
Sejak keluar dari pintu rumah senyum Angga tidak lepas dari sudut bibirnya .Dia bahkan sempat melompat lompat sebelum ia masuk ke dalam mobilnya .
Dia sengaja mendiamkan istrinya karena telah membuatnya khawatir sepanjang hari .
"Apa susahnya langsung memberi tau aku . Kalau dia sedang hamil . Harus menyuruh aku menerka nerka sendiri , dengan perasaan cemas sepanjang perjalanan dari jakarta ." gumam Angga .
Tapi selepas itu semua Angga sangat bahagia dengan kabar kehamilan istrinya , lebih dari bahagia karena sebentar lagi ia akan jadi orang tua dan ada yang akan memanggilnya dady .
Angga rasanya ingin mengumumkan pada dunia , kalau istrinya sedang hamil . Namun sebelum ia umumkan itu ia ingin dokter memeriksa istrinya dahulu .
Setibanya di rumah sakit itu Angga segera pergi menemui pimpinan rumah sakit dahulu , yang merupakan orang kepercayaan Bilyam sepupunya .
"Rekomandasikan dokter kandungan terbaik untuk saya , yang kalian punya , lalu suruh dia ikut ke rumah saya sekarang juga ." ucap Angga .
Sepuluh menit kemudian datang seorang wanita paruh baya mendatangi Angga . Dengan jubah putih khas seorang dokter .dengan nama windaru . Terlihat dari name tag nya .
"Ada yang bisa saya bantu pak ." ucap daokter windaru dengan sopan . Ia tau siapa Angga yang sebenarnya ..
"Bisa dokter ikut saya ke rumah , sepertinya istri saya telat datang bulan , wajahnya pucat bisa anda memeriksanya . Memastikan keadaan istri saya ." ucap Angga dengan tegas .
"Tentu , tapi kenapa tidak di bawa ke sini saja pak , kami bisa lakukan pemeriksaan dengan baik , karena peralatan nya juga mewadahi ."ucap dokter windaru .
""Sepertinya istri saya butuh istirahat , dia sangat lemah dan pucat ." ucap Angga yang menginggat wajah istrinya pucat .Dokter windaru maklum , seluruh ahli waris rumah sakit itu semua memiliki sifat posesif terhadap pasangan nya tapi penuh kasih sayang .
"Baik pak , bisa beri saya waktu lima menit untuk menyiapkan peralatan dulu ." ucap do(ter windaru .
"Baik dok silahkan saya tunggu di lobby lima menit lagi ." ucap Angga dan pergi meninggalkan ruangan pimpinam rumah sakit . Dan berjalan menuju ke lobby rumah sakit dengan langkah kaki yang lebar lebar .
__ADS_1
Angga mengendarai sendiri mobil nya menuju ke rumahnya . Dan dokter Windaru duduk di sampingnya . Selama dalam perjalanan Angga banyak bertanya seputar kehamilan . Apa saja yang boleh di lakukan dan tidak boleh di lakukan saat hamil dan makanan apa yang boleh di makan dan tidak boleh di makan .dengan telaten Dokter Windaru menjawab semua pertanyaan Angga .
"Untuk menangani ibu hamil itu kincinya hanya satu pak . Sabar , karena mood ibu hamil itu tidak menentu , dan sangat sensitif , juga mudah tersinggung .jadi hati dalam berbicara dengan ibu hamil . Intinya bapak harus sabar karena ibu hamil semuanya benar tidak pernah salah ." ucap Dokter windaru dengan tersenyum .
"Ngak hamil pun saya sudah sabar Dok sama istriku ." tanpa sadar Angga curhat kepada Dokter windaru .
Dokter windaru tersenyum mendengar ucapan Angga ."Benar benar sangat beruntung wanita yang menjadi istri bapak ."ucap Dokter windaru .
"Iya , memang dia sangat beruntung menikah dengan saya ." ucap Angga membanggakan dirinya .
"kita sudah sampai dok ." ucap Angga sambil mematikan mobilnya .
"mari silahkan Dok ." ucap Angga sambil menahan pintu agar tetap terbuka , dan memberi jalan dokter windaru untuk masuk .
"Tuan ." panggil bi sarijem yang memandang heran dengan majikan nya itu . Tadi ia mengira kalau pasangan suami istri itu sedang bertengkar . Lalu Angga meninggalkan istrinya seorang diri .
"Nyonya sedang tidur di sofa tuan." ucap bi sarijem yang melihat majikan nya langsung menaiki anak tangga .
"Nyonya tadi muntah muntah tuan , kepalanya juga pusing , dan tertidur setelah saya pijit keningnya ." ucap bi sarijem .
"jangan cemas pak , itu pasti terjadi pada awal kehamilan . Seperti apa yang saya jelaskan tadi ." ucap dokter windaru saat melihat kecemasan di wajah angga .
" kalau begitu bisa langsung di periksa saja dok ."ucap Angga .
"tentu pak ." jawab dokter windaru yang segera memeriksa keadaan Nisa . Dokter mengeluarkan alat alat kedokteran nya dan memeriksa detak jantung dan deyut nadi .
Dokter windaru pulang setelah mengambil sempel darahnya Nisanya dan saat itu pula Nusa terbangun .
__ADS_1
"jelaskan ." tuntut Nisa pada Angga yang masih kesal kepada suaminya, dan tatapan nya menandakan kalau dirinya masih marah dan kesal .
"Maafkan ya sayang , maaf benar benar minta maaf ." Nisa mendegus kesal
" tentu aku senang mendengar kamu hamil . Makanya aku pergi cari dokter untuk kamu , tanpa kamu harus capek capek ikut ke rumah sakit ." ucap Angga .
"Dengan membuat aku salah paham , aku kira kamu tidak mau menerima anak yang kandung . Seperti saat Kehadiran aku di kandungan bunda dulu ." baru Angga teringat dengan pesan Ayah mertuanya di malam akad yang lalu .
"Tentu saja aku menerimanya , dengan alasan apa aku tidak menerimanya ." tanya Angga , ia justru bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya .
"Ya mungkin saja , kamu tidak mencintai ibunya ." ucap Nisa sambil menatap Angga , ia ingin tau reaksi dan jawavan Angga .
"Lalu bagaimana denganmu apa kamu juga mencintaiku ." tak Nisa sangka kalau Angga akan membalik kan pertanyaan itu pada dirinya tidak mungkin ia berterus terang lebih dulu mengatan kalau ia mencintai Angga . Nisa gelagapan ia juga belum siap dengan pertanyaan itu .
" Kamu tahu kita baru menikah belum ada tiga bulan , dan kamu orang yang baru aku kenal , tidak mudah secepat itu , bagiku untuk jatuh cinta ." ucap Nisa yang juga di angguki oleh Angga .
" Begitu juga dengan aku , kamu sudah makan belum , mau makan apa biar aku masakin .."ucap Angga mengalihkan pembicaraan , Nisa mendengar ucapan Angga wajahnya berubah cerah . Dia paling tidak tahan dengan godaan masakan suaminya .
"stek sapi lada hitam ." jawab Nisa dengan antusias .dengan cepat Nisa melupakan permasalahan nya .
"tunggu tigapuluh menit ya sayang ," ucap Angga lalu dengan bergerak cepat dia melangkah pergi menuju ke dapur .
Nisa juga ikut berdiri mengikuti suaminya dari belakang . Ia ingin melihat cara suaminya masak stek sapi kesukaan nya .
Nisa duduk di atas meja kompor dekat suaminya masak dengan begitu ia akan bisa melihat dengan jelas , ketrampilan suaminya mengolah masakan .
Nisa mengagumi kepandaian Angga memasak di dapur , menurut kadar ketampanan nya juga naik lima puluh persen di matanya .Tanpa sengaja Nisa mengigit bibir bawahnya , ia merasa tergoda oleh suaminya , hanya dengan melihat suaminya memasak .
__ADS_1
Angga terkekeh melihat tatapan istrinya . Ia paham dengan tatapan itu ..
"Kamu akan mendapatkan nanti malam , setelah kita selesai makan malam sayang .jadi jangan kamu mengigit bibir mu seperti ini , aku jadi kepikiran hal yang lain , dari pada mikirkan untuk masak ." ucap Angga sambil mengecup bibir istrinya .