
Nisa melirik tempat yang di tunjuk oleh suaminya , Nisa tersenyum .
"Aku masukin ke loundry semua , habis baunya tidak enak ." jawab Nisa dengan santai .
"Terus sekarang aku pakai apa ." Angga sudah berusaha menekan nada suaranya . Tapi masih kedengaran kalau dia marah .
"Kan aku sudah sisain satu stel piyama . Dan lagian besok pagi pagi baju mu juga sudah di antar ke sini , tidak perlu kamu marah marah begini ." ucap Nisa dengan suara yang terdengar sedih . Kepalanya menunduk bibirnya mengerucut .
Angga menarik nafas , saat melihat istrinya menunduk sedih .ia sadar barusan ia tak bisa kontrol emosi .
"Maaf , Aku ngak marah marah kok ." ucap Angga yang duduk jongkok di depan istrinya yang duduk di tepi ranjang . Angga melihat istrinya dari bawah , bibir istrinya yang mengerucut berusaha menahan tangis , Angga rasa itu sangat lucu .Angga membuang wajahnya ke samping melepas senyum yang sedang ia tahan juga .
" kamu tadi marah , terdengar dari suara kamu yang kesal ." ucap Nisa dengan suara bergetar .
"Tentu saja aku kesal , kamu mau kosongkan lemari aku tanpa memberi tau aku dulu ."ucap Angga jujur namun kejujuran nya malah membuat istrinya semakin sedih . Terlihat dari Air mata istrinya yang bergulir jatuh di pipinya .
"Aku minta maaf ." ucap Nisa dengan suara tersendat sendat .Angga berdiri dan membawa istrinya ke dalam pelukan nya , ia ingin menenangkan istrinya itu .
"Sudah tidak apa apa jangan nangis lagi ya ." ucap Angga lembut sambil mengelus punggung istrinya .tidak tega ia melihat istrinya yang sedih . Nisa melingkarkan tangan nya di pinggang pria yang telah menjadi suaminya itu , untuk membalas pelukan yang diberikan .
Nisa menyadari kalau suaminya tidak memakai baju .Otak Nisa menjadi traveling ia menyelipkan tangan nya ke dalam kimono handuk yang di pakai suaminya itu .dengan nakalnya nisa mengelus pinggul suaminya .
"Sayang ." peringat Angga dengan suara tertahan .
"hemm ." jawab Nisa sambil menempelkan wajahnya di d**a terbuka suaminya . Dengan sesekali ia menciumi d**a suaminya itu .
"Jangan menggoda ku Arfira ." ucap Angga tapi tangan nya semakin menekan kepala istrinya semakin dalam .Nisa mencubit pinggang Angga yang tidak melepaskan tekanan di kepalanya .
"Ga , aku ngak bisa nafas ." ucap Nisa kesal sambil melepaskan pelukan Angga
"Kamu yang lebih dulu memancing aku yang ."ucap Angga tidak mau di salahkan .
__ADS_1
"Memang kamu apaan ikan pakai di pancing ." ketus Nisa .
"Ya , aku ikan nya dan kamu kucingnya ." balas Angga .
"Aku ngak mau jadi kucing ." jawab Nisa .
"terus mau jadi apa ." tanya Angga .
"mau jadi diri sendiri saja lebih nyaman ." jawab Nisa , dan kembali memasukan tangan ke dalam kimono handuk Angga .
"Nisa ," panggil Angga dengan suara berat .
"Apa ." jawab Nisa dengan santainya menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu .
"Kamu harus tanggung jawab ." ucap Angga dengan wajah serius .
"Tanggung jawab apa lagi , tentang baju tadi ." ucap Nisa yang masih nyaman dengan posisinya tadi .
"Bukan masalah itu , tapi ini .." Angga meraih tangan istrinya yang ada di dalam kimono handuknya dan membawanya ke pusat inti dirinya yang sudah bangun sejak tadi .
Dengan cepat Nisa menarik tangan nya .Dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus . Walau sudah berulang kali dia melakukan dengan suaminya ,tapi ia tetap merasa malu saat ia memegangnya secara langsung .
Nisa mengangkat wajahnya ,ia ingin melihat ekpresi wajah suaminya . Tapi mata keduanya saling bertemu , saling mengunci satu sama lain .entah siapa yang memulai kini Nisa telah berada di bawah kuasa Angga .
...****************...
Pagi telah tiba seperti wanita hamil lain nya .Nisa mengalami morning sicknees . Nisa berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya , dengan penuh kasih sayang Angga mengikuti dan membantunya memijat pelan tengkuk istrinya . Nisa menyandarkan kepalanya di d**a suaminya , ia lelah berusaha memuntahkan isi perutnya .
"sudah sayang ." tanya Angga dengan lembut sambil membersihkan mulut istrinya yang basah .Nisa hanya bisa mengangguk , Angga segera membopong istrinya kembali ke tempat tidur .pelan pelan ia baringkan kembali istrinya .
" Sayang ,Mau makan sesuatu ,"tanya Angga dengan lembut tapi istrinya kembali menggelengkan kepalanya .
__ADS_1
"kita kedokter saja ya ."ucap Angga yang tidak tega melihat wajah istrinya sangat pucat dan lemah . Lagi lagi istrinya menggeleng .
"Tidak mau , aku mau tidur lagi saja ." ucap Nisa dan menarik kembali selimutnya sampai ke atas d**a nya .
"Ya sudah , kamu tidur saja dulu . Biar aku buatkan Bubur untuk kamu ." hanya itu yang bisa Angga lakukan sekarang . Setelah membetulkan letak selimut istrinya , Angga segera keluar dari kamar nya .
Angga segera menuju ke arah dapur , meracik bahan bahan untuk memasak bubur seperti yang di katakan pada istrinya . Hampir tiga puluh menit Angga berkutat di dapur membuat bubur untuk istrinya . Setelah bubur masak , Angga menuangkan je mangkok dan membawanya ke kamar lagi untuk istrinya .
"Nisa ."Angga menguncang bahu Istrinya dengan pelan .
"Buburnya sudah masak sayang , bangunlah dan makanlah walau sedikit ."ucap Angga . Bau harum dari bubur buatan Angga menyeruak di memenuhi penciuman Nisa . Nisa segera membuka matanya . Angga membantu istrinya untuk duduk . Dengan telaten ia pula Angga menyuapi Nisa tanpa ada percakapan .
"Sudah Ga , cukup ." ucap Nisa .
"Tidak kamu habiskan tinggal dua suap ." ucap Angga .
"Cukup , daripada di paksa dan nanti keluar lagi , sia sia kamu masak untuk ku ." ucap Nisa pada suaminya sambil tersenyum .
"Tidak apa apa sayang , aku senang melakukan nya . Karena kamu juga rela melewati demi melahirkan anak aku ." ucap Angga sambil menyodorkan air hangat kepada istrinya .
"Anak kita ." jawab Nisa dan meminum Air yang di berikan oleh suaminya .
"Kamu tidak berangkat kerja ." tanya Nisa. Setelah makan ia merasakan badan nya sudah pilih kembali , kepalanya juga sudah tidak pusing lagi .perasaan nya juga sudah lebih baik .
"Aku pergi nanti siang saja , aku sudah ijin sama papa , lagian baju baju aku kamu loudry semua juga belum di antar ." ucap Angga . Nisa kembali menunduk kesal di ingatkan dengan baju baju suaminya . Bukan tanpa alasan ia mengantar baju baju suaminya ke tempat loundry . Karena ia merasa mual setiap kali mencium bau baju Angga .
"Aku dapat undangan makan dengan mama , siang ini ." ucap Nisa .
"mama ." tanya Angga .
"Ya , mama kamu dan bunda aku ." jelas Nisa .
__ADS_1
"Aku ikut ." ucap Angga .
"Ngak, ini waktu perempuan , laki laki di larang ikut ." ucap Nisa langsung berdiri pergi ke kamar mandi . Melihat Nisa pergi ke kamar mandi Angga juga ikut berlari ke kamar mandi .