
Tiara mengulurkan ponselnya pada Nisa .
"kamu tidak usah cengar cengir . Apa maksud pesan yang kamu kirim ke bunda dua jam yang lalu ." tanya Tiara .
"Ii..tu , ee karena Nisa hanya merasa bersalah aja , tidak pernah jadi anak yang berbakti , selalu membangkang sama orang tua ." ucap Nisa tidak sepenuhnya bohong .
Ia pernah mengambil tas branded bundanya , juga menyembunyikan pancing mahal ayahnya yang di beli dari luar negri , membohongi bundanya tidak pergi untuk menemui primus .
"Yakin begitu , tidak ada sesuatu . Karena di lihat dari isi pesan nya seperti pesan terakhir .sebelum pergi ,bukan karena kamu berniat ingin pergi jauh kan ." tanya Tiara dengan tatapan penuh kecurigaan .
Nisa menelan ludah nya kasar. Semenjak meninggalnya adik nya . Nisa mempunyai adik cowok karena gara gara pergi mancing sama teman temannya saat masih kecil . pergi tanpa pamit dan terseret arus sungai , sehinga bundanya mengalami goncangan sikis yang sangat dalam . Dan overprotektip dengan nya .
"Benar kok bun , Nisa hanya teringat itu saja , jadi Nisa hanya ingin jujur saja kok , sehingga Nisa kirim pesan sama bunda . Nisa tidak akan pergi .Nisa kan anak Ayah dan bunda satu satunya ."kata Nisa menyakin kan .
"Bunda tidak percaya kamu pasti menyembunyikan sesuatu dari Bunda dan Ayahkan ." tanya Tiara dengan tatapan mata yang menyelidik .ia tidak perduli dengan tas harga milyaran yang penting anak satu satunya itu baik baik saja .
Dan oesan yang di kirim oleh Nisa tadi sore membuatnya sangat khawatir . Ia merencanakan dengan suaminya bila dalam 2 jam Nisa tidak pulang ia akan segera melapor ke polisi atau menyewa detektif swasta untuk mencarinya .
"Ngak ada yang Nisa sembunyikan bun ,semua baik baik saja ." ucap Nisa .
"Sebwnarnya Ayah dan bunda tidak masalahkan tentang tas dan pancingan itu .yang terpenting adalah kamu baik baik saja ." ucap Tiara lega . Namun ia tetap ingin tau kenapa Nisa mengirim pesan seperti itu .ia percaya kalau tidak dalam keadaan terdesak , tidak mungkin putrinya mengirim kan pesan itu .
Nisa terharu dengan ucapan bundanya , ia langsung menghambur dalam pelukan Tiara .
"Maaf Nisa telah membuat ayah dan bunda khawatir ." ucap Nisa dengan tulus . Ardy ikut bergabung memeluk kedua wanita yang ia sayangi .
Makan malam telah tiba .mereka makan bersama di ruang makan .
"Jadi tas bunda dan pancing Ayah kamu simpan di mana ." tanya Tiara di sela sela makan malam mereka . Setelah acara peluk pelukan tadi .
__ADS_1
"Tas bunda , Nisa jadikan pajangan di butik Nisa di cabang jakarta . Dan pancingan Ayah , Nisa jadikan giveaway ." tutur Nisa .
"Pancingan Ayah seharga lima ratus juta , untuk mendapat kan itu Ayah harus nunggu enam bulan , cuma kamu jadikan give away ." jawab Ardy shock mendengar ucapan putri nya . Pancing seharga itu cuma di berikan kepada orang lain dengan cuma cuma .
"Sayang ..
"Ayah ." Nisa memotong ucapan Ayahnya yang ingin protes kepada istrinya .
"Ayah lupa bagaimana Adik pergi meninggalkan kita . Sehingga eyang harus kembali operasi jantung , tapi apa mereka berdua pergi Yah . Bagaimana hancurnya bunda saat itu . Sekarang bunda hanya punya Ayah dan Nisa ." tutur Nisa membuat mata Tiara dan Ardy berkaca kaca .
"ini yang membuat Nisa engan meninggalkan kalian . Nisa tau Ayah bisa bahagiakan bunda . Tapi itu bukan dari anaknya .Nisa sayang Ayah dan bunda ." ucap Nisa yang lari memeluk Ayah dan Ibundanya . Tiara dan Ardy mengelus kepala putrinya .
" Ayah beli itu hanya untuk kenang kenang an ,bukan untuk mancing . Ayah hanya ingin mengenang adikmu . Ayah juga sayang kalian berdua . Kalian berdua adalah cinta Ayah , dunia Ayah , juga janah Ayah ." ucap Ardy mencium kepala anak dan istrinya .
"Maaf Ayah ." ucap Nisa lagi .
"Jantungku ." tambah nya lagi .
"Ayahh ." teriak Nisa memegangi dada Ayahnya . Tiara hanya diam melihat kedua nya . Anak dan suaminya sangat pandai bersandiwara sehingga dia santai saja melihat itu semua .
"Bunda besok mau ke jakarta , mau ambil kembali tas bunda ." ucap Tiara sambil menyuapkan makan ke dalam mulutnya . Tanpa menghiraukan drama yang di lakukan anak dan suaminya . Tapi belum sempat sendok nya masuk ke dalam mulutnya . Tiara menurunkan kembali sendok nya , karena melihat cahaya berkilau dari jari manis putrinya .
Seingat Tiara pagi tadi belum ada cincin di jari manis putrinya .Tiara berdiri dan menangkap tangan kiri Nisa .
"Cincin dari mana ." tanya Tiara penasaran . Tiara sudah hampir usia kepala 5 , ia mengamati dengan teliti cincin di jari manis putrinya . Cincin yang terlihat sangat sederhana dan simpel , juga sangat pas di jari putrinya, seperti cincin pertunangan .
Nisa segera menarik tangan nya dengan canggung , ia lupa melepas cincin pemberian dari Dewangga .
"Ee itu Nisa baru beli tadi siang ." bohong Nisa lagi .
__ADS_1
"Bukan di belikan oleh seorang pria ." sahut Ardy yang membuat Nisa tersedak air ludahnya sendiri .
"Jadi benar ." teriak kedua orang tuanya bersamaan dengan girang .
"Pria mana yang memberikan mu cincin . Apa primus , jadi kalian sudah bertemu ." tanya Tiara beruntun .
"Ini bukan dari primus tapi dar.." Nisa langsung menutup mulutnya , hampir saja ia keceplosan . Tapi secara tidak langsung dia telah memberi tau orang tuanya kalau memang cincin itu di beri oleh seorang pria .
Tiara dan Ardy menatap Nisa dengan tatapan penasaran .
"Jadi siapa pria beruntung itu ." pertanyaan Ayahnya membuat Nisa berpikir lagi . haruskah ia berbohong lagi .
"Ee nanti saja .lain hati Nisa kenalkan , sama Ayah dan Bunda , Tapi Nisa masih penasaran , siapa bayi yang mengandeng tangan Nisa 24 tahun yang selalu . Nisa akan bisa tidur nyenyak bila membayangkan tangan itu ." ucap Nisa yang membuat Ardy dan Tiara saling tatap dan menelan ludah dengan sarat .
" Memang apa yang kamu harap dari dia , dia pantas jadi adekmu , karena kamu lebih tua dari mu ." ucap Ardy .
"Bukan masalah Ayah , kalau memang sudah jodoh Princess mu ini mau bilang apa ." ucap Nisa .
"Nak lebih baik cari suami yang lebih tua darimu , dia akan lebih dewasa dan bisa menjaga mu ." ucap Tiara .
"Bagaimana dengan Bunda . Selisih berapa tahun Ayah dan Bunda ...
"Baiklah , memang itu salah Ayah kepada Bundamu . Ini hutang Ayah seumur hidup.yang tidak bisa Ayah bayar . Ayah berharap kamu bisa memaafkan Ayah . Kalau memang dia jodoh kamu Ayah tidak akan menghalangi nya asal dia bisa membahagiakan kamu ." ucap Ardy .
"Siapa dia , sekarang dia dimana ." tanya Nisa bersemangat .
"Putra dari mantan bundamu ." ucap Ardy dan langsung pergi meninggalkan Istri dan anaknya . Nisa melonggo mendengar ucapan Ayahnya .
"Ayahhh . " Ardy menghentikan langkah kakinya .
__ADS_1