
"Hallo ." sahut Nisa . Angga bernafas lega bisa mendengar suara istrinya kembali .
"Hallo Nisa kamu di mana ." tanya Angga langsung , tapi Nisa tidak langsung menjawab lagi .Nisa lama berpikir membuat Angga mengira Nisa memutuskan sambungan telepon nya lagi .
"Nisa , kamu masih di sana ." tanya Angga menunggu dengan perasaan cemas .
"Ga , aku sibuk , nanti kamu telepon lagi ." ucap Nisa langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Angga suaminya itu .
"Sayang , aku belum minta maaf ." ucap Angga yang hanya bisa menunduk menatap layar ponselnya yang telah berubah hitam .
"Setidak nya beri tau aku kamu ada di mana ." ucap Angga meremas rambutnya frustasi .
Sementara Nisa berada di sebuah kamar hotel , habis melakukan SPA dan sekarang ia merasakan tubuhnya terasa rileks . Dia juga telah bisa berpikir lebih jernih lagi . Dia memutuskan untuk kembali setelah makan siang nanti .
Nisa kembali mengetuk layar ponselnya saat notifikasi dari asisten nya masuk . Nisa tersenyum mendapat kabar bahwa Angga datang ke butik mencarinya . Itu Artinya Angga telah mencari tau apa sebenarnya terjadi . Atau mungkin dia sudah tau vidio fullnya .
Sebenarnya Nisa tau maksud suaminya bersikap seperti itu . Jika di lihat dari satu sisi , tapi yang paling penting untuk Nisa adalah , Angga seharusnya percaya padanya atau setidaknya mencari tau lebih dulu , bukan langsung menuduh dirinya dan mengatai kasar dan bar bar .
Kecewa dan kesal itu yang di rasakan oleh Nisa sekarang . Sebenarnya Nisa tipe wanita pendendam dan tidak mungkin untuk memaafkan Angga . Dan ia akan melihat swjauh mana suaminya meminta maaf pada dirinya .
Malam telah menjemput jam dinding telah menunjuk kan pukul sembilan , belum ada tanda tanda Nisa untuk kembali . Angga cemas telepon nya kembali tidak si angkat pesan nya juga tidak di balas .
Tadi siang Angga sempat bernafas lega setelah teleponnya di angkat oleh Istrinya . Tapi sekarang dia kembali di buat cemas setengah mati oleh istrinya . di tambah istrinya sedang mengandung .
Angga segera menyambar kunci mobilnya dari atas meja sofa . Ia tidak bisa bersabar menunggu seperti itu , ia akan mencari Nisa kemanapun .Angga masuk ke dalam mobilnya dan swgera menyalakan mesin nya .saat ia akan menjalan kan mobilnya . Sebuah mobil memasuki halaman rumahnya .
__ADS_1