
Pagi hari tiba , Angga bangun lebih dulu . Ia melihat Nisa masih tertidur dengan lelap . Posisi semalam telah berubah Nisa tidur dengan membelakanginya . Angga bangun dengan pelan pelan agar tidak membangun kan istrinya . Tapi sepelan apa pun ia bangun masih saja membangunkan Nisa .
"jam berapa sekarang ." tanya Angga .
"jam 6 pagi ." jawab Angga .Nisa hanya mengangguk dan kembali menarik selimutnya membuat Angga geleng kepala . Angga langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya .
Setelah selesai mandi Angga tidak menemukan istrinya di tempat tidur .
"Kemana dia pergi ." gumam Angga dan segera memakai bajunya dan segera turun ke bawah .
"Sayang , Nisa ." panggil Angga dari tangga ia menuruni tangga dua tangga sekali menuruni .ia melihat Istrinya berada di dapur .
"Aku di sini ." jawab Nisa dari arah dapur .
"Apa yang coba kamu lakukan ." tanya Angga tidak suka melihat pisau di tangan kanan istrinya., dan wortel di tangan kirirnya.
"Mau masak ." jawab Nisa antusias memotong wortel di tangan nya .
"letak kan itu biar aku yang masak ."ucap Angga . Nisa menggeleng tegas .
"Aku akan buktikan padamu kalau aku bisa masak ." ucap Nisa . Lalu fokus dengan layar ponsel di depan nya yang menyiarkan tutorial masak soup Ayam jamur .
"Oke , mari kita lihat sejauh mana usahamu ." ucap Angga dan meraih gelas untuk menyeduh kopi untuknya sendiri . Setelah menyeduh kopi Angga duduk di kursi meja makan sambil menyaksikan aktifitas istrinya .
"Akh ." pekik Nisa yang ujung jarinya kena potong pisau nya sendiri . Kulit jarinya terbuka sedikit dan mengeluarkan darah sehingga mengeluarkan rasa sakit dan perih .
"Aku sudah bilang padamu , biar aku saja yang meneruskan .kamu nya yang ngeyel ." ucap Angga sambil membawa jari istrinya mSuk ke dalam mulutnya .Angga menghisap darah dari luka tangan Nisa dan membuangnya ke wastafel . Setelah darah tidak keluar lagi , Angga pergi mengambil kotak P3K . Dan meneteskan betadin sebelum membungkus lukanya . Nisa hanya menunduk diam tak menjawab omelan suaminya .
__ADS_1
"Sudah , sekarang kamu duduk , biar aku yang melanjutkan ." ucap Angga tegas tak mau di bantah .
"nanti aku mau kursus masak , aku tadi sudah daftar online ." ucap Nisa .
"Aku sudah bilang kamu tidak usah lakukan ini , lagian di rumah ada bi sarijem yang bisa memasak kan untukmu bila aku tidak ada di rumah ." ucap Angga .
"Aku hanya mau suatu saat nanti anak aku bisa mencicipi masakan ibunya ." ucap Nisa , kepalanya menunduk karena tiba tiba air matanya mengalir deras .
Melihat istrinya menangis Angga menjadi kalut .ia letak kan pisaunya dan jalan mendekati wanita yang baru ia nikahi selama dua bulan lebih ini .
"Apa tangan mu sakit sekali ." ucap Angga sambil melihat tangan istrinya . Ia mengira istrinya menangis karena luka di tangan nya . Nisa menggeleng .
"Terus kamu kenapa menangis ." tanya Angga .
" Aku mau supaya mahir memasak , biar suatu hari nanti , anak kita bisa mencicipi masakan ibunya ." ucap Nisa dengan sesenggukan .
"Baiklah , nanti biar aku sendiri yang ajari kamu masak ya , sudah jangan nangis lagi ya ." ucap Angga membujuk istrinya . Wajah Nisa berubah jadi ceria kembali . Ia langsung memwluk tubuh suaminya dan mengucapkan terimakasih .
Angga dan Nisa baru saja ke dokter kandungan memeriksakan kandungan Nisa . Hampir lima belas menit Angga diam memandangi foto anak pertama mereka yang berwarna hitam putih .di mana bentuk foto anaknya hanya seperti kedelai hitam .itu adalah foto USG pertama anaknya .Nisa sampai jengah menyaksikan suaminya .
"Kita mau pulang atau tetap di sini ." ucap Nisa , yang merasa bosan , mereka sedang duduk di dalam mobil , di parkiran rumah sakit .
Angga tersenyum dan menyimpan foto itu ke dalam dompet nya .
"kita pulang sekarang ." ucap Angga .dan melajukan mobilnya bergabung dengan kendaraan lain di keramaian jalan raya .
"kamu mau makan siang apa ." tanya Angga saat lampu lalu lintas merah .
__ADS_1
"Mau makan stick sapi lada hitam , sepesial buatan kang mas Angga .boleh ." tanya Nisa manja . Angga terkekeh mendengar jawaban istrinya .
"Boleh tapi di rumah sudah habis stocknya , bagaimana kalau kita mampir ke resto nanti biar kang mas yang masakin kamu di sana ." ucap Angga . Nisa mengangguk tanda setuju .
"Ga , berhenti sebentar ." pinta Nisa saat melihat penjual rujak di pinggir jalan .
"Mau apa sih ." tanya Angga sambil menghentikan mobilnya di bahu jalan .
"Aku mau rujak ." Nisa menunjuk penjual rujak di tepi jalan . Angga mengamati penjual rujak itu dengan mengangkat kedua alisnya . Matanya fokus kepada cara kerja laki laki paruh baya itu melayani pembeli . Dia tidak memakai sarung tangan plastik saat memotong buah .
kain lap tangan nya juga sudah kelihatan kotor sekali .penjual rujak itu bahkan menyeka keringatnya dengan tangan kosong dan setelah itu dia gunakan tangan nya itu untuk mengambil buah yang akan di potong potong .
"Kamu yakin mau makan rujak itu ."tanya Angga memastikan karena ia tau Nisa juga memperhatikan cara kerja penjual itu . Mungkin dia juga tidak yakin untuk membelinya .
"kita cari di tempat yang lain ya ,yang lebih bersih ." ucap Angga sambil memandang istrinya . Nisa menarik nafas lesu dan akhirnya mengangguk pelan .
Angga kembali melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu . Sepanjang jalan Nisa melihat ke arah trotoar mencari penjual rujak .tapi hingga sampai di parkiran restoran Suaminya ia tidak menemukan penjual rujak sama sekali .
"Aku sudah menyuruh koki untuk membuatkan rujak untukmu ." ucap Angga saat melihat wajah istrinya kelihatan begitu lesu . Nisa mengankat wajahnya menatap suaminya .
"Tapi aku mau rujak yang di jual di pinggir jalan ." ucap Nisa memberanikan diri .
"Baiklah , nanti kita cari lagi . Sekarang kita makan siang dulu , bukankah kamu mau makan stick sapi lada hitam ." bujuk Angga dengan sabar . Nisa kelihatan berpikir sebentar dan akhirnya mengangguk .Nisa turun dari mobil dengan Angga yang masih tetap berdiri di sampingnya dengan tangan menempel di pintu melindungi kepala istrinya .
"Akhirnya kamu datang juga ." ucap devina yang tadinya duduk di kursi dekat pintu . Melihat Angga datang ia segera menghampiri mereka . Tatapan mata Devina hanya fokus kepada Angga . Dia tidak menghiraukan Nisa yang berdiri di samping Angga .
Angga hanya mengangkat alisnya dan berjalan melewati Devina sambil merangkul pinggang istrinya . Devina berbalik dan menatap kedua orang itu dengan tatapan kesal dan penuh kebencian kepada Nisa .
__ADS_1
Devina memutuskan mengikuti mereka berdua dari belakang dengan sebuah rencana yang berputar di kepalanya .
"Aku datang sendirian tidak ada teman , apa boleh aku makan bergabung dengan kalian ." tanya Devina sambil merangkul lengan Nisa seakan mereka teman baik .